• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 3
    CommentGo Back
Download
 
SEPUTAR KITAKEMITRAANTELAAH UTAMA
 Apa Yang HarusDilakukan Guru?
Menghadapi Masalah Lingkungan Hidup
Kolom Danny Setiawan,Gubernur Jawa Barat
Diterbitkan Oleh
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA)
Pemimpin Umum
Herry Sukarman (Kepala PPPPTK IPA)
Wakil Pemimpin Umum
Drs. H. Dedi Herawadi, M.Si (Kabid Pelnis PPPPTK IPA)
Pemimpin Usaha (
Komarudin, SH., M.Si Kasubag TU PPPPTK IPA)
Pemimpin Redaksi
Drs. Iwan Heryawan, M.Si
Editor 
Drs. WanwanSetiawan, MM Dra. Indrawati, M.Pd, Drs. Dadan Muslih, MT, Drs. M. Syarif, M.Si, Drs. Yamin Winduono, M.Pd
Redaktur Pelaksana
IrmanYusron, S.Sos
Staf Redaksi
Drs. Idam Siddiq, Heru Sutomo, S.Sos, Chatin Fakara, S.Pd, Abdul Kodir, S.Pd, Dani Suhadi, S.Sos, BudiAgung Prasetya, S.Pd
Sekretariat Redaksi
Tina Agustina, M.Si, Sumartini, S.Pd
Desain dan Layout
Dani Suhadi, S.Sos
Alamat Redaksi
Jl. Diponegoro 12 Bandung Jawa Barat Indonesia Telp. 022-4231191 Faks. 002-4207922
KELUARMAJU
EDITORIAL
SALAM HANGATKOLOM DANNY SETIAWAN
Guru, Mari Benahi Lingkungan Hidup!
Rapat Koordinasi Tingkat Nasional Tahun 2007
Prov. Banten Jajaki Kerjasama dengan P4TK IPA
Broadcasting Sebagai Penunjang Diklat
TQM dalam Meningkatkan Mutu Organisasi
Wawasan Lingkungan Hidup
Seminar Bencana Geologi
Catatan dari Kuala Lumpur, Malaysia
Mr. Ichikawa dari Monbukagakusho Jepang 
British Council: Jaringan Informasi Sains
 
Prince Louis Victor de Broglie
BIOGRAFI ILMUWAN
Kompetensi Ilmiah & Kelemahan Pendidikan Sains
Classroom Assessment atau Authentic Assessment
Kreativitas Siswa Masih Terhalang Oleh Dominasi...
PENGETAHUAN POPULER
Mari Mengenal Anggota Tata Surya Kita
APA KATA MEREKA, GURU INDONESIA
 
CHICKEN SOUP FOR THE SOUL
Sentuhan Pak Guru Lemon
ProfilChaerunAnwar
SIAPA MENGAPA
 
