Tanggung jawab pemimpin menegakkan syariat Allah dengan selalu amar makruf dannahi munkar, berdasarkan firman Allah:
ِب ِ َ ُ ِؤ ْ ُو َ ِ ك َ ْم ُ ْا ِعَ َ ْ َ ْ َو َ ِو ُ ْم َ ْب ِ َو ُ ُ ْ َ ِ ل ِ ْج َ ِخ ْأُ ة ٍ أُ َي ْخ َ ْت ُ ْ ُا)
:امع110(
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepadayang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.
Dalam memimpin, setiap orang hendaknya berlaku adil terhadap yang dipimpinnya,sebagaimana firman Allah:
ِي ِ َ ْعَ َل ِي ُ َ ى َ َ ْا ِ ِت َ َو َ ّح َ ْب ِ ِ ا َي ْب َ ْك ُ ْ َ ض ِر َْْا ِ ة ًف َيل ِخ َ َ َل ْ َج َ ن إِ ُو ُا َ َ
) ِس َح ِ ْا َ ْ َ اس ُن َ م َب ِ د ٌد ِش َ ٌا َعَ ْ ُ َ ِا ِي ِ َ ْعَ َل ِ َ َ ِ ا إِ ِا: 26(
Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi,maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.
2.
Kedua, tujuan
amanah
,
Allah swt berfirman:إ
َل َم َ َو َ َ ْ ِ َ ْف َش ْأَو َ َ َل ْم ِح ْ َ ْأَ َي ْب َ َ َ ِ َ ِ ْاو َ ض ِر َْْاو َ ِا َم َس ا ل َعَ ة َن َ ََْا َ ْ َعَ ن ِ
:ازا)ً ُج َ ًل ُظ َ َ َ ه ُن إِ ُس َن ِْْا72
(
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akanmengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,
Dalam pengertian umum amanat ini adalah kesanggupan manusia untukmelaksanakan segala yang diperintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.Pada tujuan penciptaan manusia yang kedua ini, manusia sebagai hamba Allah yangtelah diangkat sebagai khalifah di dunia, diserahi amanat untuk dengan ikhlasberibadah dan mengabdi kepada-Nya dengan menegakkan syariat Allah di dunia.Dalam pengertian lebih khusus, ia adalah tanggungjawab setiap manusia sebagaipemimpin, dengan berusaha keras untuk menjadikan dirinya ahli dalam bidang yang iatekuni. Serang guru misalnya, dikatakan telah berusaha memenuhi amanat apabila iaterus menerus meningkatkan kemampuan dan keahlian dalam bidang yang ia ajarkan,sehingga ia menjadi guru yang professional, demikian pula profesi-profesi yang lain.Sehingga apabila seseorang menerima suatu amanat diluar kemampuannya dan tanpausaha untuk menjadikan dirinya mampu untuk melaksanakannya, berarti ia telahmenyia-nyiakan amanat, dan ini akan berdampak buruk berupa kehancuran padabidang yang ia bukanlah ahli untuk menanganinya. Rasulullah saw bersabda:
َ َ َ ب ِا َعْأَ ُءَج َ َ ْ َ ْا ث ُد ّح َ ُ ٍل ِ ْ َ ِ َل َو َ ه ِي ْل َعَ ُا ل َ ِ ا م َ َي ْب َ َق َ َ َ ْ َُ ب ِأَ ْعَ
َ ِك َ َ َق َ َ َم ِ َ ِ ْ َ ْا ُ ْب َ َ َ َ ث ُد ّح َ ُ َل َو َ ه ِي ْل َعَ ُا ل َ ِا ُ ُر َ َم َ َ ة ُعَس ا ت َ َ
2