Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
29Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Diagnosis Kesulitan Belajar Dan Pengajaran Remedial Dalam Pendidikan Ipa

Diagnosis Kesulitan Belajar Dan Pengajaran Remedial Dalam Pendidikan Ipa

Ratings: (0)|Views: 1,781 |Likes:
Published by idahariyanti
word
word

More info:

Published by: idahariyanti on Dec 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2012

pdf

text

original

 
A..Latar.Belakang Salah satu karakteristik yang penting dari proses belajar- mengajaryang efektif ialah kemampuan guru bekerja dengan subyek didik sertakemampuan mengorganisasikan pengalaman belajar sistematik. Hal iniberarti bahwa guru hendaknya mampu dan mau mengerti keadaan subyekdidiknya dan atas dasar pengertian ialah mengorganisasikan pengalamanbelajar yang.disajikan.kepada.mereka. Salah satu keadaan subyek didik yang perlu mendapat perhatian guruialah kesulitan mereka di dalam belajar. Banyak guru yang merasa aman jikaskor rata- rata yang dicapai para siswanya melebihi batas lulus yangditentukan. Mereka kurang menyadari bahwa sesungguhnya skor rata- ratatidak selalu menggambarkan keberhasilan proses belajar mengajar yanglangsung di kelas. Tugas guru tidak hanya sampai pada pencapaian skorrata- rata yang memadai, didik asuhannya dapat berkembang secara optimalmenurut irama dan cara yang sesuai. Oleh karena subyek didik memilikiperkembangan yang unik baik dipengaruhi oleh factor- factor bawaan,lingkungan, ataupun interaksi antara keduanya, maka di dalam tiap kelastidak mustahil akan terdapat beberapa subyek didik yang mengalamikesulitan belajar.Kesulitan –kesulitan tersebut hendaknya dideteksi oleh paraguru sedini mungkin agar dapat direncanakan program remedi yang sesuaidan bermanfaat. Kesulitan belajar yang mereka alami dalam suatu kelastentu saja bervariasi baik intensitas maupun jenis atau penyebabnya, subyekdidik yang mengalami kesulitan yang ekstrim biasanya tidak di temukan lagidi kelas-kelas biasa akan tetapi sudah terseleksi.pada.kelas-kelas.awal. Sekurang-kurangnya ada dua kegiatan yang dapat di lakukan untukmedeteksi kesulitan belajar.secara.cermat,yakni; (1).Melakukan.observasi.secara.langsung (2).Melakukan pengukuran hasil belajar kemudian menganlisis hasilnyaKegiatan pertama dimasukkan sebagai pengamatan yang dilakukanoleh guru, Kepala sekolah, pihak bimbingan dan konseling sekolah, padasaat proses belajar – mengajar berlangsung kegiatan ini utamanya untuk
 
mendekati kesulitan belajar yang berhubungan dengan proses- proses IPA .Kegiatan kedua berkaitan dengan tes diagnostik kesulitan belajar ataupuntes prestasi hasil belajar.Hasil kedua kegiatan ini merupakan masukan bagiguru dalam menyususn.program.remedi.
B. Deskripsi MasalahAdapun permasalahan dalam makalah ini yang akan dibahas pada Bab berikutnyaadalah sebagai berikut:1. Apakah yang dimaksud kesulitan belajar?2. Apa yang melandasi mengenai kesulitan belajar siswa?3. Yang manakah yang termasuk kesulitan belajar siswa dalam Pendidikan IPA?4. Apa saja kesulitan belajar dalam mempelajari proses- proses IPA?5. Bagaimana cara mengidentifikasi kesulitan belajar siswa melalui proses IPA danmenggunakan tes hasil belajar?6. Faktor- faktor apa yang mempengaruhi timbulnya kesulitan belajar siswa?7. Bagaimana prosedur pengajaran Remedial?8. Bagaimana teknik pengajaran remedial ?9. Kapan dan dimana dilakukan pengajaran remedial?10. Bagaimana mengevaluasi hasil pengajaran Remedial ?Dari permasalahan di atas akan dibahas lebih lanjut pada bab berikutnya.II. KESULITAN BELAJAR DALAM PENGAJARAN IPASekurangnya ada tiga asumsi dasar yang melandasi pembahasan mengenaidiagnosis kesulitan belajar ini. Kegiatan asumsi tersebut sebagai berikut.1. Siswa yang memiliki kesulitan yang eksterim, tidak terdapat lagi dalam kelas-kerlas yang ada disekolah- sekolah biasa.2. Setiap siswa yang ada pada kelas – kelas di sekolah biasa tersebut padadasarnya mampu mempelajari setiap materi yang diajarkan dengan waktu dankecepatan yang bervariasi.3. Alat penilaian yang digunakan oleh guru untuk mengukur keberhasilan siswa ,memilki tingkat validitas dan reabilitas yang memadai.Melalui ketiga asumsi ini, siswa- siswa yang memperoleh hasil belajar yangkurang dari kriteria yang telah ditentukan dianggap dan akan diperlakukan sebagaisiswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar. Berikut ini berturut- turut akandiuraikan mengenai pengertian kesulitan belajar dan macam- macam kesulitanbelajar dalam pengajaran IPA.A.Pengertian Kesulitan Belajar Tugas seorang guru bukan hanya sekedar menciptakan kondisi yangmemungkinkan siswa belajar, akan tetapi juga mendeteksi dengan cermatapakah kegiata- kegiatan belajar itu benar- benar telah berlangsung atau
 
