Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MAKALAH AGAMA

MAKALAH AGAMA

Ratings: (0)|Views: 555 |Likes:
Published by nawar_sos

More info:

Published by: nawar_sos on Dec 02, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

 
A. Pengantar
Masalah
khilafiah
merupakan persoalan yang terjadi dalam realitaskehidupan manusia. Di antara masalah
khilafiah
tersebut ada yangmenyelesaikannya dengan cara yang sederhana dan mudah, karena adasaling pengertian berdasarkan akal sehat. Tetapi dibalik itu masalah
khilafiah
dapat menjadi ganjalan untuk menjalin keharmonisan di kalanganumat Islam karena sikap
ta’asub
(fanatik) yang berlebihan, tidakberdasarkan pertimbangan akal sehat dan sebagainya.Perbedaan pendapat dalam lapangan hukum sebagai hasil penelitian(
ijtihad 
), tidak perlu dipandang sebagai faktor yang melemahkan kedudukanhukum Islam, bahkan sebaliknya bisa memberikan kelonggaran kepadaorang banyak sebagaimana yang diharapkan Nabi :
ةمحر ىتا فلتخا
هاور)ةيعشا ةسا ى ىقبا
(
“Perbedaan pendapat di kalangan umatku adalah rahmat” 
(HR. Baihaqidalam Risalah al-Asy’ariyyah).Hal ini berarti, bahwa orang bebas memilih salah satu pendapat daripendapat yang banyak itu, dan tidak terpaku hanya kepada satu pendapatsaja.Sebenarnya
ikhtilaf 
telah ada di masa sahabat, hal ini terjadi antaralain karena perbedaan pemahaman di antara mereka dan perbedaan
nash
(sunnah) yang sampai kepada mereka, selain itu juga karena pengetahuanmereka dalam masalah hadis tidak sama dan juga karena perbedaanpandangan tentang dasar penetapan hukum dan berlainan tempat.[1] Sebagaimana diketahui, bahwa ketika agama Islam telah tersebar meluas keberbagai penjuru, banyak sahabat Nabi yang telah pindah tempat danberpencar-pencar ke negara yang baru tersebut. Dengan demikian,kesempatan untuk bertukar pikiran atau bermusyawarah memecahkansesuatu masalah sukar dilaksanakan.Sampai saat ini Fiqih
ikhtilaf 
terus berlangsung, mereka tetapberselisih paham dalam masalah
furu’iyyah
, sebagai akibat darikeanekaragaman sumber dan aliran dalam memahami nash danmengistinbatkan hukum yang tidak ada nashnya. Perselisihan itu terjadiantara pihak yang memperluas dan mempersempit, antara yangmemperketat dan yang memperlonggar, antara yang cenderung rasionaldan yang cenderung berpegang pada zahir nash, antara yang mewajibkanmazhab dan yang melarangnya.
Ikhtilaf 
bukan hanya terjadi para arena fiqih, tetapi juga terjadi padalapangan teologi. Seperti kita ketahui dari sejarah bahwa peristiwa
“tahkim” 
adalah titik awal lahirnya mazhab-mazhab teologi dalam Islam. Masing-masing mazhab teologi tersebut masing-masing memiliki corak dankecenderungan yang berbeda-beda seperti dalam mazhab-mazhab fiqih.Menurut Harun Nasution,[2]aliran-aliran teologi dalam Islam ada yangbercorak liberal, ada yang tradisional dan ada pula yang bercorak antaraliberal dan tradisional.
 
Perbedaan pendapat pada aspek teologi ini juga memiliki implikasiyang besar bagi perkembangan pemahaman umat Islam terhadap ajaranIslam itu sendiri.Menurut hemat penulis, perbedaan pendapat di kalangan umat ini,sampai kapan pun dan di tempat mana pun akan terus berlangsung dan halini menunjukkan kedinamisan umat Islam, karena pola pikir manusia terusberkembang.Perbedaan pendapat inilah yang kemudian melahirkan mazhab-mazhab Islam yang masih menjadi pegangan orang sampai sekarang.Masing-masing mazhab tersebut memiliki pokok-pokok pegangan yangberbeda yang akhirnya melahirkan pandangan dan pendapat yang berbedapula, termasuk di antaranya adalah pandangan mereka terhadap berbagaimasalah hukum sekitar sholat Jum’at.Untuk itu penulis mencoba memaparkan pandangan berbagai mazhabdalam Islam mengenai berbagai masalah sekitar sholat jum’at.. Karenapembahasan ini lebih berkaitan dengan aspek hukum, maka fokuspembahasan yang dilakukan oleh penulis adalah berkaitan erat denganpandangan mazhab-mazhab fiqih terhadap berbagai masalah hukum sekitarsholat Jum’at. Sebelum masuk pada pembahasan tentang berbagaipandangan mazhab-mazhab tentang hal tersebut, maka penulis jelaskanterlebih dahulu pengertian tentang
mazhab
. 
B. Pengertian Mazhab
Menurut Bahasa
“mazhab” 
berasal dari
shighah mashdar mimy 
(katasifat) dan
isim makan
(kata yang menunjukkan tempat) yang diambil dari
fi’ilmadhi
 
