Di mana pun kau berada: di dasar laut, di pucuk bintang, di rongga pepohonan, di dasar batu prasasti, pun di bolamata perempuan, pintu terbuka dan tertutup. Hujan kerinduan atau tegangan hasrat sanggup membukanya. Pasir mimpi menumpuk di ambangnya. Dan di atas pintu, nama sejatimu terukir dengan garam. Di baliknya ‘kankaujumpai ia yang lain, sosok sejati, yang pergi berkeluyuran selagi kau menangis, tidur atau bercinta.
Pintu lambangkan perjanjian yang mengikatmu dengan dunia kematian, pun denganalam kehidupan. Di baliknya tiada selir ataupun perpustakaan: ini bukan ilmutentang aksara atau daging. Pintulah engsel yang satukan surga dan neraka;pintulah piston yang pompakan lautan teduh, jua berbadai; dan pintulah ronggapengatur alur nafasmu sebagai orang mati, pun sebagai orang hidup.Oh harapan, kaulah kepolosan bocah yang langkahi ambang pintu dan lanjutkanpermainan mengasyikkan. Sang kekasih simak cakapmu penuh sabar dan mencari jejak-jejak kata wasiat, mengelusmu di tidurmu dan temukan kunci di antaratulang-belulangmu. Bila ia sanggup lewati pintu itu, ia bakal menjelma jadi sosokutuh, yang berjalan-jalan selagi kaumenderita, bekerja atau tertawa.Oh harapan, kaulah kepolosan bocah yang nekat mengusik si macan diam.
Diterjemahkan di Jogja pada tgl 9 Juni 2002 (By Yohanes Manhitu)
Bandingkan dengan puisi berikut !TAHAJJUD CINTAKU
Oleh : Emha Ainun Najib
Maha agung Tuhan yang menciptakan hanya kebaikanMahaagung ia yang mustahil menganugerahkan keburukanApakah yang menyelubungi kehidupan ini selain cahayaKegelapan hanyalah ketika taburan cahaya takditerimaKecuali kesucian tidaklah Tuhan berikan kepada kitaKotoran adalah kesucian yang hakikatnya tak dipeliharaKatakan kepadaku adakah neraka itu kufur dan durhakaSedang bagi keadilan hukum ia menyediakan dirinyaKe mana pun memandang yang tampak ialah kebenaranKebatilan hanyalah kebenaran yang tak diberi ruangMaha agung Tuhan yang menciptakan hanya kebaikanSuapi ia makanan agar tak lapar dan berwajah keburukanTuhan kekasihku tak mengajari apa pun kecuali cintaKebencian tak ada kecuali cinta kau lukai hatinya1988Setelah Anda membaca kedua puisi di atas, apakah yang terasa dalam pikiran Anda mengenaikedua puisi tersebut?
LKS Sastra kelas XII IPB, SMA Yappenda by Seni Asiati CTQ
- 3 -