Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
90Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pelaksanaan Pemilu Tahun 1955

Pelaksanaan Pemilu Tahun 1955

Ratings: (0)|Views: 13,054 |Likes:
Published by mufti-makhsun-8059

More info:

Published by: mufti-makhsun-8059 on Dec 03, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/04/2014

pdf

text

original

 
Pelaksanaan Pemilu Tahun 1955
Pemerintah Negara Indonesia berkeinginan menyelenggarakan pemilu, sejak awalterbentuknya NKRI, seperti yang tersirat dalam Maklumat Wakil Presiden RI Tanggal 3November 1945 yang menganjurkan pembentukan partai politik dan penegasan bahwapemilu untuk memilih anggota DPR dan MPR akan diselenggarakan pada Januari 1946.Namun, rencana pelaksanaan pemilihan umum itu gagal. Hal ini disebabkan olehketidakpastian pemerintahan baru termasuk dalam menyiapkan perangkat UU Pemilu, danbelum stabilnya kondisi keamanan negara akibat konflik internal antar kekuatan politik yangada pada waktu itu, serta gangguan dari luar yang masih mengancam.Sejak Indonesia merdeka, pemilihan umum pertama di Indonesia baru terlaksana padatahun 1955. Pemilihan umum diadakan selama dua periode. Periode pertama tanggal 29September 1955 dilaksanakan untuk memilih keanggotaan DPR. Sedangkan periode keduadilaksanakan pada tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih anggota konstituante (SidangPembuat Undang-Undang Dasar). Tidak kurang dari 80 partai politik, organisasi massa, danpuluhan perorangan ikut serta mencalonkan diri dalam pemilu yang pertama ini. Padapemilu ini, anggota TNI-APRI, juga menggunakan hak pilihnya berdasarkan peraturan yangberlaku ketika itu (30 Tahun Indonesia Merdeka 1950-1964, 1981:88).Pada pelaksanaan pemilu pertama, Indonesia dibagi menjadi 16 daerah pemilihan yangmeliputi 208 daerah kabupaten, 2.139 kecamatan, dan 43.429 desa. Dengan perbandingansetiap 300.000 penduduk diwakili seorang wakil. Pemilu pertama ini diikuti oleh banyakpartai politik karena pada saat itu NKRI menganut kabinet multi partai sehingga DPR hasilpemilu terbagi ke dalam beberapa fraksi (30 Tahun Indonesia Merdeka 1950-1964,1981:88)Jumlah anggota DPR hasil pemilu pertama (1955) adalah 272 orang dan dilantik padatanggal 20 Maret 1956. Dari jumlah tersebut 60 anggota merupakan Fraksi Masyumi, 58anggota Fraksi PNI, 47 anggota Fraksi NU, 32 anggota Fraksi PKI, 11 anggota FraksiNasional Progresif, yaitu gabungan partai/organisasi: Baperki, Permai, Acoma, Murba, PRN,Gerindo, PIR. Wongsonegoro, dan anggota perorangan R. Soedjono Prawirosoedardjo, 11anggota Fraksi Pendukung Proklamasi yang terdiri dari wakil-wakil partai/organisasi: IPKI,Partai Buruh, PRI, dan PRD, 9 anggota Fraksi PARKINDO, 8 anggota Fraksi PSII, 8 anggotaFraksi katolik yang bergabung dengan wakil Persatuan Daya, 5 wakil PSI, 4 wakil PERTI, 1wakil PIR. Hazairin, 11 wakil Nasional Progresif (merupakan gabungan daripartai/organisasi: Baperki, Acoma, Murba, PRN, Grinda, PIR. Wongso, dan anggotaperorangan R. Soedjono Prawirosoedardjo), 11 wakil Pendukung Proklamasi (gabungan daripartai/organisasi IPKI, Partai Buruh, PRIM, PRI, dan PRD), 7 wakil Pembangunan, 2 wakilGerakan Pembela Pancasila, 2 wakil P3RI, 1 wakil perorangan AKUI, 1 wakil peroranganPPTI, 5 wakil golongan/perwakilan/tak berpartai dan lain-lain (Budiardjo, 1985:194).Sedangkan anggota konstituante berjumlah 542 orang dan dilantik secara resmi padatanggal 10 November 1956. Dalam prakteknya konstituante dan DPR hasil pemilu pertamatidak dapat menjalankan tugas dan fungsinya dikarenakan fraksi-fraksi yang ada, lebih
 
