Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
308Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendidikan sebagai sistem

Pendidikan sebagai sistem

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 21,784 |Likes:
Published by jurig atah

More info:

Published by: jurig atah on Dec 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2014

pdf

text

original

 
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang ataukelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajarandan pelatihan. (Kamus Lengkap Bahasa Indonesia).Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinyadan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan jugasesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikanadalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.Pendidikan dapat dipandang sebagai proses membantu peserta didik untuk mencapai tingkat perkembangan yang optimal dalam seluruh aspekepribadiannya sesuai dengan potensi yang dimiliki dan sistem nilai yang berlakudi lingkungan sosial-budaya dimana dia hidup.Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu upaya mewariskan nilai, yangakan menjadi penolong dan penentu umat manusia dalam menjalani kehidupandan sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban umat manusia. Tanpa pendidikan, maka diyakini bahwa manusia sekarang tidak berbeda dengangenerasi manusia masa lampau, yang dibandingkan dengan manusia sekarang,telah sangat tertinggal baik kualitas kehidupan maupun proses-proses pemberdayaannya. Secara ekstrim bahkan dapat dikatakan bahwa majumundurnya atau baik buruknya peradaban suatu masyarakat, suatu bangsa, akanditentukan oleh bagaimana pendidikan yang dijalani oleh masyarakat bangsatersebut.Pendidikan adalah pembelajaran pemahaman, informasi, dan kemampuanselama hidup. Pengajar memberikan banyak pelajaran termasuk membaca,menulis, matematika, pengetahuan alam, dan sosial (sejarah). Pengajar adalahspesialisasi profesi seperti astronomi, hukum, ilmu hewan, hanya dapatmengajarkan bidang tersebut, biasanya seperti profesor di institusi belajar tingkattinggi. Ada banyak petunjuk khusus untuk dapat memiliki kemampuan dalamspesialisasi seperti itu, misalnya persyaratan untuk menjadi pilot. Ada berbagaimedia dari kesempatan pendidikan pada level non formal juga termasuk  pemahaman dan kemampuan belajar selama hidup, termasuk pendidikan yang berasal dari pengalaman.Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang ataukelompok orang melalui upaya pengajaran dengan menitikberatkan pada pembentukan dan pengembangan kepribadian.Dari definisi – definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikanmerupakan proses mengubah keadaan anak didik agar memiliki kekuatan spiritualkeagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, sertaketerampilan dengan berbagai cara untuk mempersiapkan masa depan yang baik  baginya.Tujuan sistem pendidikan nasional, manusia Indonesia diharapkan menjadiindividu yang mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk secara mandiri
 
meningkatkan taraf hidup lahir batin, dan meningkatkan perannya sebagai pribadi,pegawai/karyawan,warga masyarakat, warga negar, dan mahluk Tuhan.Pendekatan sistem merupakan sutu cara yang memandang pendidikan secaramenyeluruh dan sistemik, tidak persial atau fragmentaris. Proses Pendidikanadalah proses transformasi atau perubahan kemempuan nyata untuk meningkatkantaraf hidup nyata lahir dan batin.Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan/mengacukepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Sistem, secara sederhana dapatdidefinisikan sebagai suatu kesatuan dari berbagai elemen atau bagian-bagianyang mempunyai hubungan fungsional dan berinteraksi secara dinamis untumencapai hasil yang diharapkan.Menurut Coombs ada 12 subsistem dalam pendidikan yaitu; Tujuan,Murid/Mahasiswa, Manajemen, Stuktur dan jadwal wakru, Materi, TenagaPengajar dan pelaksana, Alatbantu belajar, Fasilitas, Teknologi, Kendali mutu,Penelitian, Biaya pendidikan.Pendidikan Sekolah dan Pendidikan Luar Sekolah; Pendidikan sekolahmerupakan merupakan proses pendidikan yang diorganisasikan berdasarkanstruktur hierarkis dan kronologis, dari taman kanak-kanak sampai perguruantinggi, yang menawarkan berbagai macam program studi yang unun maupun program keterampilan khusus. Pendidikan Luar Sekolah merupakan proses pendidikan sepanjanghayat menuju suatu tujuan, melalaui pembinaan dan pngambangan siakap, keterampilan, dan pengetahuan bersadarkan pengalamanhidup sehari-hari dan dipengaruhi oleh sumber belajar yang ada disuatulingkungan (orang tua,teman,tetangga, masyarakat, museum, perpustakaanumum,dll)Consept Mapping adalah istilah yang digunakan oleh novak dan Gowin tentangcara yang dapat digunakan dosen untuk membantu mahawiswamengorganisasikan materi perkuliahan yang telah dipelajari berdasarkan arti danhubungan antar komponennya. Pakar-pakar instruksional lain menyebut conceptmapping sebagai pattern noting diterjemahkan menjadi peta kognitif peta Petakognitif juga dapat berfungsi menjadi peta visual yang menggambarkan berbagaicara untuk mengartrikan suatu konsep berdarakan proposisinya.Pendidikan merupakan perkara penting dalam membangun sebuah negeri.Rusaknya pendidikan hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula. Pada hari pendidikan nasional ini, kami ingin menyajikan sebuah tulisan yang mengungkap problematika sistem pendidikan di negeri ini yang berbasis sekularisme dan jugasolusi untuk menuntaskan persoalan tersebut. Solusi yang ditawarkan tiada lainadalah dengan menerapkan sistem pendidikan berbasis syariah yang ditegakkanoleh
 Daulah Khilafah Rasyidah
. Pastikan anda membaca gagasan cerdas yangtidak akan ditemukan di Perguruan Tinggi yang ada saat ini.
I.Latar Belakang
Dalam upaya merekonstruksi kebangkitan suatu masyarakat, negara, bahkan peradaban umat manusia, keberadaan
mabda
(ideologi) merupakan salah satuaspek penting yang menentukan kebangkitan dan pembentukan peradaban
 
