Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
86Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Budaya Terhadap Standarisasi Kode Etik Profesi Hukum

Pengaruh Budaya Terhadap Standarisasi Kode Etik Profesi Hukum

Ratings:

4.9

(50)
|Views: 9,818 |Likes:
Published by dinoroy aritonang

More info:

Published by: dinoroy aritonang on Mar 24, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

 
Budaya, Kode Etik, dan Profesionalisme Profesi Penegak Hukum
Oleh : Dinoroy Aritonang
A.Pendahuluan
Dalam beberapa tahun belakangan ini telah banyak perubahan yang terjaditerhadap dunia hukum di Indonesia. Perubahan itu dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah dorongan reformasi di segala bidang termasuk bidanghukum. Reformasi bidang hukum sendiri ditandai oleh perubahan dalam struktur ketatanegaraan Indonesia yang sedikit banyaknya mengubah wajah sistem hukumIndonesia dan memperluaskan ruang lingkup penegakan hukum baik dalam sektor  privat maupun publik. Perluasan tersebut semakin menunjukkan bahwa peranandan fungsi hukum dalam menwujudkan perubahan sangatlah penting.Hukum telah menjangkau banyak aspek dan ilmu, tidak lagi hanya dibatasidalam lingkup hukum saja. Ruang publik semakin terbuka dengan munculnyakekebasan mengemukakan pendapat dan hukum mempunyai peranan yang cukup besar disana. Dalam ruang privat juga sama, akuntabilitas dan transparansi hartakekayaan pejabat yang dulu merupakan hal tabu, sekarang menjadi salah satu halyang dapat dinilai bahkan perlu diketahui oleh publik (masyarakat). Oleh karenaitulah, reformasi dalam pembangunan dan penegakan hukum menjadi salah satuagenda penting pemerintah.Pengaruh peranan hukum tersebut juga perlu diperkenalkan kepadamasyarakat. Bahwa semua orang tanpa terkecuali perlu mengetahui tentang fungsidan peranan hukum. Secara filosofis hukum terlahir karena ada masyarkat, danhukum berfungsi untuk mengatur kehidupan masyarakat. Sehingga kehidupanmasyarakat sangat dibatasi oleh norma dan aturan dalam hukum yang berlaku baik dalam ruang publik maupun privat. Oleh karena itu, penegakan hukum secara benar merupakan hal yang sangat penting.Perluasan ruang lingkup hukum sendiri sebenarnya telah menyebabkanmunculnya kompleksitas dalam penegakan hukum. Hal itu bukan hanya beradadalam tataran penafsiran dan pelaksanaan asas-asas hukum namun juga padatataran perwujudan hukum formal (bagaimana cara menegakkan hukum materialsecara benar). Selain itu, kita dihadapkan pada semakin banyaknya jumlah peraturan perundang-undangan yang berlaku ditambah menumpukknya rancangan peraturan perundang-undangan baru yang sedang dibahas baik dalam lembagaeksekutif maupun ruang legislasi. Apakah ini pertanda bahwa arah sistem hukumdan penegakan hukum kita sedang berjalan kearah yang benar? Tidak ada jawabanyang pasti mengenai hal tersebut. Sebab terlalu sederhana jika jawaban yangmuncul hanya ‘ya’ atau ‘tidak’. Banyak faktor yang mempengaruhi pelaksanaan penegakan hukum yaitu faktor ekonomi, sosial, politik, adat budaya, agama, dansebagainya.Dalam pelaksanaannya penegakan hukum sendiri dilakukan oleh orang-orang yang berperan didalamnya mulai dari unsur pemerintah, yustisia, duniausaha hingga masyarakat umum. Hubungan tersebut tidak dapat dilihat secaraterpisah. Semua unsur tersebut berhubungan satu dengan yang lain. Namun dalamhal ini sangat penting kiranya apabila kita melihatnya dari sisi penegak hukum,sebab bisa dikatakan bahwa merekalah yang bergelut setiap saat dalam pelaksanaan penegakan hukum kita. Artinya kesan dan pandangan yang terbangunmengenai pelaksanaan penegakan hukum sangat dipengaruhi oleh sikap dan
 