belum. Jika kita beranggapan bahwa sebagai bukti berlangsungnya kegiatanbelajar itu adalah terjadinya perubahan tingkah laku bagi sdiswa, maka yangpenting bagi guru ialah menetapkan kriteria, seberapa jauh perubahantingkah laku yang terjadi itu masih dapat dianggap sebagai hasil kegiatanbelajar.Atas dasar asumsi bahwa setiap yang memiliki kecakapan rata- rata( normal) akan mampu memperlihatkan terjadinya perubahan tingkah lakuyang diharapkan asalkan kepada mereka diberi waktu yang sesuai dengankecepatan belajar serta perkembangannya . Maka siswa yang belummemperlihatkan perubahan tersebut dalam waktu tertentu dianggapmengalami kesulitan belajar. Jadi kesulitan belajar menurut definisi ini menyangkut kesulitan- kesulitanyang dialami siswa untuk mencapai tujuan pengajaran yang diberikan, dalamwaktu yang sesuai dengan siswa yang memilk kecakapan rata – rata.Dari definisi tersebut jelaslah kiranya bahwa skor rata yang tinggi dalamsebuah kelas belum menjamin tidak adanya siswa yang mengalami kesulitanbelajar, sehingga terhadap kelas seperti ini mungkin saja masih diperlukanprogram remedi.Program remedi tidak lagi yang diperlukan bagi kelas yangsemua siswanya telah memperlihatkan bahwa mereka telah mencapaiprestasi minimal sama dengan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan.B. Macam – Macam Kesulitan Belajar Jika seorang guru IPA menganggap bahwa IPA hanya merupakan kumpulanpengetahuan belaka, maka di dalam tugasnya ia akan mengalami berbagaikesulitan. Kesulitan yang pertama ialah bagian mana dari sekian banyakfakta IPA yang telah terkumpul dan setiap saat bertambah itu yang akandisampaikan pada siswanya. Ia akan mengalami kesulitan di dalammelakukan seleksi dari sekian banyak pengetahuan yang telah ditemukanuntuk diajarkan dalam waktu yang sangat terbatas.Kesulitan yang keduaadalah sehubungan dengan terjadinya perubahan yang terus- menerus didalam IPA itu sendiri. Dahulu IPA mengakui bahwa elektron sebagai bagianatom dan merupakan kepingan materi yang tak terbagi terletak dalam suatugumpalan muatan positif yang terjadi rata ( model atom Thomson).Penemuan ini kemudian berkembang dan model atom Rutherfordmemperlihatkan bahwa muatan positif ( proton ) di dalam atom dikelilingioleh elektron. Ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang diperoleh sekaranglama- kelamaan menjadi usang, malahan kemungkinan akam terjadi bahwasuatu perubahan belum sempat dipelajari, sudah terjadi lagi penemuan yangbaru.Untuk mengatasi kesulitan – kesulitan ini, aspek lain dari IPA nampaknyaperlu mendapat perhatian. Di samping mempelajari fakta- fakta dan perinsip-perinsip IPA, harus pula diteliti kegiatan- kegiatan para ilmuan untuk sampaipada fakta- fakta yang perinsip-perinsip itu. Kesulitan belajar dalam tulisanini mencakup kedua aspek IPA tersebut, jadi kesulitan siswa dalm

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->