Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
19Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Modul Pendidikan Politik Di Aceh

Modul Pendidikan Politik Di Aceh

Ratings: (0)|Views: 517|Likes:
Published by evisan

More info:

Published by: evisan on Dec 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2012

pdf

text

original

 
PENGANTAR
Berdasarkan hasil penelitian kami, permasalahan utama dari kelompok pro-demokrasi terletak pada kualitas rendah dari agenda dan aksi serta kurangnyahubungan yang terorganisasi dengan proses politik. Kesimpulan umum ini juga munculdi Aceh. Dengan demikian kita tidak dapat terlalu berharap akan terjadi perubahanyang radikal setelah pemilihan langsung kepala-kepala daerah seperti gubernur, bupatidan walikota yang sudah terlaksana dengan aman dan damai di Aceh.Maka dari itu, baik aktivitas pembangunan maupun kegiatan politik demokratisharus terus diawasi dan ditingkatkan dan diperbaiki agar dapat berhasil dengan baik.Dan ini pada gilirannya berarti mengasumsikan bahwa kelompok-kelompok sipil (danbukan hanya orang-orang yang dimasukkan dari atas baik oleh pejabat GAM maupunoleh pejabat Indonesia) telah diberdayakan untuk dapat secara bersama-samamempelajari, mengawasi, mengorganisasikan, menghubungkan ke lini atas dan jugamelakukan pengorganisasian politik dari akar rumput! Keniscayaan ini tidak berartimengatakan bahwa GAM dan sekutu dekatnya harus dipinggirkankan baik dari aktivitaspembangunan maupun kegiatan demokratis. Keniscayaan ini hanya memberikan asersibahwa itu saja tidak cukup.Transformasi konflik bersenjata di Aceh kearah kegiatan politik danpembangunan bergantung pada kemampuan menjadikan sistem demokrasi di Acehuntuk dapat dijadikan sebagai kerangka dan acuan dalam transformasi konflik. Selainsebagai acuan, sistem ini juga dapat menjadi metode bagi masyarakat untukmeningkatkan kualitas hidup mereka. Namun berhasil tidaknya hal ini sangat terkaitdengan keberhasilan melebarkan dan memperdalam demokrasi yang bermakna Aceh.Dengan demikian, adalah sangat penting bagi Demos melakukan usaha untukmendorong keterlibatan bagian-bagian dari aktor pro-demokrasi termasuk aktor pro-demokrasi di Gerakan Aceh Merdeka untuk mewujudkan demokrasi yang bermakna.Oleh karena itu keberadaan Demos di Aceh adalah mendorong dan memperkuatketerlibatan masyarakat Aceh dalam proses demokrasi, sebagai cara untuk mendukungpencapaian perdamaian dan sebagai bagian proses rekonstruksi yang berorientasipada jalinan sosial dan hak asasi manusia.
1
 
1.
Maksud dan Tujuan1.1.Latar Belakang
Salah satu gejala penting yang menandai proses demokratisasi Indonesia pasca OrdeBaru adalah bergesernya pendulum politik, dari politik sentral ke politik lokal.Sentralisme kekuasaan yang berpusat di Jakarta selama lebih dari tiga dekadepemerintahan Orde Baru kini sedang dipudarkan oleh proses politik desentralisasi.Lokalisasi politik berlangsung secara meluas dan menyebar di seluruh pelosok negeri.Tak terkecuali Aceh, terutama di masa depan pasca pengesahan Undang-UndangPemerintahan Aceh. Di mana kekuasaan politik diharapkan bisa terdistribusi secara riilke pemerintahan-pemerintahan daerah. Sehingga desentralisasi dapat menciptakanproses lokalisasi politik dan terbentuknya ruang-ruang politik lokal yang baru di Aceh.Posisi Aceh menjadi sangat unik karena Aceh baru saja meninggalkan kondisi konflikbersenjata yang menimbulkan korban jiwa, sosial dan ekonomi yang besar. Prosesperdamaian yang dicapai di Helsenki mensyaratkan transformasi Gerakan AcehMerdeka menjadi kekuatan politik yang meninggalkan -cara kekerasan.Untuk memahami lebih dalam dinamika proses itu, maka Demos mengadakanpenelitian untuk menelusuri masalah-masalah dan pilihan-pilihan demokratisasi yangsecara umum terjadi dalam proses politik lokal sebagai arena perebutan antara aktor dominan dan para pekerja demokrasi. Penelitian yang telah dilakukan dari bulanSeptember 2006 sampai Januari 2007 di seluruh Aceh menghasilkan lima kesimpulanutama,
 pertama,
 
