Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
47Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ANAK LUAR NIKAH SEBAGAI AHLI WARIS MENURUT KUH PERDATA

ANAK LUAR NIKAH SEBAGAI AHLI WARIS MENURUT KUH PERDATA

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 3,094 |Likes:
Published by api-19482307

More info:

Published by: api-19482307 on Dec 03, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

 
ANAK LUAR NIKAH SEBAGAI AHLI WARIS MENURUT KUH PERDATAI. PendahuluanSudah sejak dahulu telah ada peraturan mengenai pewarisan meskipun semulabukan peraturan hukum melainkan peraturan kebiasaan atau adat, yangmenentukan apa yang harus terjadi dengan harta kekayaan yang tidak lagimempunyai pemilik, dan keluarga sedarahlah yang menggantikan pemilik lama.Mengapa yang mewaris adalah keluarga sedarah dari keturunan pewaris?Maka jawaban pastinya karena adanya hubungan sakral antara anggotakeluarga. Di dalam hukum waris, setiap hak didukung oleh suatu subjek hukumbaik itu merupakan orang atau badan hukum. Apabila subjek hukum itu hilangharus ada yang menggantikannya sebab jika tidak maka semua hak itu tidak adaaktivanya yang akan menjadi rebutan dan para krediturnyaakan kehilangandebitur.Peraturan-peraturan yang mengatur tentang perpindahan hartakekayaan dari seseorang yang meninggal dunia kepada seseorang ataubeberapa orang lain, bersama-sama merupakan hukum waris. Hartakekayaan yang berpindah itu dinamakan ahli waris. Kepindahannya itusendiri dinamakan pewarisan. Jadi pengertian warisan adalah soal apakahdan bagaimana pelbagai hak-hak kewajiban tentang kekayaan sesorang padawaktu ia meninggal dunia akan beralih kepada orang lain yang masih hidup.Untuk dapat mewaris maka ahli waris itu ada yang karena ditunjuk oleh UUdan ada yang karena ditunjuk oleh surat wasiat yang dapat mewarisberdasarkan UU dibagi atas 4 (empat) golongan yaitu:1. anak dan suami/isteri;2. adanya pembelahan (kloving) ½ untuk keluarga ibu dan ½ - nya untukkeluarga ayah khususnya untuk leluhur ke atas;3. saudara kandung dan orang tua;4. keluarga dalam garis menyimpang sampai ke 6 (enam) kalausemuanya tidak ada akan jatuh pada negara. Page 2www.santoslolowang.comHalaman 2 dari 35Penggolongan pewarisan anak luar nikah dibagi atas:1. Anak sah (anak yang lahir dalam perkawinan yang sah).2. Anak luar nikah yang dapat dibagi atas:a. anak luar nikah dapat diakui sahnya yaitu: anak yang lahir dimana antara laki-laki dan perempuan itu belum kawin ataukeduanya tidak ada hubungan darah;b. anak luar nikah yang tidak dapat diakui sah, yaitu: anaksumbang (anak yang lahir dimana anak laki-laki dan perempuanitu mempunyai hubungan darah) dan anak zinah yaitu anaklaki-laki dan perempuan itu yang keduanya atau salah satunyatelah terikat oleh suatu perkawinan yang sah.Anak luar nikah inilah yang dapat diakui sah dan boleh
 