2
EDITORIAL
M
eningkatkan mutu pendidikan tidaklah semudah membalikantelapak tangan. Butuh waktu, tenaga, pikiran, dan kerja kerassupaya bangsa Indonesia bisa sejajar dengan bangsa lain di bidang pendidikan. Data menunjukkan, Indonesia masih ketinggalan jauh dalambidang pendidikan dibandingkan negara-negara lain. Prestasi literasimembaca dan matematika negara Indonesia pada tingkat internasional,berada pada urutan ke-39 dengan rata-rata nilai masing-masing 371 dan367, dan untuk literasi IPA Indonesia berada pada urutan ke-38 dari 41negara dengan rata-rata nilai 393, (Sumber:
Programme for International Student Assesment 
(PISA), 2003). Data tersebut menunjukkan bahwanegara Indonesia menghadapi pekerjaan rumah yang besar dalammeningkatkan mutu pendidikan Matematika, Bahasa, dan IPA.Banyak hal yang harus dibenahi di negeri ini untuk mendongkrak mutu pendidikan, antara lain sistem, kurikulum, profesionalisme PTK,sarana prasarana, dan lain-lain. Semua itu harus dilakukan denganpenuh pertimbangan dan perencanaan yang matang, serta mengikutiperkembangan yang terjadi.Peningkatan mutu pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru,tetapi juga merupakan tanggung jawab pemerintah, masyarakat, sekolah,dan organisasi yang terkait dengan pendidikan. Oleh karena itu, pihak-pihak terkait ( 
stakeholders 
 ) harus mendukung secara nyata terhadapberbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan.Ada hal terpenting yang harus dilakukan terhadap program-program peningkatan mutu pendidikan, yaitu kerja sama dan kemitraan.Kita tidak mungkin sendirian dalam melakukan banyak hal, termasuk usaha meningkatkan mutu pendidikan. Kerja sama dan kemitraan akanmembuat kerja kita menjadi kuat, efektif, dan efesien. Kerjasama dankemitraan yang erat, saling mendukung dan saling menguntungkanantara pihak-pihak yang terkait dalam jangka panjang merupakanprasyarat lain dalam pencapaian keberhasilan proses peningkatan
Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan, Tidak Mungkin Berjalan Sendirian
mutu pendidikan. Dengan pola dan pendekatan yang profesional danproporsional maka berbagai bentuk kerjasama dan kemitraan yang terjalin diantara keduanya akan memberikan dampak positif, terutamadalam masalah efisiensi,efektivitas,danakurasiprosespeningkatanmutu pendidikan itu sendiri. Kata kunci dalam kerja sama dan kemitraanini adalah
function sharing 
yang tepat antara kedua pihak serta prinsipkesetaraan dan saling menguntungkan diantara pihak yang melakukankerjas sama dan kemitraan tesebut.Atas dasar itu, maka P4TK IPA dalam melakukan prosespeningkatan mutu pendidikan, khususnya mutu pendidikan IPA, telahmelakukan kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pihak. Kerjasama dan kemitraan yang telah dilakukan adalah sebagai upaya untuk mencari pola-pola strategis dalam mensukseskan cita-cita dan tujuanpendidikan nasional seperti yang diamanatkan undang-undang. Denganpola kerja sama dan kemitraan yang tepat, pada akhirnya di satu sisidalam jangka panjang akan menempatkan P4TK IPA lebih banyak dalam posisi fasilitator dan mediator dalam proses peningkatan mutupendidikan IPA. Sementara, di sisi lain, masyarakat (guru atau sekolah)akan lebih banyak mengambil inisiatif yang bersifat aspiratif, partisipatif,dan proaktif dalam keterlibatannya di setiap tahap pelaksanaan prosespeningkatan mutu pendidikan.Pada majalah ini, kami menampilkan sepintas liputan-liputankegiatan kemitraan yang telah dilakukan P4TK IPA dengan pihak lain.Pada kurun waktu lima tahun terakhir, banyak hal yang telah diupayakanoleh lembaga P4TK IPA dalam melakukan kerja sama dan kemitraan.Oleh karena keterbatasan ruang dalam majalah edisi ini, maka kamitampilkan kegiatan kemitraan pada tahun 2007. Selamat membacamajalah edisi ini, semoga bermanfaat.
 
