opies achmad
baru kali ini aku angkat topi terhadap pemerintahan dengan terlaksananya UU ITE. semoga diterapkan seadil-adilnya, tidak melihat warna bulu. sepengetahuanku tentang pornografi yakni, membuka atau mengumbar (expose) sesuatu yang sifatnya pribadi. paradigma yang tercipta dimasyarakat, pornografi adalah mempertontonkan bentuk bagian dalam tubuh yang aduhai. dalan islam, pria dan wanita mempunyai batas-batas dalam memperlihatkan bagian tubuhnya, bisa disebut aurat. hal ini untuk menghindari fitnah. seorang wanita, batas auratnya yakni wajah dan telapak tangan. sedang pria, batas auratnya lutut kaki ke bawah dan pusar ke atas. apabila seseorang melanggar ketentuan tersebut maka, dosa hukumnya, baik yang memperlihatkan maupun yang melihat.
nah, apakah standarisasi pornografi yang dimaksud pemerintah adalah seperti itu?
kalau benar adanya, aku menjadi orang nomor satu yang siap mempelopori dalam mengimplementasikan UU ITE.
perlu pemerintah ketahui, pornografi bukan hanya di dunia informasi elektronik, melainkan di jalan-jalan, di pasar-pasar, di sekolah-sekolah, bahkan di tempat ruangan anda duduk. pornografi ada dimana-mana. dalam hal ini pemerintah harus konsisten menegakkan UU ITE. jangan pernah menganggap sepele masalah ini. pemerintah harus kerja ekstra keras. berikan sanksi bagi mereka yang melanggar UU ITE, tua-muda, kaya-miskin, karena sudah menyangkut masalah moral bangsa.
dunia informasi telah menyulap segalanya. bukan cuma di kota melainkan di pelosok desa, kehidupan masyarakat sudah terbawa arus globalisasi. kalau sesuatu yang positif mungkin tidak apa. kenyataanya, hampir semua media berlomba menyajikan tontonan yang merusak generasi bangsa. untuk itu, pemerintah harus bertindak tegas terhadap produksi perfilman. ekses negatif tayangan sinetron begitu besar.
sejak diorbitkannya UU ITE, seharusnya sudah tidak ada lagi tayangan TV yang mengekspos PORNOGRAFI! faktanya, sampai detik ini para sinematrogafi masih enjoi menayangkan karya-karya sesatnya.
kunci keberhasilan UU ITE yakni, mencekal media elektronik yang masih menayangkan PORNOGRAFI. CEKAL DAN HUKUM MEREKA, MULAI DARI SUTRADARA, ARTIS BAHKAN STASIUN TV YANG BERSANGKUTAN!
pemerintah jangan tertipu tentang hak berkarya. JUJUR! SAYA JIJIK MELIHAT PERFILMAN INDONESIA, TIDAK MENCERMINKAN BUDAYA TIMUR!!
SEMOGA PEMERINTAH CEPAT BERTINDAK. JANGAN BERTELE-TELE, ANDA ITU PELAYAN RAKYAT. LOGIKANYA, MAJIKAN ITU LEBIH BERKUASA, SEJAHTERA, MAKMUR. TENTRAM TETAPI INI TERBALIK 180 DERAJAT, JUSTRU PELAYAN YANG KEHIDUPANNYA MAKMUR DAN SEJAHTERA.
SALAM MERAH PUTIH BERJAYA!!!