• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
DEMAM TYPHOIDDEFINISI
Demam tifoid pada masyarakat dengan standar hidup dan kebersihan rendah, cenderungmeningkat dan terjadi secara endemis. Biasanya angka kejadian tinggi pada daerah tropik dibandingkan daerah berhawa dingin. Sumber penularan penyakit demam tifoid adalah penderita yang aktif, penderita dalam fase konvalesen, dan kronik karier.. Demam Tifoid juga dikenali dengan nama lain yaitu Typhus Abdominalis,Typhoid fever atau Entericfever. Demam tifoid adalah penyakit sistemik  yang akut yang mempunyai karakteritik  demam, sakit kepala dan ketidakenakan abdomen berlangsung lebih kurang 3 mingguyang juga disertai gejala-gejala perut pembesaran limpa dan erupsi kulit. Demam tifoid(termasuk para-tifoid) disebabkan oleh kuman Salmonella typhi, S paratyphi A, S paratyphi B dan S paratyphi C. Jika penyebabnya adalah S paratyphi, gejalanya lebihringan dibanding dengan yang disebabkan oleh S typhi.
PENYEBAB
Demam typhoid timbul akibat dari infeksi oleh bakteri golongan Salmonella yangmemasuki tubuh penderita melalui saluran pencernaan. Sumber utama yang terinfeksiadalah manusia yang selalu mengeluarkan mikroorganisme penyebab penyakit,baik ketika ia sedang sakit atau sedang dalam masa penyembuhan.Pada masa penyembuhan, penderita pada masih mengandung Salmonella spp didalam kandung empedu atau didalam ginjal. Sebanyak 5% penderita demam tifoid kelak akan menjadi karier sementara,sedang 2 % yang lain akan menjadi karier yang menahun.Sebagian besar dari karier tersebut merupakan karier intestinal (intestinal type) sedang yang lain termasuk urinarytype. Kekambuhan yang yang ringan pada karier demam tifoid,terutama pada karier jenisintestinal,sukar diketahui karena gejala dan keluhannya tidak jelas.
PENYEBARAN KUMAN
Demam tifoid adalah penyakit yang penyebarannya melalui saluran cerna (mulut,esofagus, lambung, usus 12 jari, usus halus, usus besar, dstnya). S typhi masuk ke tubuhmanusia bersama bahan makanan atau minuman yang tercemar. Cara penyebarannyamelalui muntahan, urin, dan kotoran dari penderita yang kemudian secara pasif terbawaoleh lalat (kaki-kaki lalat). Lalat itu mengontaminasi makanan, minuman, sayuran,maupun buah-buahan segar. Saat kuman masuk ke saluran pencernaan manusia, sebagiankuman mati oleh asam lambung dan sebagian kuman masuk ke usus halus. Dari usushalus itulah kuman beraksi sehingga bisa ” menjebol” usus halus. Setelah berhasilmelampaui usus halus, kuman masuk ke kelenjar getah bening, ke pembuluh darah, danke seluruh tubuh (terutama pada organ hati, empedu, dan lain-lain).Jika demikiankeadaannya, kotoran dan air seni penderita bisa mengandung kuman S typhi yang siapmenginfeksi manusia lain melalui makanan atau pun minuman yang dicemari. Pada penderita yang tergolong carrier (pengidap kuman ini namun tidak menampakkan gejalasakit), kuman Salmonella bisa ada terus menerus di kotoran dan air seni sampai bertahun-tahun. S. thypi hanya berumah di dalam tubuh manusia. Oleh kerana itu, demam tifoid
 
sering ditemui di tempat-tempat di mana penduduknya kurang mengamalkan membasuhtangan manakala airnya mungkin tercemar dengan sisa kumbahan.Sekali bakteria S. thypi dimakan atau diminum, ia akan membahagi dan merebak kedalam saluran darah dan badan akan bertindak balas dengan menunjukkan beberapagejala seperti demam. Pembuangan najis di merata-rata tempat dan hinggapan lalat (lipasdan tikus) yang akan menyebabkan demam tifoid.