mendapatkan harta warisan sedangkan anak luar nikah yangtidak dapat diakui sah hanyalah mempunyai hak atas biayahidup.Pasal 862 sampai dengan pasal 873 KUHPerdata adalah mengenaihubungan hukum antara anak luar nikah dengan orang tuanya. Dengan kata“natuurlijk kind” (anak luar nikah), orang menggantikan: semua anak tidaksah, kecuali yang dihasilkan dari zinah dan anak sumbang.Kelahiran itu sendiri hanya ada hubungan antara ibu dan anak.Hubungan anak dengan laki-laki yang membuahkannya tidak ada. Barulahkarena pengakuannya lahirlah hubungan-hubungan hukum antara anak danlaki-laki yang mengakuinya. Walaupun kedudukannya tetap terbelakang dibandingkan dengan anak sah, terutama dalam hukum waris. Selain itu anakluar nikah baik yang diakui maupun tidak berada dibawah kekuasaan orangtua melainkan dibawah perwalian.Mengenai arti pengakuan itu sendiri tidak ada kesatuan pendapat.Apakah pengakuan itu merupakan bukti adanya hubungan darah, adanyahubungan kekeluargaan yang alamiah ataukah pengakuan itu adalah suatuperbuatan hukum yang menimbulkan hubungan kekeluargaan sehinggabukan keturunanlah melainkan pengakuannya itu yang menjadi sumber huungan hukum antara anak dan orang tua. Page 3www.santoslolowang.comHalaman 3 dari 35Pasal 862 KUHPerdata hanya memberikan hak mewaris kepada anakluar nikah yang ada hubungan perdata dengan si pewaris berdasarkan pasal281 KUHPerdata. Sejak kelahiran seorang anak, terjadilah hubungan perdataantara orang tua dan anak. Hubungan yang demikian terhadi dengansendirinya karena kelahiran. Jadi dengan kelahirannya maka anak yang tidaksah itu menjadi anak luar nikah dari si ibu. Dengan pengakuan si ayah iamenjadi anak luar nikah dari si ayah.Anak luar nikah tidak akan pernah dapat mewaris dari sanak keluargaorang tuanya, dan sebaliknya sanak keluarga orang tuanya, dan tidak dapatbertindak dalam harta peninggalan anak luar nikah dari salah seoranganggota keluarganya. Akan tetapi pasal 873 KUHPerdata memungkinkanterjadi pewarisan yang demikian. Jadi hanya apabila sama sekali tidak adaorang lain, maka anak luar nikah dapat mewaris dari sanak keluarga orangtuanya dan sebaliknya dengan menyampingkan negara.II. Kedudukan Anak Luar Nikah Menurut KUHPerdataA. Kedudukan dari setiap ahli warisSetiap orang yang meninggal dengan meninggalkan harta kekayaandisebut pewaris. Ini berarti sebagai syarat pewaris adalah adanya hak-hakatau sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi pada pihak ketiga, yang dapatdinilai uang. Dan salah satu unsur pengertian warisan ialah ahli waris.Untuk pewarisan karena kematian, kesanggupan atau kelahiransebagai anak yang sulung tidaklah menjadi soal. Undang-undang pembagiahli waris karena kematian, terbagi dalam 4 (empat) golongan:
 
Golongan Pertama: terdiri dari suami/isteri dan keturunannya.Golongan kedua: terdiri dari orang tua, saudara dan keturunan saudara.Golongan ketiga: terdiri dari leluhur lain-lainnya.Golongan keempat: terdiri dari anak keluarga lainnya dalam garismenyimpang sampai dengan derajat keenam.Kalau semua ini tidak ada, maka negaralah yang menerima hartapeninggalan, tetapi tidak sebagai ahli waris. Page 4www.santoslolowang.comHalaman 4 dari 35“kalau menurut pasal-pasal BW tersebut sama sekali tidak ada ahli warisyang berhak atas harta warisan, maka harta warisan ini menjadi miliknegara, yang juga wajib membayar hutang-hutang si wafat sepanjang hartawarisan mencukup untuk itu.”1Orang-orang yang termasuk golongan berikutnya, tidak dapatmenerima apa-apa dari harta peninggalan selama masih ada orang darigolongan yang terdahulu. Jadi kakek atau nenek tidak dapat mewarisi karenakematian, apabila pewaris meninggalkan seorang saudara.Golongan pertama: orang yang pertama kali dipanggil oleh UU adalah anakdan keturunan selanjutnya serta suami atau isteri dari si mati. Anak-anakmewarisi untuk bagian yang sama besarnya. Suami atau isteri mewarisisuatu bagian dari anak. Apabila seorang meninggalkan lima orang anak dansatu suami atau isteri, maka masing-masing mereka itu mewarisi karenakematian 1/6 dari harta peninggalan. Pasal 852 KUHPerdata menjelaskan:Anak-anak atau sekalian keturunan mereka, baik dilahirkan dari lain-lain perkawinan sekalipun, mewaris dari kedua orang tua, kakek ataunenek atau semua keluarga sedarah mereka selanjutnya dalam garisdan perempuan dan tiada perbedaan berdasarkan kelahiran lebihdahulu. Mereka mewaris kepala demi kepala, jika dengan si meninggalmereka bertalian keluarga dalam derajat ke satu dan masing-masingmempunyai hak karena diri sendiri dan mereka mewaris pancang demipancang, jika sekalian mereka atau sekedar sebagian merekabertindak sebagai pengganti.2Diantara keturunan, orang lebih dekat derajatnya kecuali pelaksanaan aturanpenggantian, menyampingkan orang yang lebih jauh derajatnya.Apabila cucu mewarisi untuk diri sendiri, mereka mewarisi untukbagian yang sama besarnya. Harta peninggalan suami atau isteri, dua oranganak, dan tiga orang cucu maka anak dari anak yang meninggal lebihdahulu, dibagi dalam empat bagian yang sama besarnya. Suami atau isteritiap anak dan ketiga cucu bersama-sama menerima seperempat. Kalau ayah1Wirjono Prodjodikoro., Hukum Warisan di Indonesia, cetakan ke-4, Sumur Bandung, hal. 82

Activity (47)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Anggi Adhelina liked this
yuga_maulana liked this
Yose Sano liked this
Boengsoe Chalteg liked this
Wahhab Ar Resya liked this
Difa Dola liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->