Demokrasi diterima sebagai sistem yang mengatur hidupbersama masyarakat Aceh, institusi minimal telah tersedia
;
kedua,
 
Potensi tinggidari masyarakat Aceh untuk berpolitik dan preferensi partai politik lokal sebagaipilihan ekspresi politik
;
ketiga,
Kuatnya identitas kebangsaan sebagai orangAceh
;
keempat 
,
Ancaman kolusi kekuasaan modal dan birokrasi terhadap sendi-sendi demokrasi
; dan
kelima,
Aceh didominasi oleh aktor-aktor politik danpelembagaan organisasi massa lemah
.Demokrasi di Aceh akan sangat sulit terbangun tanpa keterlibatan aktor pro demokrasidi masyarakat madani. Sementara itu GAM juga melakukan proses peralihan menjadikekuatan politik di Aceh. Keterlibatan ini menjadi sangat strategis karena prosesdemokratisasi tidak dapat dibiarkan didominasi oleh elit politik. Aktor pro demokrasidan kelompok-kelompok rakyat yang terorganisasikan dengan baik menjadi kunci bagikeberhasilan demokratisasi di Aceh.Oleh karenanya untuk menindaklanjuti program riset, Demos akan menyelenggarakanprogram pengayaan kemampuan yang dimulai dari tataran bawah, berbasis komunitas.Pendidikan politik yang diadakan meliputi peningkatan kapasitas politik rakyat bagipenguatan pemerintahan lokal, training perubahan kebijakan sebagi upaya untukmendorong dan aktif berperan dalam perubahan kebijakan baik dalam kerangkamasyarakat madani maupun dalam kalangan masyarakat politik yang palingberpengaruh. Serta pelatihan pengawasan pemilihan umum.Sebagaimana komitmen Demos untuk mendorong demokrasi yang bermakna di Aceh,
2
 
maka sebelum melaksanakan pendidikan politik yang diinginkan, bersama-samadengan beberapa rekan kerja telah dirumuskan kurikulum dan modul untuk pendidikanpolitik di Aceh beserta mekanisme kerjanya dalam pengorganisasian pendidikan politikitu nantinya.
1.2.Maksud
Mendorong keterlibatan aktor pro-demokrasi dengan meningkatkan kapasitas politikmereka untuk dapat memanfaatkan dan memajukan ruang-ruang politik lokal baru diAceh guna mencapai masyarakat majemuk yang menghormati keadilan, demokrasi danmenjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia.
1.3.Tujuan
Meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan keterampilan politik peserta agar dapatmengembangkan prakarsa politik di tingkat lokal untuk perbaikan representasi dalampemerintahan daerah.
1.4.Pengorganisasian
Kegiatan ini diselenggerakan Demos bekerjasama dengan organisasi sipil di tingkatlokal.Penanggung Jawab:1.Asmara Nababan2.Anton PradjestoTim Penyelenggara:1.Agung Wijaya2.Mahyani3.Eko Maju Saputra4.Ghufran5.Heru Kukuh S. Wuryantoro6.Nelly Sofiana7.Maya Paramitha Dewi
1.5.Metodologi
Kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan metode pendidikan orang dewasa.
1.6.Peserta
 Peserta dalam kegiatan pelatihan ini direkrut dengan proses assessment sebagaiberikut:
3

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Putroe2 liked this
Mulyadi liked this
Dzul_Fikar_8221 liked this
Erwin Purba liked this
Dw Kristianto liked this
jimre_institute liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->