Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
68Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Studi Karateristik Parameter Kuat Geser Tanah Lempung Tol Cipularang Jawa Barat

Studi Karateristik Parameter Kuat Geser Tanah Lempung Tol Cipularang Jawa Barat

Ratings: (0)|Views: 2,247 |Likes:
Published by Toddy Samuel
Jurnal Studi Kasus Kuat Geser Tanah Lempung Tol Cipularang
Jurnal Studi Kasus Kuat Geser Tanah Lempung Tol Cipularang

More info:

Published by: Toddy Samuel on Dec 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2013

pdf

text

original

 
J u r n a l
Infrastruktur dan Lingkungan BinaanInfrastructure and Built Environment
Vol. II No. 1, Juni 2006
Teknik Sipil
 
Geodesi dan Geomatika Teknik Lingkungan Teknik Kelautan
Studi Karakteristik Parameter Kuat Geser Tanah LempungPasir Honje – Tol Cipularang, Jawabarat
 Abdul Fatal
1
 , Ilyas Suratman
2
 , Syarifuddin Nasution
3
 
ABSTRAK 
Studi ini menyajikan karakteristik kuat geser hasil penyelidikan laboratorium pada ruas jalan Tol Cipularang Km91-92 tepatnya daerah Pasir Honje Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Di laboratorium dari klasifikasi menunjukkan bahwa tanah dasar asli merupakan tanah lempung dengan plastisitas tinggi - CH dan A-7-5 berdasarkan sistemklasifikasi tanah USCS dan AASHTO. Contoh tanah untuk pengujian laboratorium diambil dari lokasi penelitianuntuk berbagai kedalaman dan untuk kedalaman yang sama diambil pada beberapa titik yang berbeda dengan maksuduntuk mengetahui sifat-sifat dan parameter tanah lebih akurat dan dapat dianggap mewakili tanah di lokasi penelitiansecara keseluruhan.Pengolahan data untuk kuat geser berbagai macam penyelidikan diolah secara random dan dibagi dengan sistemzonasi yang menjadi 3 zonasi sesuai dengan elevasi. Pembagian zonasi dan elevasi dilakukan untuk dapatmembandingkan nilai kuat geser dari kedua metode yang berbeda, akan tetapi cara pengolahan data dengan cara yangsama.Dari hasil perhitungan statistik nilai kuat geser untuk zona 1, zona 2 dan zona 3 hasilnya sama. Namun indikasikarakteristiknya pada zona 2 adalah sudut geser dalam tanahnya menurun jika tingkat indeks plastisitasnya meningkat.Dengan perkataan lain terjadi degradasi kekuatan geser, jika kondisi plastisitasnya meningkat atau ada faktor ketergangguan.
Kata kunci
: karakteristik, parameter kuat geser, tanah lempung, Pasir Honje, Tol Cipularang.
 ABSTRACT 
This study presents a laboratory experiment on Tolroad Cipularang Km 91 – 92 at Pasir Honye, Purwakarta, West  Java. Soil test was conducted for soil classification, which is then classifield the soil as CH and A-7-5 based on USCSand AASHTO soil classification system. Soil sample for laboratory test was obtained from research site with variety of depth and same depth but different spots with the purpose of finding out a more accurate soil parameter and represent the entire research site.The data processing for shear force from variety of sources was conducted randomly and divided according to zonesystem, which comprised 3 zones based on elevation. The division of zones and elevation was done to compare shear  force value of two different methods, with the same data processing method.This analysis reveals that the soil strength on zone 1, zone 2 and 3 have almost the same value. But the characteristicrelationship between angle friction vs Plasticity Index indicates that the strength decreases as the PI increases. Thisleads to the conclusion assumed that the strength is degraded due to plasticity increased or in other words if disturbance exist.
  Keywords
: characteristic, day, shear strength, Pasir Honje, West Java.
 
1.
 
Pendahuluan
Pada ruas sepanjang jalan tol Cipularang banyak terdapat masalah, antara lain stabilitas lereng. Salahsatu masalahnya adalah parameter kekuatan geser tanah yang dapat berubah. Sebagai contoh,karakteristik parameter kekuatan geser yang dapat berubah apabila kondisi lapisannya telah terbukaterhadap udara, apalagi jika terjadi ketergangguansecara fisik pada waktu tanah dibuka.
1)
 Mahasiswa S2 Program Studi Teknik Sipil FTSL- ITB, Dosen Universitas Langlang Buana.
2)
Staf Pengajar Faklutas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung
.
 
