Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
109Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Keutamaan Keselamatan Kesehatan Kerja Dalam Proyek

Keutamaan Keselamatan Kesehatan Kerja Dalam Proyek

Ratings:

3.0

(1)
|Views: 7,676 |Likes:
Published by eka wijaya

More info:

Published by: eka wijaya on Dec 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2013

pdf

text

original

 
 Teknik Sipil Universitas Sriwijaya
EkaWijaya
Abstrak 
Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan masalah yang kompleks pada suatu proyek konstruksi. Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja umumnya disebabkan oleh faktor manajemen,disamping faktor manusia dan teknis. Tingkat pengetahuan, pemahaman, perilaku, kesadaran, sikapdan tindakan masyarakat, tenaga kerja, aparatur pemerintah dan masyarakat dalam upaya penanggulangan masalah keselamatan kerja masih sangat rendah dan belum ditempatkan sebagaisuatu kebutuhan pokok bagi peningkatan kesejahteraan secara menyeluruh termasuk peningkatan produktivitas kerja.
 
Keselamatan dan Kesehatan Kerja bertujuan mencegah, mengurangi, bahkanmenihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident). Penerapan konsep ini tidak boleh dianggapsebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak  biaya (cost) perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yangmemberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang.
BAB I
 
 Teknik Sipil Universitas Sriwijaya
EkaWijaya
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Menurut Undang-Undang no.18 tahun 1999 dan PP 29 tahun 2000, definisikegagalan bangunan secara umum adalah merupakan keadaan bangunan yang tidak  berfungsi, baik sacara keseluruhan maupun sebagian dari segi teknis, manfaat,keselamatan dan kesehatan kerja dan/atau keselamatan umum, sebagai akibatkesalahan penyedia jasa dan atau pengguna jasa setelah penyerahan akhir pekerjaankonstruksi berfungsi sebagai mana mestinya. Dengan demikian pekerjaan konstruksidirencanakan agar dapat memberi pelayanan terhadap pengguna bangunan konstruksidengan persyaratan nyaman dan aman (
Comfortable and Safe
). Sehingga dapatdikatakan bahwa kenyamanan dan keamanan adalah merupakan faktor yang dapatdipakai sebagai indikator untuk menilai apakah suatu pekerjaan konstruksimengalami kegagalan fungsi Bangunan atau tidak.
Secara khusus definisi Kegagalanbangunan a
dalah suatu kondisi dimana bangunan konstruksi tidak mampu melayani penggunan sesuai dengan rencana secara Nyaman dan Aman.Kegagalan bangunan dari segi tanggung jawab dapat dikenakan kepadainstitusi maupun orang perseorangan, yang melibatkan dua unsur yang terkait yaitu :1.Menurut Undang-undang No. 18 tahun 1999, pasal 26, ketiga unsur utama proyek yaitu: Perencana, Pengawas dan Kontraktor (pembangun).2.Menurut Undang-undang No. 18 tahun 1999, pasal 27, jika disebabkankarena kesalahan pengguna jasa/bangunan dalam pengelolaan danmenyebabkan kerugian pihak lain, maka pengguna jasa/bangunan wajib bertanggung-jawab dan dikenai ganti rugi.
 Kegagalan Perencana
Penyebab kegagalan perencana umumnya disebabkan oleh :a.Tidak mengikuti TOR, b.Terjadi penyimpangan dari prosedur baku, manual atau peraturan yang berlaku,c.Terjadi kesalahan dalam penulisan spesifikasi teknik,
 
 Teknik Sipil Universitas Sriwijaya
EkaWijaya
d.Kesalahan atau kurang profesionalnya perencana dalam menafsirkan data perencanaan dan dalam menghitung kekuatan rencana suatu komponenkonstruksi,e.Perencanaan dilakukan tanpa dukungan data penunjang perencanaan yangcukup dan akurat,f.Terjadi kesalahan dalam pengambilan asumsi besaran rencana (misalnya beban rencana) dalam perencanaan,g.Terjadi kesalahan perhitungan arithmatik h.Kesalahan gambar rencana.
 Kegagalan Pengawas
Penyebab kegagalan pengawas umumnya disebabkan oleh :a.Tidak melakukan prosedur pengawasan dengan benar, b.Tidak mengikuti TOR,c.Menyetujui proposal tahapan pembangunan yang tidak sesuai denganspesifikasi,d.Menyetujui proposal tahapan pembangunan yang tidak didukung oleh metodekonstruksi yang benar,e.Menyetujui gambar rencana kerja yang tidak didukung perhitungan teknis.
 Kegagalan Pelaksana
Penyebab kegagalan pelaksana umumnya disebabkan oleh :a.Tidak mengikuti spesifikasi sesuai kontrak, b.Salah mengartikan spesifikasi,c.Tidak melaksanakan pengujian mutu dengan benar,d.Tidak menggunakan material yang benar,e.Salah membuat metode kerja,f.Salah membuat gambar kerja,g.Pemalsuan data profesi,h.Merekomendasikan penggunaan peralatan yang salah.
 Kegagalan Pengguna Bangunan 
Penyebab kegagalan pengawas umumnya disebabkan oleh :

Activity (109)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nur Qalby Abhy liked this
Annisa Shanti R liked this
Riswanto St liked this
ZuLfa C'iPehh liked this
ZuLfa C'iPehh liked this
Tari Taroo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->