PATOLOGI
HCL (asam lambung) dalam lambung berperan sebagai penghambat masuknyaSalmonella spp dan lain-lain bakteri usus. Jika Salmonella spp masuk bersama-samacairan, maka terjadi pengenceran HCL yang mengurangi daya hambat terhadapmikroorganisme penyebab penyakit yang masuk. Daya hambat HCL ini akan menurun pada waktu terjadi pengosongan lamung, sehingga Salmonella spp dapat masuk ke dalamusus penderita dengan lebih senang. Salmonella spp seterusnya memasuki folikel-folikellimfe yang terdapat di dalam lapisan mukosa atau submukosa usus, bereplikasi dengancepat untuk menghasilkan lebih banyak Salmonella spp. Setelah itu, Salmonella sppmemasuki saluran limfe dan akhirnya mencapai aliran darah. Dengan demikian terjadilah bakteremia pada penderita. Dengan melewati kapiler-kapiler yang terdapat dalam dindingkandung empedu atau secara tidak langsung melalui kapiler-kapiler hati dan kanalikuliempedu, maka bakteria dapat mencapai empedu yang larut disana. Melalui empedu yanginfektif terjadilah invasi kedalam usus untuk kedua kalinya yang lebih berat daripadainvasi tahap pertama. Invasi tahap kedua ini menimbulkan lesi yang luas pada jaringanlimfe usus kecil sehingga gejala-gejala klinik menjadi jelas. Demam tifoid merupakansalah satu bekteremia yang disertai oleh infeksi menyeluruh dan toksemia yang dalam.Berbagai macam organ mengalami kelainan, contohnya sistem hematopoietik yangmembentuk darah, terutama jaringan limfoid usus kecil, kelenjar limfe abdomen, limpadan sumsum tulang. Kelainan utama terjadi pada usus kecil, hanya kadang-kadang padakolon bagian atas, maka Salmonella paratyphi B dapat menimbulkan lesi pada seluruh bagian kolon dan lambung.Pada awal minggu kedua dari penyakit demam tifoid terjadi nekrosis superfisial yangdisebabkan oleh toksin bakteri atau yang lebih utama disebabkan oleh pembuntuan pembuluh-pembuluh darah kecil oleh hiperplasia sel limfoid (disebut sel tifoid). Mukosayang nekrotik kemudian membentuk kerak, yang dalam minggu ketiga akan lepassehingga terbentuk ulkus yang berbentuk bulat atau lonjong tak teratur dengan sumbu panjang ulkus sejajar dengan sumbu usus. Pada umumnya ulkus tidak dalam meskipuntidak jarang jika submukosa terkena, dasar ulkus dapat mencapai dinding otot dari usus bahkan dapat mencapai membran serosa.Pada waktu kerak lepas dari mukosa yang nekrotik dan terbentuk ulkus, maka perdarahanyang hebat dapat terjadi atau juga perforasi dari usus. Kedua komplikasi tersebut yaitu perdarahan hebat dan perforasi merupakan penyebab yang paling sering menimbulkankematian pada penderita demam tifoid. Meskipun demikian, beratnya penyakit demamtifoid tidak selalu sesuai dengan beratnya ulserasi. Toksemia yang hebat akanmenimbulkan demam tifoid yang berat sedangkan terjadinya perdarahan usus dan
 
 perforasi menunjukkan bahwa telah terjadi ulserasi yang berat. Sedangkan perdarahanusus dan perforasi menunjukkan bahwa telah terjadi ulserasi yang berat. Pada serangandemam tifoid yang ringan dapat terjadi baik perdarahan maupun perforasi.Pada stadium akhir dari demam tifoid, ginjal kadang-kadang masih tetap mengandungkuman Salmonella spp sehingga terjadi bakteriuria. Maka penderita merupakan urinarykarier penyakit tersebut.Akibatnya terjadi miokarditis toksik, otot jantung membesar dan melunak. Anak-anak dapat mengalami perikarditis tetapi jarang terjadi endokaritis. Tromboflebitis, periostitisdan nekrosis tulang dan juga bronkhitis serta meningitis kadang-kadang dapat terjadi pada demam tifoid.
GAMBARAN KLINIK 
Masa Inkubasi
Masa inkubasi dapat berlangsung 7-21 hari, walaupun pada umumnya adalah 10-12 hari.Pada awal penyakit keluhan dan gejala penyakit tidaklah khas, berupa :
~ anoreksia
~ rasa malas
~ sakit kepala bagian depan
~ nyeri otot
~ lidah kotor 
~ gangguan perut (perut meragam dan sakit)
Gambaran klasik demam tifoid (Gejala Khas)
Biasanya jika gejala khas itu yang tampak, diagnosis kerja pun bisa langsung ditegakkan.Yang termasuk gejala khas Demam tifoid adalah sebagai berikut.
~Minggu Pertama (awal terinfeksi)
Setelah melewati masa inkubasi 10-14 hari, gejala penyakit itu pada awalnya samadengan penyakit infeksi akut yang lain, seperti demam tinggi yang berpanjangan yaitusetinggi 39ºc hingga 40ºc, sakit kepala, pusing, pegal-pegal, anoreksia, mual, muntah, batuk, dengan nadi antara 80-100 kali permenit, denyut lemah, pernapasan semakin cepatdengan gambaran bronkitis kataral, perut kembung dan merasa tak enak,sedangkan diaredan sembelit silih berganti. Pada akhir minggu pertama,diare lebih sering terjadi. Khaslidah pada penderita adalah kotor di tengah, tepi dan ujung merah serta bergetar atautremor. Episteksis dapat dialami oleh penderita sedangkan tenggorokan terasa kering dan beradang. Jika penderita ke dokter pada periode tersebut, akan menemukan demamdengan gejala-gejala di atas yang bisa saja terjadi pada penyakit-penyakit lain juga. Ruamkulit (rash) umumnya terjadi pada hari ketujuh dan terbatas pada abdomen disalah satusisi dan tidak merata, bercak-bercak ros (roseola) berlangsung 3-5 hari, kemudian hilangdengan sempurna. Roseola terjadi terutama pada penderita golongan kulit putih yaitu berupa makula merah tua ukuran 2-4 mm, berkelompok, timbul paling sering pada kulit
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...