Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kewirausahaan cici

kewirausahaan cici

Ratings: (0)|Views: 881 |Likes:
Published by rio doloksaribu

More info:

Published by: rio doloksaribu on Dec 03, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANG MASALAHPada era globalisasi ini, Indonesia ditantang untuk memasuki perdagangan bebassehingga jumlah tenaga kerja yang berkiprah disektor industri akan bertambah sejalandengan pertambahan industri. Dengan pertambahan tersebut, maka konsekuensi permasalahan industri juga semakin kompleks, termasuk masalah Keselamatan danKesehatan Kerja (K3).1Pada tiga dasawarsa yang lalu, penyakit paru masih didominasi oleh penyakit infeksi,khususnya tuberkulosis, pneumoni, bronkiektasis, empiema, abses paru dan lain-lain. Namun perkembangan yang sangat pesat disegala sektor saat ini telah mengubah pola penyakit yang ada.Berbagai faktor yang berperan terhadap pola penyakit pernafasan tersebut antara lain: perkembangan sektor industri yang bertanggung jawab terhadap terjadi polusi udara,meningkatnya produksi rokok, urbanisasi, dan krisis ekonomi.Keadaan ini menyebabkan meningkatnya frekuensi penyakit pernafasan yang tidak adakaitannya dengan infeksi, antara lain : asma, bronkitis kronis, penyakit akibat pencemaran lingkungan, penyakit paru obstruksi kronis (PPOK), kanker paru dan lain-ain. 1,2Di Indonesia, penyakit atau gangguan paru akibat kerja yang disebabkan oleh debudiperkirakan cukup banyak, meskipun data yang ada masih kurang. Hasil pemeriksaankapasitas paru yang dilakukan di Balai HIPERKES dan Keselamatan Kerja SulawesiSelatan pada tahun 1999 terhadap 200 tenaga kerja di 8 perusahaan, diperoleh hasilsebesar 45% responden yang mengalami restrictive (penyempitan paru), 1% respondenyang mengalami obstructive (penyumbatan paru-paru), dan 1% responden mangalamicombination (gabungan antara restrictive dan obstructive).Debu yang terhirup oleh tenaga kerja dapat menimbulkan kelainan fungsi atau kapasitas paru. Kelainan tersebut terjadi akibat rusaknya jaringan paru-paru yang dapar  berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas kerja. Debu campuran menyebabkan penyakit paru pada tenaga kerja yang disebut dengan penyakit paru akibat kerja olehkarena disebabkan oleh pekerjaan atau faktor lingkungan kerja. Penyakit demikian seringdisebut juga penyakit buatan manusia, oleh karena timbulnya disebabkan oleh adanya pekerjaan.2Pada penelitian Darma Setyakusuma dkk pada pengaruh debu besi terhadap kesehatan paru-paru pekerja pabrik besi PT. Krakatau Steel, Cilegon (1985) mendapatkan bronkitisindustri sebesar 11,9 % pada kelompok terpajan dan pada kelompok tidak terpajan.Pada penelitian Ria Faridawati,dkk (1955) melaporkan prevalensi bronchitis kronis 14 %(42 orang dari 150 orang) dan 0,33 % (20 orang dari 150 orang) yang diteliti pada pekerja
 
di PT. Krakatau Steel Cilegon.2B. BATASAN MASALAHDengan terbatasnya waktu , tenaga, fasilitas, serta dana, maka kami membatasi cakupan penelitian kami pada gangguan pernapasan pada karyawan unit produksi PT. SemenTonasa Periode 2002 - 2006C. RUMUSAN MASALAHBerdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka yang menjadi rumusanmasalah pada penelitian ini adalah :1. Berapa besar gangguan pernapasan dihubungkan dengan masa kerja ?2. Berapa besar gangguan pernapasan dihubungkan dengan jenis pekerjaan ?3. Berapa besar gangguan pernapasan dihubungkan dengan usia ?4. Berapa besar gangguan pernapasan dihubungkan dengan pemakaian alat pelindung diri?5. Berapa besar gangguan pernapasan dihubungkan dengan kadar debu diudara tempatkerja ?D. TUJUAN PENELITIAN1. Tujuan UmumUntuk mendapatkan informasi tentang tentang gangguan pernapasan yang dialami olehkaryawan unit produksi PT. Semen Tonasa 2002-20062. Tujuan Khususa. Mengetahui gambaran usia karyawan unit produksi yang mengalami gangguan pernapasan periode 2002-2006. b Mengetahui gambaran masa kerja karyawan unit produksi yang mengalami gangguan pernapasan periode 2002-2006.c. Mengetahui gambaran jenis pekerjaan karyawan unit produksi yang mengalamigangguan pernapasan periode 2002-2006.d. Mengetahui gambaran pemakaian alat pelindung diri karyawan unit produksi yangmengalami gangguan pernapasan periode 2002-2006.e. Mengetahui gambaran kadar debu lingkungan kerja pada unit produksi PT. SemenTonasa periode 2002-2006.E. MANFAAT PENELITIAN1. Hasil dari penelitian ini diaharapkan menjadi bahan masukan bagi perusahaan itusendiri untuk mengambil langkah kebijakan dalam menunjang pelaksanaan kesehatan dankeselamatan kerja.2. Hasil penelitian ini diharapkan berguna sebagai sumbangan ilmiah yang bermanfaat bagi pembaca atau penelitinya.3. Bagi peneliti, merupakan pengalaman berharga dalam memperluas wawasan pengetahuan dalam bidang kesehatan dan keselamatan kerja.F. ACUAN PENELITIAN1. Tinjauan kepustakaan2. Bimbingan dan arahan dari pembimbing dan staf dosen bagian Ilmu KesehatanMasyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas FK-UNHAS.3. Seminar dan diskusi4. Survey lapangan
 
BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. TINJAUAN UMUM TENTANG SISTEM PERNAPASANSistem pernapasan terdiri atas paru-paru dan sistem saluran yang menghubungkan jaringan paru dengan lingkungan luar paru yang menghubungkan jaringan paru denganlingkungan luar paru yang berfungsi untuk menyediakan oksigen untuk darah danmembuang karbondioksida. Sistem pernapasan secara umum terbagi atas:1. Bagian konduksi, yang terdiri atas : Rongga hidung, nasofaring, laring, trakea,Bronkus, dan bronkiolus. Bagian ini berfungsi untuk menyediakan saluran udara untuk mengalir ke dan dari paru-paru untuk membersihkan, membasahi, dan menghangatkanudara yang diinspirasi.2. Bagian respirasi, yang terdiri dari alveoli, dan struktur yang berhubungan. Pertukarangas antara udara dan darah terjadi dalam alveoli.Selain struktur diatas terdapat pula struktur yang lain, seperti bulu-bulu pada pintu masuk yang penting untuk menyaring partikel-partikel yang masuk.2,3Sistem pernapasan memilliki sistem pertahanan tersendiri dalam melawan setiap bahanyang masuk yang dapat merusak. Terdapat tiga kelompok mekanisme pertahanan yaitu:1. Arsitektur saluran napas : bentuk, struktur, dan kaliber saluran napas yang berbeda- beda merupakan saringan mekanik terhadap udara yang dihirup, mulai dari hidung,nasofaring, laring, serta percabangan trakeobronkial. Iritasi mekanik atau kimiawimerangsang reseptor disaluran napas, sehingga terjadi bronkokonstriksi serta bersin atau batuk yang mampu mengurangi penetrasi debu dan gas toksik ke dalam saluran napas.2. Lapisan cairan serta silia yang melapisi saluran napas, yang mampu menangkap partikel debu dan mengeluarkannya.3. Mekanisme pertahanan spesifik , yaitu sistem imunitas di paru yang berperan terhadap partikel-partikel biokimiawi yang tertumpuk di saluran napas 4B. TINJAUAN UMUM TENTANG GANGGUAN PERNAPASANPerubahan yang cepat dalam masyarakat Indonesia sebagai konsekuensi perkembanganekonomi, menyababkan perubahan orientasi kesehatan dari infeksi ke golongan penyakitdegeneratif. Salah satu penyakit non-infeksi yang tergolong penyakit degeneratif yangmerupakan masalah masa kini dan diperkirakan terlebih lagi dimasa depan, adalah penyakit akibat atau yang berhubungan dengan pernapasan. Penyakit paru akibat kerjaadalah semua kelainan/penyakit paru yang disebabkan oleh pekerjaan dan ataulingkungan kerja. Penyakit paru dapat berupa peradangan, penimbunan debu, fibrosis,tumor, dan lain sebagainya. Saluran pernapasan merupakan salah satu bagian yang palingmudah terpapar oleh bahan-bahan yang merugikan yang terdapat di lingkungan. Bahan- bahan tersebut antara lain bermacam-macam yang menimbulkan pneumokoniosis, bahan- bahan organik seperti derivat ter, arang batu, halogen hidrokarbon, keton serta bermacam-macam gas seperti asam sulfida dan karbon monoksida. Resiko saluran pernapasan semakin tinggi karena besarnya volume udara yang mudah terkontaminasioleh aerosol, gas dan uap ditempat kerja yang bergerak keluar masuk paru-paru. Penyakit paru akibat debu industri mempunyai tanda dan gejala yang mirip dengan penyakit parulain yang tidak disebabkan oleh debu ditempat kerja, olehnya untuk menegakkandiagnosis perlu dilakukan anamnesis yang teliti meliputi riwayat pekerjaan, dan hal-hal

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fahmi Yahya liked this
Dedy Al-Riyaghi liked this
Agniya Ali Fahmi liked this
Fandro Tasidjawa liked this
Fandro Tasidjawa liked this
Metty Savitri liked this
chan_tQ liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->