Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
26Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Budidaya Kentang

Budidaya Kentang

Ratings: (0)|Views: 1,865 |Likes:
Published by nizaralkadiri89

More info:

Published by: nizaralkadiri89 on Dec 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/12/2013

pdf

text

original

 
Budidaya Kentang
(
Solanun tuberosum
L. )I. UMUM1.1. Sejarah SingkatTanaman ini berasal dari daerah subtropis di Eropa yang masuk ke Indonesia pada saat bangsa Eropa memasuki Indonesia di sekitar abad ke 17 atau 18.1.2. Sentra PenanamanSentra tanaman yang utama adalah Lembang dan Pangalengan (Jawa Barat), Magelang(Jawa Timur), Bali. Produksi kentang pada tahun 1998 mencapai 1.011.316 ton.1.3. Jenis TanamanKentang (Solanum tuberosum L) termasuk jenis tanaman sayuran semusim, berumur  pendek dan berbentuk perdu/semak. Kentang termasuk tanaman semusim karena hanyasatu kali berproduksi, setelah itu mati. Umur tanaman kentang antara 90-180 hari.Dalam dunia tumbuhan, kentang diklasifikasikan sebagai berikut:a) Divisi : Spermatophyta b) Subdivisi : Angiospermaec) Kelas : Dicotyledonaed) Famili : Solanaceaee) Genus : Solanumf) Species : Solanun tuberosum L.Dari tanaman ini dikenal pula spesies-spesies lain yang merupakan spesies liar, diantaranya Solanum andigenum L, Solanum anglgenum L, Solanum demissum L dan lain-lain. Varitas kentang yang banyak ditanam di Indonesia adalah kentang kuning varitasGranola, Atlantis, Cipanas dan Segunung .1.4. Manfaat TanamanMelihat kandungan gizinya, kentang merupakan sumber utama karbohidrat. Kentangmenjadi makanan pokok di banyak negara barat. Zat-zat gizi yang terkandung dalam 100gram bahan adalah kalori 347 kal, protein 0,3 gram, lemak 0,1 gram, karbohidrat 85,6gram, kalsium (Ca) 20 gram, fosfor (P) 30 mg, besi (Fe) 0,5 mg dan vitamin B 0,04 mgII. SYARAT PERTUMBUHAN2.1. IklimDaerah dengan curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun sangat sesuai untuk 
 
membudidayakan kentang. Daerah yang sering mengalami angin kencang tidak cocok untuk budidaya kentang.Lama penyinaran yang diperlukan tanaman kentang untuk kegiatan fotosintesis adalah 9-10 jam/hari. Lama penyinaran juga berpengaruh terhadap waktu dan masa perkembanganumbi.Suhu optimal untuk pertumbuhan adalah 18-21 derajat C. Pertumbuhan umbi akanterhambat apabila suhu tanah kurang dari 10 derajat C dan lebih dari 30 derajat C.Kelembaban yang sesuai untuk tanaman kentang adalah 80-90%. Kelembaban yangterlalu tinggi akan menyebabkan tanaman mudah terserang hama dan penyakit, terutamayang disebabkan oleh cendawan.2.2. Media TanamSecara fisik, tanah yang baik untuk bercocok tanaman kentang adalah yang berstruktur remah, gembur, banyak mengandung bahan organik, berdrainase baik dan memilikilapisan olah yang dalam. Sifat fisik tanah yang baik akan menjamin ketersediaan oksigendi dalam tanah.Tanah yang memiliki sifat ini adalah tanah Andosol yang terbentuk di pegunungan- pegunungan.Keadaan pH tanah yang sesuai untuk tanaman kentang bervariasi antara 5,0-7,0,tergantung varietasnya. Untuk produksi yang baik pH yang rendah tidak cocok ditanamikentang. Pengapuran mutlak diberikan pada tanah yang memiliki nilai pH sekitar 7.2.3. Ketinggian TempatDaerah yang cocok untuk menanam kentang adalah dataran tinggi/daerah pegunungan,dengan ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl. Ketinggian idealnya berkisar antara 1000-1300 m dpl. Beberapa varitas kentang dapat ditanam di dataran menengah (300-700 mdpl).III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA3.1. PembibitanBibit Tanaman kentang dapat berasal dari umbi, perbanyakan melalui stek batang danstek tunas daun.UmbiUmbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram. Pilih umbi yang cukup tua
 
antara 150-180 hari, umur tergantung varietas, tidak cacat, umbi baik, varitas unggul.Umbi disimpan di dalam rak/peti di gudang dengan sirkulasi udara yang baik (kelembaban 80-95%). Lama penyimpanan 6-7 bulan pada suhu rendah dan 5-6 bulan pada suhu 25 derajat C.Pilih umbi dengan ukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas.Gunakan umbi yang akan digunakan sebagai bibit hanya sampai generasi keempat saja.Setelah bertunas sekitar 2 cm, umbi siap ditanam.Bila bibit diusahakan dengan membeli, (usahakan bibit yang kita beli bersertifikat), beratantara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa dan dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yangada. Sebelum tanam umbi yang dibelah harus direndam dulu di dalam larutan Dithane M-45 selama 5-10 menit. Walaupun pembelahan menghemat bibit, tetapi bibit yang dibelahmenghasilkan umbi yang lebih sedikit daripada yang tidak dibelah. Hal tersebut harusdiperhitungkan secara ekonomis.Stek Batang dan stek tunasCara ini tidak biasa dilakukan karena lebih rumit dan memakan waktu lebih lama. Bahantanaman yang akan diambil stek batang/tunasnya harus ditanam di dalam pot.Pengambilan stek baru dapat dilakukan jika tanaman telah berumur 1-1,5 bulan dengantinggi 25-30 cm. Stek disemaikan di persemaian. Apabila bibit menggunakan hasil stek  batang atau tunas daun, ambil dari tanaman yang sehat dan baik pertumbuhannya.3.2. Pengolahan Media TanamLahan dibajak sedalam 30-40 cm sampai gembur benar supaya perkembangan akar dan pembesaran umbi berlangsung optimal. Kemudian tanah dibiarkan selama 2 minggusebelum dibuat bedengan.Pada lahan datar, sebaiknya dibuat bedengan memanjang ke arah Barat-Timur agar memperoleh sinar matahari secara optimal, sedang pada lahan berbukit arah bedengandibuat tegak lurus kimiringan tanah untuk mencegah erosi. Lebar bedengan 70 cm (1 jalur tanaman)/140 cm (2 jalur tanaman), tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30 cm.Lebar dan jarak antar bedengan dapat diubah sesuai dengan varietas kentang yangditanam. Di sekeliling petak bedengan dibuat saluran pembuangan air sedalam 50 cm danlebar 50 cm.3.3. Teknik Penanaman3.3.1. Pemupukan Dasar a) Pupuk dasar organik berupa kotoran ayam 10 ton/ha, kotoran kambing sebanyak 15

Activity (26)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Andreas F Aditya liked this
Kelinci Madu liked this
Rina Dam'smine liked this
Dian Susanti liked this
MutiaSariWardana liked this
Tri Wahyuddin liked this
Rimba Raya liked this
Ayu Purnama Sari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->