Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisa Kasus Korupsi Dalam Reboisasi

Analisa Kasus Korupsi Dalam Reboisasi

Ratings:

1.0

(1)
|Views: 1,469 |Likes:
Published by HANDIK ZUSEN
Analisa Kasus Korupsi Dalam Proyek Reboisasi
Analisa Kasus Korupsi Dalam Proyek Reboisasi

More info:

Categories:Types, Research, Law
Published by: HANDIK ZUSEN on Dec 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

 
ANALISA KASUS
TINDAK PIDANA KORUPSIDALAM PROYEK REBOISASI
I.PENDAHULUANA.Latar Belakang
Latar belakang perkara tindak pidana korupsi dalam proyek reboisasiyang dilakukan oleh AT dapat diperoleh dari data-data yang ada dilapangan, sebagai berikut :
a.
AT selaku Kepala Resort Polisi Hutan Kecamatan Fatuleu Kupangdiberi tugas sebagai staf pelaksana Tekhnis Proyek Reboisasi denganSK PimPro Reboisasi dan Pengadaan bibit Provinsi Nusa TenggaraTimur (NTT).Selain tugas tersebut AT juga dengan dasar perintah lisanatasan Pelaksana Proyek Reboisasi JS ditugaskan membantuBendaharawan pembantu membayar upah pekerja lapangan proyek.b.Selaku pembantu Bendaharawan AT membagi-bagikan upahpekerja yang besarnya sama rata tanpa kwitansi tanda terima darimasing-masing pekerja,mengingat pada waktu pembayaran AT tidakdiberi kwitansi dari Bendaharawan.Baru beberapa bulan kemudian ATmenerima kwitansi-kwitansi dari SM selaku Bendaharawan pembantuuntuk ditandatangani oleh pekerja-pekerja dibawah pengawasanAT.Kwitansi-kwitansi tersebut didalamnya tercantum jumlah uang yangditerima masing-masing pekerja.Jumlah uang yang tercantum dalam
 
kwitansi lebih besar dari jumlah uang yang nyata diterima olehpekerja.Kwitansi-kwitansi yang diterima oleh AT ternyata tidak mungkinlagi ditanda tangani oleh masing-masing pekerja.Karena itu ATsendirilah yang menandatangani kwitansi-kwitansi tersebut.c.Oleh karena ada selisih antara jumlah uang yang dibayarkankepada para pekerja dengan jumlah uang yang ia terima,maka ATmenitipkan sisa pembayaran upah tersebut kepada SM,akan tetapi ATtidak pernah menerima bukti dari SM,AT akan meminta kembali uangtitipannya,jika ia akan membayar upah pekerjaPermintaan AT tersebutoleh SM dibuatkan tanda bukti pembayaran panjar.d.Selain itu juga ada pemotongan 10% atas penerimaan dana Proyeksetiap Triwulan tidak dicatat oleh SM.Namun dibukukan sedemikian rapisehingga laporan keuangan sesuai dengan keadaan di lapangane.Pelaksanaan Proyek Reboisasi seyogyanya dilaksanakan sendirioleh pihak pelaksana atau oleh Dinas Kehutanan dengan membayar upah pekerja secara harian dengan perhitungan harian orangkerja.Namun di lapangan pekerjaan proyek diborongkan kepada petanisekitar lokasi Proyek dengan upah RP.5000,- sampai denganRP.20.000,- perorang selama 2 sampai 3 tahun dibeberapa lokasiProyek pekerja tidak dibayar dengan imbalan diizinkan untuk menanampalawija diantara sela-sela tanaman Reboisasi tetapi diharuskanmenyediakan sendiri bibit Reboisasi.
f.
Kenyataannya admiidtrasi keuangan pelaksanaan Proyek Reboisasidilakukan sesuai perintah/petunjuk Atasan Pelaksana Proyek denganpersetujuan Pimpina Proyek Reboisasi.2
 
g.Perhitungan terakhir penggunaan dana Proyek sesuai dengansasaran hanya sebesar Rp.11.632.500,- sedangkan dana yangdisediakan Rp.244.721.229,- Dengan demikian dana Proyek yangmenguap sebesar Rp.213.103.779,-.
B.Permasalahan
Berdasarkan data-data yang ada di lapangan tersebut diatas, makadapat diketahui permasalahan pokok dalam perkara dimaksud adalahtentang adanya dugaan keturutsertaan dalam penyalahgunaan wewenangoleh AT selaku Kepala Resort Polisi Hutan Kecamatan Fatuleu Kupangdengan LJL selaku Pemimpin Proyek Reboisasi di Kabupaten Kupang danSK selaku Bendahara Pembantu pada proyek dimaksud dalam kurun waktuantara tahun anggaran 1977/1978 sampai dengan 1982/1983 di kantoResort Polisi Hutan Kecamatan Fatuleu Kupang, yang dilakukan dengancara tidak melaksanakan ketentuan-ketentuan dalam proyek tersebut,sebagai berikut :1.Tidak melaksanakan pengelolaan proyek secara swakelola, namun justru diborongkan kepada para petani di sekitar lokasi proyek.2.Mengijinkan para petani melakukan penanaman dengan sistemtumpang sari di lahan pada lokasi proyek sebagai upah/imbalan dalambekerja pada proyek dimaksud, padahal ketentuannya tidakmemperbolehkan hal tersebut.3.Dari keseluruhan dana proyek yang berjumlah Rp. 244.721.229,-ternyata yang digunakan sebenarnya dalam proyek adalah hanya Rp.11.632.500,- sehingga terdapat selisih Rp. 213.103.779,- yangdigunakan untuk kepentingan AT dan Atasan proyek tersebut, yaitu LJL.3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->