kemungkinan berkembang dari keterampilan suku-suku asli Indonesia dalam berburu dan berperangdengan menggunakan parang, perisai, dan tombak. Seperti yang kini ditemui dalam tradisisukuNiasyang hingga abad ke-20 relatif tidak tersentuh pengaruh luar.Silat diperkirakan menyebar dikepulauan nusantarasemenjakabad ke-7masehi, akan tetapi asal
mulanya belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, silat saat ini telah diakui sebagai budayasukuMelayudalam pengertian yang luas,
[1]
yaitu para penduduk daerah pesisirpulauSumateradanSemenanjung Malaka, serta berbagai kelompok etnik lainnya yang
menggunakan
lingua franca
bahasa Melayu di berbagai daerah di pulau-pulauJawa,Bali,Kalimantan,Sulawesi, dan lain-lainnya juga mengembangkan sebentuk silat tradisional
mereka sendiri. Dalam Bahasa Minangkabau, silat itu sama dengansilek. Sheikh Shamsuddin(2005)
[2]
berpendapat bahwa terdapat pengaruh ilmu beladiri dariCinadanIndiadalam silat. Bahkan
sesungguhnya tidak hanya itu. Hal ini dapat dimaklumi karena memang kebudayaan Melayu (termasukPencak Silat) adalah kebudayaan yang terbuka yang mana sejak awal kebudayaan Melayu telahberadaptasi dengan berbagai kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India,Cina, Arab, Turki, dan lainnya. Kebudayaan-kebudayaan itu kemudian berasimilasi dan beradaptasidengan kebudayaan penduduk asli. Maka kiranya historis pencak silat itu lahir bersamaan denganmunculnya kebudayaan Melayu. Sehingga, setiap daerah umumnya memiliki tokoh persilatan yangdibanggakan. Sebagai contoh, bangsa Melayu terutama di Semenanjung Malaka meyakini legendabahwaHang Tuahdari abad ke-14 adalah
pendekar
silat yang terhebat.
[3]
Hal seperti itu juga yang terjadidi Jawa, yang membanggakanGajah Mada.Perkembangan dan penyebaran silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyakdipengaruhi oleh kaum Ulama, seiring dengan penyebaran agamaIslampadaabad ke-14di Nusantara.
Catatan historis ini dinilai otentik dalam sejarah perkembangan pencak silat yang pengaruhnya masihdapat kita lihat hingga saat ini. Kala itu pencak silat telah diajarkan bersama-sama dengan pelajaranagama di surau-surau. Silat lalu berkembang dari sekedar ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadibagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah. Disamping itu juga pencak silat menjadibagian dari latihan spiritual.
[2]
Silat berkembang di Indonesia dan Malaysia (termasuk Brunei dan Singapura) dan memiliki akar sejarahyang sama sebagai cara perlawanan terhadap penjajah asing.
[3]
. Setelah zaman kemerdekaan, silatberkembang menjadi ilmu bela diri formal. Organisasi silat nasional dibentuk seperti
Ikatan Pencak Silat Indonesia
(IPSI) di Indonesia,
Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia
(PESAKA) diMalaysia,
Persekutuan Silat Singapore
(PERSIS) di Singapura, dan
Persekutuan Silat Brunei Darussalam
(PERSIB) di Brunei. Telah tumbuh pula puluhan perguruan-perguruan silat di AmerikaSerikat dan Eropa. Silat kini telah secara resmi masuk sebagai cabang olah raga dalam pertandinganinternasional, khususnya dipertandingkan dalamSEA Games.
Leave a Comment