Drs. Iwan Heryawan, M.Si
Pemimpin Redaksi
KELUARMAJUMENU MUNDUR
 
3
B
eberapa waktu lalu, di Auditorium Museum Geologi Bandung sayamenghadiri Seminar Sehari Tentang Peristiwa Bencana Geologi.Kegiatan yang dimaksudkan untuk memberikan pandangan-pandangantentang lingkungan hidup kepada guru-guru Fisika dan GeografiKotaBandung diselenggarakan atas kerjasama Pusat Vulkanologi dan MitigasiBencana Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral danHimpunan Fisika Indonesia. Sebelumnya, PPPPTK IPA bekerjasamadengan Pemda Jawa Barat juga menyelenggarakan kegiatan serupadengan maksud memberikan pengetahuan lingkungan hidup kepadaguru-guru TK untuk memberikan penyadaran pentingnya pendidikanlingkungan hidup sejak usia dini. Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan,memberikan sambutan pada acara tersebut.Kegiatan seperti itu harus terus diselenggarakan, mengingat diIndonesia sering sekali terjadi bencana alam. Sebagai gambaran, antaratahun 1998 – 2004 terjadi 1150 kali bencana dengan korban jiwa 9900orang serta kerugian sebesar Rp. 5922 milyar. Tiga bencana utamaadalah banjir (402 kali, korban 1144 jiwa, kerugian Rp. 647,04 milyar),kebakaran (193 kali, korban 44 jiwa, kerugian Rp. 137,25 milyar),dan tanah longsor (294 kali, korban 747 jiwa, kerugian Rp. 21,44milyar). Dan yang sampai sekarang masih ditangani oleh pemerintahadalah bencana lumpur panas Lapindo. Kalau dicermati, beberapa diantara jenis bencana alam tersebut merupakan bencana yang ‘’bisadirencanakan’’. Artinya kejadiannya terkait oleh tangan manusia, yang antara lain karena salah mengelola lingkungan hidup. Bencana-bencanabesar seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan kekeringanlebih banyak disebabkan oleh salah kelola lingkungan hidup.Jika pencemaran dan kerusakan lingkungan dibiarkan akanmerugikan diri sendiri, dengan kata lain kita sedang mambangunlingkungan yang akan mengubur diri sendiri, dan generasi yang akandatang ikut menanggung resiko akibat ulah kita saat ini. Bagaimanamengurangi dampak pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh alam
Menyikapi Dampak Kerusakan Lingkungan Hidup, Apa Yang Harus Dilakukan Guru?
SALAM HANGAT
dan manusia? Bagaimana usaha-usaha kita untuk mengatasi dampak pencemaran lingkungan? Usaha apa yang dilakukan guru di sekolahuntuk menggagas pembelajaran sains dalam pelestarian lingkungan?Inilah pertanyaan-pertanyaan yang perlu kita jawab bersama.Kemudian apa yang harus dilakukan oleh guru? Bapak dan ibuguru sebagai agen pembelajaran di sekolah dapat berbuat banyak untuk membantu mengatasi bencana alam, khususnya bencana yang ‘’bisadirencanakan’’ tadi. Oleh karena itu ajakan-ajakan untuk mencintai alamdan mengelola lingkungan hidup bisa dimulai dari institusi sekolah,selain institusi lainnya. Beberapa daftar kerja yang harus dilakukan guruantara lain: (1) memasukkan pesan-pesan PLH dalam silabus dan RPP;(2) menyisipkan pesan-pesan PLH dalam semua pelajaran, terutamapelajaran sains; (3) membuat dan menyusun langkah-langkah dalampelaksanaan PLH di lingkungan sekolah; (4) mempraktekkan PLHdalam kehidupan di lingkungan sekolah dan rumah; (5) menjadikanlingkungan (ekosistem) sebagai sumber belajar; (6) ada usaha-usaha dariDinas Pendidikan terkait dengan PLH, misalnya mengadakan lombakebersihan sekolah, lomba taman sekolah, dan UKS; (7) melakukanberbagai upaya untuk mencegah bencana alam; dan (8) merencanakanberbagai kegiatan yang dapat dilakukan sekolah di masa depan.Saya berharap melalui ajakan untuk melestarikan lingkungan dankerjasama untuk mewujudkannya akan dapat dibangun pendidikandi sekolah, di rumah, dan di dalam masyarakat yang terus menerusmampu meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan tindakan nyatauntuk bersama-sama melestarikan lingkungan demi keberlanjutan dankeselamatan perkembangan generasi mendatang, karena bumi ini bukanmilik kita tetapi merupakan titipan dari anak cucu kita semua.
Herry Sukarman
,Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan TenagaKependidikan Ilmu Pengetahuan Alam Bandung 
KELUARMAJUMENU MUNDUR
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

disearching di scribd aja ya!, selamat mencoba, salam kenal, --zai--

Gimana cara pake Traffic Analytics ?

Saya nyari silabus plh sma, di Traffic Analytics ada link nya, tetapi ketika saya klik, kok gak muncul-muncul hasilnya? Tolong saya dong...

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...