Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian hukum diplomatik

Pengertian hukum diplomatik

Ratings: (0)|Views: 3,374 |Likes:
Published by Jan Hehanussa

More info:

Published by: Jan Hehanussa on Dec 02, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

 
By : Roy Sanjaya, Dimas Anugrah, JonathanCategory : LawA. Pengertian Hukum Diplomatik Berbicara mengenai hukum diplomatik tentunya tidak dapat terpisah dari apa yang dinamakandengan diplomasi. Diplomasi merupakan suatu cara komunikasi yang dilakukan antara berbagai pihak termasuk negosiasi antara wakil-wakil yang sudah diakui. Ada beberapa ahli yangmencoba untuk memberikan definis dari diplomasi, beberapa diantaranya adalah :1.Random House Dictionary :“The conduct by goverment officials of negotiations and other relations between nationas; the artof science of conducting such negotiations; skill in managing negotiations, handling of people sothat there is little or no ill-will tact”.2.Sir Ernest Satow :“Diplomacy is the application of intelligence and tact to the conduct of official relations betweenthe Goverments of Independent States, extending sometimes also to their relations with vassalstates; or more briefly still, the conduct of business between States by peaceful means”.3.Quency Wright ( dalam buku The Study of International Relations) memberikan batasan dalam2 cara :a. The employment of tact, shrewdness, and skill in any negotiation or transaction. b. The art of negotiation in order to achieve the maximum of cost, within a system of politics inwhich war is a possibility.4.Harold Nicholson :a. The management of internal relations by means of negotiation. b. The method by which these relations are adjusted and manage by ambassadors andenvoys.c. The business of art of the diplomatist.d. Skill or address in the conduct of international intercourse and negotiations.5. Brownlie :“...diplomacy comprises any means by which states establish or maintain mutual relations,communicate with each other, or carry out political or legal transactions, in each casethrough their authorized agents”.Jika ditinjau dari pengertian secara tradisionalnya, hukum diplomatik digunakan untuk merujuk  pada norma-norma hukum internasional yang mengatur tentang kedudukan dan fungsi misidiplomatik yang dipertukarkan oleh negara-negara yang telah membina hubungan diplomatik.Pengertian hukum diplomatik secara tradisional itu kini telah meluas karena hukum diplomatik sekarang bukan sekedar mencakup hubungan diplomatik dan konsuler antar negara, akan tetapi juga meliputi keterwakilan negara dalam hubungannya dengan organisasi-organisasiinternasional.Ada beberapa faktor penting yang didapatkan dari pengertian hukum diplomatik yang telahdisebutkan sebelumnya diatas, yaitu :Hubungan antar bangsa untuk merintis kerja sama dan persahabatan.Hubungan itu dilakukan dengan pertukaran misi diplomatik.Para pejabat yang bersangkutan harus diakui statusnya sebagai wakil diplomatik.Dari faktor-faktor yang telah disebutkan di atas, maka pengertian hukum diplomatik padahakikatnya merupakan ketentuan atau prinsip-prinsip hukum internasional yang mengatur hubungan diplomatik antar negara yang dilakukan atas dasar permufakatan bersama dan
 
ketentuan atau prinsip-prinsip tersebut dituangkan dalam instrumen-instrumen hukum sebagaihasil dari kodifikasi hukum kebiasaan internasional dan pengembangan kemajuan hukuminternasional.B. Perkembangan Kodifikasi Hukum Diplomatik Dalam pergaulan masyarakat, negara sudah mengenal semacam misi-misi konsuler dandiplomatik dalam arti yang sangat umum seperti yang dikenal sekarang pada abad ke-16 dan ke-17, dan penggolongan Kepala Perwakilan Diplomatik telah ditetapkan dalam Kongres Wina1815 sebagai berikut :1.Duta-duta besar dan para utusan (ambassadors and legate)2.Minister plenipoteniary dan envoys extraordinary3.Kuasa Usaha (charge d' affaires)Dan setelah PBB didirikan pada tahun 1945, dua tahun kemudian telah dibentuk Komisi HukumInternasional. Setelah tiga puluh tahun (1949-1979), komisi telah menangani 27 topik dansubtopik hukum internasional, 7 diantaranya adakah menyangkut hukum diplomatik, yaitu :1.Pergaulan dan kekebalan diplomatik 2.Pergaulan dan kekebalan konsuler.3.Misi-misi khusus4.Hubungan antara negara bagian dan organisasi internasional5.Masalah perlindungan dan tidak diganggu gugatnya pejabat diplomatik dan orang lain yangmemperoleh perlindungan khusus menurut hukum internasional.6.Status kurir diplomatik dan kantong diplomatik yang diikutsertakan pada kurir diplomatik.7.Hubungan antara negara dengan organisasi internasionalC. Konvensi-konvensi PBB Mengenai Hukum Diplomatik 1. Konvensi Wina 1961 mengenai hubungan diplomatik Setelah berdirinya PBB pada tahun 1945, untuk pertama kalinya pengembangan kodifikasihukum internasional termasuk hukum diplomatik telah dimulai pada tahun 1949 secara intensif oleh Komisi Hukum Internasional khususnya mengenai ketentuan-ketentuan yang menyangkutkekebalan dan pergaulan diplomatik yang telah digariskan secara rinci.Konvensi Wina 1961 ini terdiri dari 53 pasal yang meliputi hampir semua aspek penting darihubungan diplomatik secara permanen antar negara. Di samping itu, juga terdapat 2 protokol pilihan mengenai masalah kewarganegaraan dan keharusan untuk menyelesaikan sengketa yangmasing-masing terdiri dari 8-10 pasal. Konvensi Wina 1961 itu beserta dengan dua protokolnyatelah diberlakukan sejak tanggal 24 April 1964 hingga 31 Desember 1987. Ada total 151 negarayang menjadi para pihak dalam Konvensi tersebut dimana 42 di antaranya adalah pihak dalam protokol pilihan mengenai perolehan kewarganegaraan dan 52 negara telah menjadi pihak dalam protokol pilihan tentang keharusan untuk menyelesaikan sengketa.Pasal 1-19 Konvensi Wina 1961 menyangkut pembentukan misi-misi diplomatik, hak dan cara-cara untuk pengangkatan serta penyerahan surat-surat kepercayaan dari Kepala PerwakilanDiplomatik (Dubes); pasal 20-28 mengenai kekebalan dan keistimewaan bagi misi-misidiplomatik termasuk di dalamnya pembebasan atas berbagai pajak. Pasal 29-36 adalah mengenaikekebalan dan keistimewaan yang diberikan kepada para diplomat dan keistimewaan bagianggota keluarganya serta staf pelayanan yang bekerja pada mereka dan pasal 48-53 berisitentang berbagai ketentuan mengenai penandatanganan, aksesi, ratifikasi dan mulai berlakunyaKonvensi itu.2. Konvensi Wina 1963 mengenai hubungan konsuler 
 