3)
Staf Pengajar Faklutas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung
.
 
13
 
J u r n a l
Infrastruktur dan Lingkungan BinaanInfrastructure and Built Environment
Vol. II No. 1, Juni 2006
Teknik Sipil
 
Geodesi dan Geomatika Teknik Lingkungan Teknik Kelautan
14
Penelitian ini melakukan studi karakteristik kekuatangeser tanah di laboratorium pada salah satu lokasi bermasalah
 
tersebut.
 
Penelitian
 
didasarkan pada analisisunsur mineral maupun dengan percobaan kekuatangesernya yaitu Percobaan ‘
Undrained’
Triaksial danPercobaan Geser Langsung serta pengaruh perendaman pada kuat geser tanah. Pengambilan contoh tanah aslidilakukan pada zona yang mengalami longsor padadaerah jalan Tol Cipularang Sta. 92+100 m sampaidengan Sta. 92+850 m. Tepatnya pada daerah Pasir Honje Kabupaten Purwakarta Jawa Barat.
II.
 
Studi Tanah2.1
 
Secara Klasifikasi
 
Tanah
Sistem klasifikasi tanah berdasarkan tekstur tanah,distribusi ukuran butir dan plastisitas tanah menurut
 United State Department of Agriculture
(USDA)adalah:a. Pasir : ukuran butiran antara 2,0 0,05 mm b. Lanau : ukuran butiran 0,05 0,002 mmc. Lempung : ukuran butiran
<
0,002 mmatau dapat dilihat pada
Gambar 1
di bawah ini.
Gambar 1
Klasifikasi tanah menurut USDAMenurut AASHTO tanah diklasifikasikan ke dalamtujuh kelompok besar, yaitu A-1 sampai A-7. Tanahdengan klasifikasi A-1, A-2 dan A-3 adalah tanah berbutir yaitu 35% atau kurang jumlah butiran tanahtersebut lolos ayakan No.200, sedangkan tanah denganklasifikasi A-4, A-5, A-6 dan A-7 adalah tanah yanglebih dari 35% dari butirannya lolos ayakan No. 200.Sedangkan klasifikasi tanah oleh USCS (
Unified SoilClassification System
) diuraikan sebagai berikut:a.
 
Tanah berbutir kasar (
Coarse Grained Soil
), yaitutanah kerikil dan pasir, dimana kurang dari 50% berat total contoh tanah lolos ayakan No.200.Simbol dari kelompok ini G (
Gravel
) atau tanah berkerikil dan S (
Sand 
) atau tanah berpasir. b.
 
Tanah berbutir halus (
Fine Grained Soil
), yaitulebih dari 50% berat total contoh tanah lolos ayakan
 
 No.
 
200
 
dan
 
diberi
 
simbol
 
M
 
untuk lanau anorganik,
 
C untuk lempung anorganik,
 
O untuk lanau organik dan lempung organik.dimana simbol:W =
Well Graded 
(tanah dengan gradasi baik),P =
Poorly Graded 
(tanah dengan gradasi buruk),L =
 Low Plasticity
(plastisitas rendah, LL<50),H =
 High Plasticity
(plastisitas tinggi, LL> 50).
2.2 Secara Mineral Tanah
Lempung sebagian besar terdiri dari partikelmikroskopik dan submikroskopik yang berbentuk lempengan-lempengan pipih dan merupakan partikel- parikel
 
dari mika, mineral-mineral lempung danmineral-mineral sangat halus lainnya.
a. Mineral lempung
Mineral lempung merupakan senyawa aluminiumsilikat yang kompleks dan terdiri dari satu atau dua unitdasar, yaitu
Silika Tetrahedra
dan
 AluminiumOktahedra.
 Mineral
Kaolinite
terdiri dari tumpukan lapisan-lapisandasar lembaran-lembaran kombinasi
Silica-Gibbsite
.Setiap lapisan dasar tersebut mempunyai tebal kira-kira7,2 Angstrom (1 Angstrom = 10
-10
m). Tumpukanlapisan-lapisan tersebut terikat oleh ikatan
 Hydrogen(Hydrogen Bonding)
. Mineral kaolinite berujud sepertilempengan-lempengan tipis, masing-masing dengandiameter kira-kira 1.000 Angtrom sampai 20.000Angtrom dan ketebalan berkisar antara 100 Angstromsampai 1000 Angstrom. Luas permukaan (
SpecificSurface
) partikel kaolinite per unit massa adalah kira-kira 15 m
2
/gram. Struktur dari mineral
Kaolinit.
 Mineral Illite terdiri dari lembaran Gibbsite yang diapitoleh dua lembaran Silica. Lapisan-lapisan Illite terikatsatu sama lain oleh ion-ion Kalium (Potassium) danmuatan negatif yang diperlukan untuk mengikat ion-ion
Kalium
tersebut diperoleh dengan adanya penggantian sebagian atom Silikon pada lembaranTetrahedra oleh atom-atom aluminium tanpa mengubah bentuk kristal utama yang disebut substitusi Isomorf.
 