tersebut.
Mabda
merupakan
aqidah aqliyah
(difahami melalui proses berfikir)yang melahirkan segenap peraturan untuk memecahkan berbagai problematikakehidupan manusia . Dengan memahami bahwa masyarakat adalah sekumpulanindividu yang memiliki pemikiran dan perasaan yang sama serta diikat oleh peraturan kehidupan yang sama maka rekonstruksi suatu masyarakat dapatdilakukan dengan perubahan terhadap unsur 2MQ yaitu mengubah
Mafahim
(pemahaman, cara berfikir),
Maqayis
(perasaan-perasaan) serta
Qanaat 
(ketaatan,keterikatan terhadap nilai-nilai). Masyarakat yang memiliki
maqayis, mafahim,
dan
qanaat 
yang bersumber dari
mabda
kapitalisme maka kehidupannyasenantiasa berjalan di atas rel ‘Sekulerisme’ begitu pula dengan peradaban yangterbentuknya. Demikian halnya dengan mabda sosialisme-komunisme yangmengarahkan unsur 2MQ dalam masyarakat berjalan di atas rel ‘DialektikaMaterialisme dan Atheisme’. Adapun dengan mabda islam, masyarakat hendadiarahkan agar memiliki landasan (
qaidah
) dan arahan/kepemimpinan (
qiyadah
)dalam berfikir, berperasaan serta mengikatkan diri pada peraturan yang bersumber dari aqidah dan syariah islam dalam menjalani kehidupannya. Bahkan denganmabda islam tersebut umat manusia diarahkan untuk membangun sebuah peradaban yang mulia melalui tegaknya institusi negara yang menjaminterpeliharanya aqidah dan syariah tersebut dalam kehidupan.Saat ini kehidupan kaum muslimin di berbagai negeri tengah didera olehideologi kapitalisme maupun sosialisme-komunisme. Tidak terkecuali denganIndonesia yang merupakan salah satu negeri muslim terbesar di dunia kini tengahmengalami berbagai macam keterpurukan akibat mengemban ideologi tersebut.Secara praktis, mafahim, maqayis, dan qanaah yang dimiliki oleh masyarakatpuntidak sepenuhnya diberikan kepada Islam, melainkan kepada kapitalisme maupunsosialisme-komunisme. Oleh karena itu merupakan suatu kewajiban pula bagikaum muslimin untuk mengembalikan unsur 2MQ tersebut kepada mabda Islammelalui aktifitas dakwah yang dilakukan secara berjamaah dalam berinteraksidengan masyarakat hingga dapat menanamkan nilai-nilai baru ditengah-tengahmasyarakat secara berkesinambungan.Dalam pendekatan sistemik, diantara
ushlub
(strategi) dakwah yang dapatdilakukan adalah melalui perubahan sistem pendidikan nasional yang saat ini berkarakteristik sekuler agar menjadi sistem pendidikan yang berbasiskan syari’ahislam.
II.Fakta Pendidikan di Indonesia
Dalam UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)Pasal 3 disebutkan bahwa,
 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkankemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Berdasarkan definisi ini, dapat difahami bahwa pendidikan nasional berfungsisebagai proses untuk membentuk kecakapan hidup dan karakter bagi warganegaranya dalam rangka mewujudkan peradaban bangsa Indonesia yang bermartabat, meskipun nampak ideal namun arah pendidikan yang sebenarnyaadalah sekularisme yaitu pemisahan peranan agama dalam pengaturan urusan-

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->