banyak mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan bangsa dan negara.Munculnya Nahdatul Ulama (NU) dan Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai partai besarmerupakan hal yang tidak terduga. Tetapi pemilu tersebut merupakan peristiwa yangmembanggakan karena prosesnya berjalan tertib dan bersih serta bebas dari bentrokan. Halini terjadi karena adanya partisipasi rakyat dan kesadaran yang cukup tinggi akanpentingnya pesta demokrasi bagi rakyat Indonesia.Meskipun banyak kalangan termasuk sejumlah pengamat asing menilai, pemilu pertama inisebagai pemilu yang paling demokratis. Akan tetapi pemilu ini tidak menghasilkan solusidalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi. Badan konstituante yang telahterbentuk tidak segera melaksanakan tugasnya sampai pada bulan November 1956. Bahkanbadan ini pada akhirnya dibubarkan tanpa menghasilkan UUD yang baru. Demikian pulapemilu yang diharapkan akan menghentikan pergantian pemerintahan dalam waktu yangsingkat karena dijatuhkan oleh oposisi ternyata tidak terwujud.
 
Pemilihan Umum Indonesia 1955
Pemilihan Umum Indonesia 1955
adalah pemilihan umum pertama di Indonesia dandiadakan pada tahun 1955. Pemilu ini sering dikatakan sebagai pemilu Indonesia yang
 paling demokratis
.Pemilu tahun 1955 ini dilaksanakan saat keamanan negara masih kurang kondusif;beberapa daerah dirundung kekacauan oleh DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia)khususnya pimpinan Kartosuwiryo. Dalam keadaan seperti ini, anggota angkatan bersenjatadan polisi juga memilih. Mereka yang bertugas di daerah rawan digilir datang ke tempatpemilihan. Pemilu akhirnya pun berlangsung aman.Pemilu ini bertujuan untuk memilih
anggota-anggota DPR dan Konstituante
. Jumlahkursi DPR yang diperebutkan berjumlah 260, sedangkan kursi Konstituante berjumlah 520(dua kali lipat kursi DPR) ditambah 14 wakil golongan minoritas yang diangkat pemerintah.Pemilu ini dipersiapkan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. Namun,Ali Sastroamidjojo mengundurkan diri dan pada saat pemungutan suara, kepalapemerintahan telah dipegang oleh Perdana Menteri Burhanuddin Harahap.Sesuai tujuannya, Pemilu 1955 ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu:* Tahap pertama adalah Pemilu untuk memilih anggota DPR. Tahap ini diselenggarakanpada tanggal 29 September 1955, dan diikuti oleh 29 partai politik dan individu,* Tahap kedua adalah Pemilu untuk memilih anggota Konstituante. Tahap inidiselenggarakan pada tanggal 15 Desember 1955.
Lima besar dalam Pemilu ini 
adalah Partai Nasional Indonesia mendapatkan 57 kursi DPRdan 119 kursi Konstituante (22,3 persen), Masyumi 57 kursi DPR dan 112 kursiKonstituante (20,9 persen), Nahdlatul Ulama 45 kursi DPR dan 91 kursi Konstituante (18,4persen), Partai Komunis Indonesia 39 kursi DPR dan 80 kursi Konstituante (16,4 persen),dan Partai Syarikat Islam Indonesia (2,89 persen).Partai-partai lainnya, mendapat kursi di bawah 10. Seperti PSII (8), Parkindo (8), PartaiKatolik (6), Partai Sosialis Indonesia (5). Dua partai mendapat 4 kursi (IPKI dan Perti).Enam partai mendapat 2 kursi (PRN, Partai Buruh, GPPS, PRI, PPPRI, dan Partai Murba).Sisanya, 12 partai, mendapat 1 kursi (Baperki, PIR Wongsonegoro, PIR Hazairin, Gerina,Permai, Partai Persatuan Dayak, PPTI, AKUI, PRD, ACOMA dan R. SoedjonoPrawirosoedarso).Pemilu 1955 tidak dilanjutkan sesuai jadwal pada lima tahun berikutnya, 1960. Hal inidikarenakan pada 5 Juli 1959, dikeluarkan Dekrit Presiden yang membubarkan Konstituantedan pernyataan kembali ke UUD 1945.Kemudian pada 4 Juni 1960, Soekarno membubarkan DPR hasil Pemilu 1955, setelahsebelumnya dewan legislatif itu menolak RAPBN yang diajukan pemerintah. PresidenSoekarno secara sepihak melalui Dekrit 5 Juli 1959 membentuk DPR-Gotong Royong (DPR-GR) dan MPR Sementara (MPRS) yang semua anggotanya diangkat presiden.

Activity (90)

You've already reviewed this. Edit your review.
Yesi Rehulina liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Mawar Nazara added this note
apakah pemilu pada thn 1955 memiliki asaz ???
Reiza Deirfana liked this
Hyun Elf added this note
thanks :)
Apriyogi Laksmana Hutama added this note
I Like this..
radenkaleh liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->