“dzahaba” 
yang berarti
“pergi” [3]
. Sementara bisa juga berarti
al-ra’yu
yang artinya
“pendapat” [4]
.Sedangkan secara terminologis pengertian
mazhab
adalah pokokpikiran atau dasar yang digunakan oleh imam Mujtahid dalam memecahkanmasalah, atau mengistinbatkan hukum Islam. Selanjutnya Imam Mazhab danmazhab itu berkembang pengertiannya menjadi kelompok umat Islam yangmengikuti cara
istinbath
Imam Mujtahid tertentu atau mengikuti pendapatImam Mujtahid tentang masalah hukum Islam. Jadi bisa disimpulkan bahwa yang dimaksud mazhab meliputi duapengertiana.Mazhab adalah jalan pikiran atau metode yang ditempuh seorangImam Mujtahid dalam menetapkan hukum suatu peristiwa berdasarkankepada al-Qur’an dan hadis.b.Mazhab adalah fatwa atau pendapat seorang Imam Mujtahid tentanghukum suatu peristiwa yang diambil dari al-Qur’an dan hadis.Dalam perkembangan mazhab-mazhab fiqih telah muncul banyakmazhab fiqih. Menurut Ahmad Satori Ismail[5], para ahli sejarah fiqh telahberbeda pendapat sekitar bilangan mazhab-mazhab. Tidak ada kesepakatanpara ahli sejarah fiqh mengenai berapa jumlah sesungguhnya mazhab-mazhab yang pernah ada.
 
Namun dari begitu banyak mazhab yang pernah ada, maka hanyabeberapa mazhab saja yang bisa bertahan sampai sekarang. Menurut M.Mustofa Imbabi, mazhab-mazhab yang masih bertahan sampai sekaranghanya tujuh mazhab saja yaitu : mazhab Hanafi, Maliki, Syafii, Hambali,Zaidiyah, Imamiyah dan Ibadiyah. Adapun mazhab-mazhab lainnya telahtiada.[6]Sementara Huzaemah Tahido Yanggo mengelompokkan mazhab-mazhab fiqih sebagai berikut :[7]1. Ahl al-Sunnah wa al-Jama’aha.ahl al-Ra’yikelompok ini dikenal pula dengan Mazhab Hanafib.ahl al-Hadis terdiri atas :1. Mazhab Maliki2. Mazhab Syafi’I3. Mazhab Hambali2. Syi’aha.Syi’ah Zaidiyahb.Syi’ah Imamiyah3. Khawarij4. Mazhab-mazhab yang telah musnaha.Mazhab al-Auza’ib.Mazhab al-Zhahiric.Mazhab al-Thabarid.Mazhab al-LaitsiSementara itu Thaha Jabir Fayald al-‘Ulwani[8]menjelaskan bahwamazhab fiqh yang muncul setelah sahabat dan
kibar al-Tabi’in
berjumlah 13aliran. Ketiga belas aliran ini berafiliasi dengan aliran ahlu al-Sunnah.Namun, tidak semua aliran itu dapat diketahui dasar-dasar dan metode
istinbat 
hukumnya.Adapun di antara pendiri tiga belas aliran itu adalah sebagai berikut :1.Abu Sa’id al-Hasan ibn Yasar al-Bashri (w. 110 H.)2.Abu Hanifah al-Nu’man ibn Tsabit ibn Zuthi (w. 150 H.)3.Al-Auza’i Abu ‘Amr ‘Abd Rahman ibn ‘Amr ibn Muhammad ( w. 157 H.)4.Sufyan ibn Sa’id ibn Masruq al-Tsauri (w. 160 H.)5.Al-Laits ibn Sa’ad (w. 175 H.)6.Malik ibn Anas al-Bahi (w. 179 H.)7.Sufyan ibn Uyainah (w. 198 H.)8.Muhammad ibn Idris al-Syafi’i (w. 204 H.)9.Ahmad ibn Muhammad ibn Hanbal (w. 241 H.)10.Daud ibn ‘Ali al-Ashbahani al-Baghdadi (w. 270 H.)11.Ishaq bin Rahawaih (w. 238 H.)12.Abu Tsaur Ibrahim ibn Khalid al-Kalabi (w. 240 H.)13.Muhammad ibn Jarir ibn Yazid al-Thabari (w. 310 H.)Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa mazhab-mazhabyang pernah ada dalam sejarah umat Islam sangat sulit untuk dipastikanberapa bilangannya, untuk itu untuk menjelaskan berbagai pandangan

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mey Youmay liked this
wawanlum liked this
IMade Dewa liked this
Astari Pentul liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->