Untuk pertama kalinya usaha guna mengadakan kodifikasi peraturan-peraturan tentang lembagakonsul telah dilakukan dalam Konverensi negara-negara Amerika tahun 1928 di Havana, Kuba,di mana dalam tahun itu telah disetujui Convention on Consular Agents. Setelah itu, dirasakan belum ada suatu usaha yang cukup serius untuk mengadakan kodifikasi lebih lanjut tentang peraturan-peraturan tentang hubungan konsuler kecuali setelah Majelis Umum PBB memintakepada Komisi Hukum Internasional untuk melakukan kodifikasi mengenai masalah tersebut.3. Konvensi New York 1969 mengenai misi khususKonvensi ini Wina tahun 1961 dan 1963 telah mengutamakan kodifikasi dari hukum kebiasaanyang ada, sementara konvensi ini bertujuan untuk memberi peraturan yang lebih mengatur mengenai misi-misi khusus yang memiliki tujuan terbatas yang berbeda dengan misi diplomatik yang sifatnya permanen.4. Konvensi New York mengenai pencegahan dan penghukuman kejahatan terhadap orang-orang yang menurut hukum internasional termasuk para diplomat.Dalam perkembangannya, hukum diplomatik telah mencatat kemajuan lebih lanjut dengansecara khusus mengharuskan melalui sebuah konvensi, suatu kewajiban penting bagi negara penerima untuk mencegah setiap serangan yang ditujukan pada seseorang, kebebasan dankehormatan para diplomat serta untuk melindungi gedung perwakilan diplomatik. Dalam tahun1971, Organisasi Negara-negara Amerika telah menyetujui suatu konvensi tentang masalahtersebut. Dalam sidangnya yang ke-24 dalam tahun 1971, sehubungan dengan meningkatnyakejahatan yang dilakukan kepada misi diplomatik termasuk juga para diplomatnya, MajelisUmum PBB telah meminta Komisi Hukum Internasional untuk mempersiapkan rancangan pasal- pasal mengenai pencegahan dan penghukuman kejahatan-kejahatan yang dilakukan terhadaporang-orang yang dilindungi secara hukum internasional. Konvensi mengenai masalah ituakhirnya disetujui oleh Majelis Umum PBB di New York pada tanggal 14 Desember 1973dengan rseolusi 3166(XXVII).Dalam mukadimahnya, ditekankan akan pentingnya aturan-aturan hukum internasionalmengenai tidak boleh diganggu gugatnya dan perlunya proteksi secara khusus bagi orang-orangyang menurut hukum internasional harus dilindungi termasuk kewajiban-kewajiban negaradalam menangani dan mengatasi masalah itu. Konvensi New York 1973 ini terdiri dari 20 pasaldan walaupun hanya beberapa ketentuan tetapi cukup untuk mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan perlindungan dan penghukuman terhadap pelanggaran.5. Konvensi Wina 1975 mengenai keterwakilan negara dalam hubungannya denganOrganisasi Internasional yang bersifat universal.Pentingnya perumusan konvensi ini sebenarnya didorong dengan adanya situasi dimana pertumbuhan organisasi internasional yang begitu cepatnya baik dalam jumlah maupun lingkupmasalah hukumnya yang timbul akibat hubungan negara dengan organisasi internasional.Dalam perkembangannya lebih lanjut, ada permasalahan dalam persidangan tahun 1971 yangmengajukan tiga masalah, yaitu :1.Dampak yang mungkin terjadi dalam keadaan yang luar biasa seperti tidak adanya pengakuan,tidak adanya putusan, hubungan diplomatik dan konsuler atau adanya pertikaian senjata di antaraanggota-anggota organisasi internasional itu sendiri.2.Perlu dimasukkannya ketentuan-ketentuan mengenai penyelesaian sengketa3.Delegasi peninjau dari negara-negara ke berbagai badan dan konferensi.D. Sumber Hukum Internasional

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Widy My liked this
DarRu SeTiya liked this
Arnadi liked this
Yogu Cii Pippo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->