tingkah laku para penegak hukum tersebut.
B.Pembangunan dan Penegakan Hukum
Penegakan hukum merupakan salah satu agenda utama pemerintah. Hal inidapat dilihat melalui UU Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional 2000-2004 dan Rencana Kerja Pemerintah tahun 2007. Dimasukkan penegakan hukum ke dalam salah satu prioritas pembangunan disebabkan olehlemahnya penegakan hukum selama ini. Salah satu penyebabnya adalah belumterlaksananya pembangunan hukum yang komprehensif. Intensitas peningkatan produk peraturan perundang-undangan,dan peningkatan kapasitas aparatu penegak hukum serta sarana dan prasarana hukum pada kenyataannya tidak diimbangi dengan peningkatan moral dan profesionalisme aparat penegak hukum,kesadaran, dan mutu pelayanan publik di bidang hukum kepada masyarakat.Sehingga kepastian keadilan dan jaminan hukum tidak tercipta dan akhirnyamelemahkan penegakan supremasi hukum.Perwujudan supremasi hukum oleh pemerintah tidak hanya merupakanlingkup dan dilaksanakan dalam bidang hukum saja, tetapi juga merupakantanggung jawab bersama di bidang-bidang pembangunan lainnya. Perwujudantersebut dilakukan melalui upaya penyempurnaan dan pembaruan peraturan perundang-undangan dan pengembangan budaya hukum, pemberdayaan lembaga peradilan dan lembaga penegak hukum lainnya, peningkatan etika dan komitmen para penyelengara negara dalam mematuhi berbagai aturan hukum, pembentukan budaya taat hukum melalui pendidikan dan agama, serta peningkatan kualitassumber daya manusia.Dalam arah kebijakan pembangunan hukum ada beberapa hal yangmenjadi perhatiannya yaitu :1)mengembangkan budaya hukum di semua lapisan masyarakat untuk terciptanya kesadaran dan kepatuhan hukum dalam kerangka hukum dalamrangka kerangka supremasi hukum dan tegaknya negara hukum;2)meningkatkan integritas moral dan keprofesionalan aparat penegak hukumtermasuk Kepolisian untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat denganmeningkatkan kesejahteraan, dukungan sarana dan prasarana hukum, pendidikan serta pengawasan yang efektif;3)mewujudkan lembaga peradilan yang mandiri dan bebas dari pengaruh penguasa dan pihak manapun;4)menyelenggarakan proses peradilan secara cepat, mudah, murah, dan terbukaserta bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme dengan tetap menjunjung tinggiasas keadilan dan kebenaran.Dalam hal ini sebenarnya terlihat jelas keinginan pemerintah untumelakukan perubahan dalam pelaksanaan penegakan hukum. Penegakan hukumtersebut diarahkan bukan hanya pada proses pelaksanaannya saja namun jugamencakup unsur utama lainnya. Unsur-unsur tersebut antara lain pada sumber Daya manusia (penegak hukum), tingkah laku dan norma yang hidup dalammasyarakat, kondisi sosial, politik, dan ekonomi, serta aparatur pemerintah secarakeseluruhan. Pelaksanaan penegakan hukum juga menyangkut tiga elemen penting yaitu hukum itu sendiri, penegak hukum, dan budaya penegakanhukumnya.Perwujudan penegakan hukum yang benar tidak bisa dilaksanakan tanpamengikutsertakan ketiga elemen tadi. Hubungan ketiga elemen tersebut adalahsaling mempengaruhi. Artinya apabila salah satu ketiga elemen tersebut tidak dilaksanakan sesuai asas dan prinsip yang benar maka penegakan hukum akan
 
menjadi tidak benar pula. Salah satu contoh untuk mengambarkan realita yangterjadi adalah pada dunia peradilan kita. Rendahnya minat dan keinginanmasyarakat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan hukum melalui lembaga peradilan merupakan salah satu indikator kurangnya kepercayaan masyarakatterhadap dunia peradilan kita. Salah satu penyebabnya adalah kesan dan pandangan yang terbangun bahwa dunia peradilan kita masih jauh dari kesan bersih. Sehingga tujuan lembaga peradilan sebagai tempat mencari keadilan masihsangat diragukan.Penyebab dari hal tersebut adalah perilaku dan budaya yang berlaku dalam proses penegakan hukum kita yang lebih dipengaruhi oleh sikap dan tingkah laku penegak hukum dalam menegakkan hukum materil. Komisi Hukum Nasional(KHN) dalam Policy Papernya memberikan perhatian tersendiri terhadapkeberadaan penegak hukum. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil penelitian yangdilakukan oleh KHN sendiri. Hanya sekitar 27,8% responden yang menyatakan puas dengan pelayanan yang diberikan oleh profesi hakim, 22,2% respondenmenyatakan puas dengan pelayanan profesi jaksa, 19,7% puas dengan pelayanan profesi advokat, dan 19,2% puas dengan pelayanan profesi polisi. Dari jumlahtersebut dapat diasumsikan bahwa kualitas pelayanan dan profesi penegak hukumsendiri masih sangat rendah. Sehingga patut disimpulkan pula bahwa proses penegakan hukum di Indonesia masih panjang dan membutuhkan waktu lama.
C.Peranan Profesi Penegak Hukum
Suatu studi yang dilakukan oleh almarhum Soerjono Soekantomenyimpulkan bahwa agar suatu penegakan hukum dapat terlaksana dengan baik, beberapa faktor di bawah ini harus difungsikan benar-benar, yaitu sebagai berikut: (Munir Fuady ; 2005)1.Pemberian teladan kepatuhan hukum oleh para penegak hukum;2.Sikap yang lugas (zakelijk) dari para penegak hukum;3.Penyesuaian peraturan yang berlaku dengan perkembanganteknologi mutakhir;4.Penerangan dan penyuluhan mengenai peraturan yang berlakuterhadap masyarakat;5.Memberi waktu yang cukup bagi masyarakat untuk memahami peraturan yang baru dibuat.Bahkan masih menurut beliau, faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum adalah1.Faktor hukumnya sendiri (termasuk faktor undang-undang);2.Faktor penegak hukum (dimasukkan di sini, baik para pembentuk maupun penerap hukum);3.Faktor sarana atau fasilitas yang mendukung penegakan hukum;4.Faktor masyarakat, yakni masyarakat di mana hukum tersebut diterapkan;5.Faktor kebudayaan, yakni sebagai hasil karya, cipta, dan karsa yangdidasarkan pada karsa manusia di dalam pergaulan hidup.Dari hal tersebut di atas dapat dilihat bahwa faktor penegak hukum merupakansalah satu faktor yang mesti selalu dibenahi jika kita menginginkan agar suatu penegakan hukum dapat dilakukan dengan benar dan baik.Para penegak hukum merupakan golongan yang bekerja dalam praktek untuk menerapkan hukum secara langsung kepada masyarakat. Para penegahukum ini dikenal juga sebagai catur wangsa penegak hukum yang terdiri darihakim, jaksa, polisi, dan advokat. Dalam hal penegakan hukum, catur wangsa berada dalam hubungan yang saling mendukung dan merupakan elemen yang

Activity (86)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Syafrin Aphyn added this note
tegakkan supermasi hukum demi untuk mencapai suatu keadilan yang hakiki
Ariez Ndeoz liked this
Issaa Sasongko liked this
Atsiga Ailemrak liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->