Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
27Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HUKUM ADAT

HUKUM ADAT

Ratings: (0)|Views: 1,616 |Likes:
Published by Suwahono, M.Pd

More info:

Published by: Suwahono, M.Pd on Dec 06, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2013

pdf

text

original

 
HARIL SOETARDJO
HUKUM ADAT
TANAH TUNGKAL SERAMBI JAMBI
HARIL SOETARDJO6/3/2009
Hukum adat yang berlaku disekitar masyarakat Jambi
 
HUKUM ADATTANAH TUNGKAL SERAMBI JAMBI
A.KEDUDUKAN HUKUM ADAT DALAM MASYARAKAT
Hukum adat merupakan hukum yang tidak tertulis yang hidup dan berkembang sejak dahulu serta sudah berakar di dalam masyarakat. walaupun tidak tertulis namun hukum adatmempunyai akibat hukum terhadap siapa saja yang melanggarnya. Norma-norma dan nilai-nilaiyang ada di dalam hukum adat sangat dipatuhi dan dipegang teguh oleh masyarakat adat.Hukum adat bagi masyrakat berfungsi sebagai neraca yang dapat menimbang baik atau buruk, salah atau benar, patut atau tidak patut, pantas atau tidak pantas suatu perbuatan atau peristiwa dalam masyarakat. Sehingga hukum adat lebih sebagai pedoman untuk menegakkandan menjamin terpeliharanya etika kesopanan, tata tertib, morak dan nilai adat dalam kehidupanmasyarakat. Ini berarti bahwa walaupun hukum adat itu tidak tertulis tetapi didalamnya sudahdiatur dan disepakati bagaimana seseorang bertindak, berprilaku baik dalam lingkungan keluargamaupun dalam lingkungan masyarakat secara luas.Di dalam hukum adat apabila masyarakat untuk memutuskan sesuatu harus melaluimusyawarah dan mufakat oleh Nenek Mamak, Tuo-tuo Tengganai, Alim Ulama dan Cerdik PAndai yang berhak untuk menolak atau menerima suatu putusan yang apakah bertentangan atautidak dengan kepentingan rakyat, dan inilah yang disebut dalam seloko adat " Raja adil rajadisembah, Raja zalim raja disanggah".Untuk menghindari hal demikian menurut hukum adat hendahlah setiap keputusan yangmenyangkut kepentingan orang banyak dapat diuji kebenarannya dan bebas menurut hukumanadil dan patut atau pantas. Sehingga pemimpin tidak kehilangan kepercayaan dari masyarakat,maka seorang pemimpin/penguasa yang adil dan patut atau pantas dalam memutuskandisebutkan dalam adat "Kalau bulat dapat digulingkan, pipih dapat dilayangkan, putih berkeadaan, merah dapat dilihat, panjang dapat diukur, berat dapat ditimbang. Seandainyakeputusan-keputusan yang diambil bertentangan dengan ungkapan-ungkapan seperti ungkapan-ungkapan di bawah ini, berarti keputusan tersebut tidak boleh dikatakan adil dan patut menuruthukum adat. Untuk menentukan salah dan benar menurut hukum adat sesuatu perbuatan harus
 
diteliti (disimak) dalam petatah petitih dan seloko adat adalah " Terpijak benang arang hitamtapak kaki, tersuruk di gunung kapur putih tengkuk, sia-sia negeri alah, tateko hutang tumbuh, pinjam memulangkan, sumbing menitip, hilang menggantikan".Sehingga ungkapan tersebut apabila terjadi sulit bahkan sangat sulit untuk menolak kebenarannya, serta dipatuhi oleh masyarakat karena adil dan patut, adil menurut orang yangtahu pada hukum adat dan patut menurut orang yang tahu pada nilai sesuatu. Oleh karenanya proses peradilan yang demikian setiap keputusannya akan mudah dapat dipahami dan diterimaoleh pihak-pihak yang bersengketa serta dapat dengan mudah menghabiskan segala dendamkesumat sebagaimana dalam seloko adat berbunyi " Rumah sudah pahat tidak berbunyi, api padam puntung tidak berasap, yang terkucil sudah tertinggal, yang terpijak sudah luluh".Untuk menguatkan keputusan yang berat dan rulit dikuatkan dengan gantung pauh-pauh(setih-setiah) atau janji-janji antara pihak-pihak yang berdamai dimuka sidang Nenek Mamak.Hukum adat disebut hukum asli karena lahir dari bawah atau dari masyarakat adat sesuai dengankepentingannya pula, dan hukum adat itu tidak kaku seperti disebut dalam seloko adat " Adatdiatas tumbuh, lembago diatas tuang, memahat di atas batu, mengukir diatas baris" atau jugadisebut " Adat selingkung koto, undang selingkung alam, lain lubik lain ikannyo, lain padanglain belalang". Adat sebagai ujung tombak yang langsung berhubungan dengan masyarakatsehari-hari memiliki wibawa dan wibawa inilah sebagai modal utama dalam pemerintahan adat.Hukum adat tidak mengenal adanya rumah tahanan atau penjara sehingga bagi yang dinyatakan bersalah, hukum adat mempunyai sanksi moral dan material, sanksi material jika tidak sanggupdibayarkan oleh yang bersalah, sanksi tersebut diambil alih oleh keluarga/kalbu atau waris dariorang yang berbuat salah tersebutKabupaten Tanjung Jabung Barat yang berpredikat sebagai pintu gerbang Provinsi Jambisejak dahulu sudah dikenal sebagai Tanah Tungkal Serambi Jambi, ini berarti sumber hukumadat yang berlaku di daerah ini yang tentunya adalah sama dengan apa yang berlaku di Jambi pada umumnya. Hanya saja pelaksanaan dan pemakainannya yang berbeda. Sumber hukum adatitu adalah Undang-undang nan XX (pucuk undangan nan delapan dan anak undang nan dua belas), dimana Undnag-undang XX ini juga berlaku dan dikenal di daerah Minangkabau dan Negeri Jiran Malaka/Malaysia. Persamaan sumber hukum adat ini juga mungkin ada kaitannyadengan sejarah kedatangan manusia ke daerah ini dan hubungan atau interaksi masyarakat daerahini dengan daerah luar seperti kedatangan manusia dari Pariang Padang PAnjang danJohor/Malaisia khususnya ke Merlung dan Tungkal Ulu.

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Halim Ahmad liked this
Arni Widya Wanti liked this
Devita Oktavia liked this
Yani BaCkpouw liked this
Alf Agstri liked this
Ray Man Aja liked this
Cein Khuz liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->