J u r n a l
Infrastruktur dan Lingkungan BinaanInfrastructure and Built Environment
Vol. II No. 1, Juni 2006
Teknik Sipil
 
Geodesi dan Geomatika Teknik Lingkungan Teknik Kelautan
15
Pada montmorillonite terjadi substitusi isomorf antaraatom-atom magnesium dan besi menggantikansebagian atom-atom kalium seperti pada illite. Partikelmontmorillonite mempunyai dimensi mendatar dari1000 Angtrom sampai 5000 Angstrom dan ketebalan10 Angstrom sampai 50 Angstrom. Luas spesifiknyasekitar 800 m
2
/gram.
III. Kondisi Lokasi Daerah Penelitian
Jenis tanah permukaan pada lokasi tersebut adalahtanah lempung kemerahan dengan kondisi sedangkekeras dan jika tanah basah diremas-remas makatanah tersebut agak lekat. Kondisi tanah setelah digalidan telah terjadi longsoran dengan pergeseran yang bertahap dapat dilihat pada
Gambar 2
berikut.
Gambar 2
Longsoran lereng alam pada lokasi penelitian Januari 2005.
3.1 Studi Lapangan Berdasarkan Sondir
Penyelidikan dengan alat sondir adalah untuk mengetahui kedalaman lapisan tanah keras serta sifatdaya lekatnya. Sondir yang digunakan di lapanganadalah sondir medium dengan tipe 2.5 ton dengankemampuan batas untuk membaca nilai tahanan ujungkonus dan friksi 250 kg/cm
2
 Pada studi ini terdapat 7 titik sondir dan hasil tesmengindikasikan ketebalan lapisan tanah sekitar 1.00m berupa konsistensi sedang kekeras. Lapisan di bawahnya berupa lapisan yang keras sehingga bikonustidak tembus.
3.2
 
Zona Studi
Daerah penelitian dibagi dalam tiga zonasi, yaituzonasi bagian atas daerah longsor, daerah bagiantengah longsor, dan daerah bawah yang longsor. Pada
Gambar 3
dapat dilihat lokasi titik penyelidikan sondir dan
hand boring
serta
trace
jalan yang dipindahkan.
Gambar 3
Lokasi pembagian pengambilansampel tanah.
IV. Percobaan Tanah di Laboratorium4.1
 
Percobaan
 
Analisis
 
Mineral
 
Tanah
 
Setempat
Mineral lempung sebagian besar terdiri dari partikelmikroskopik dan submikroskopik yang berbentuk lempengan-lempengan pipih dan merupakan partikel- partikel
 
dari
 
mika
 
mineral-mineral lempung danmineral-mineral yang sangat halus lainnya.Tanah lempung ialah tanah yang mempunyai partikel- partikel mineral tertentu yang menyebabkan timbulnyasifat plastis dari tanah apabila tanah tersebut dicampur dengan air.Setelah dilakukan pengujian analisis kimia cara
 X- Ray
 
 Diffraction
sebanyak dua sampel di Balai Besar 
 
Keramik,
 
Bandung,
 
terlihat
 
 bahwa kandungan mineraldari deposit tanah tersebut terdiri dari:1.
 Halloysite
2.
Cristobalite
3.
 Alpa Quart 
4.
 Magnetite
5.
 Hematite
6.
Gibbsite.
Kandungan mineral yang paling dominan adalah
 Halloysite
sebesar 54% sedangkan mineral-mineralyang lainnya lebih kecil dari
 Halloysite
.

Activity (68)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rani N Muminah liked this
Ta Jun Etcher liked this
Widya Widyawidya liked this
Up Ummaiyah liked this
rizkyArief liked this
Husni Adi Sofyan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->