kimi fisik dilakukan dengan metode standar ASTM terhadap minyak jelantah, dan metil esterdari minyak jelantah dengan katalis asam dan basa, yatiu: analisa titik nyala, titik tuang,kekentalan, kerapatan relatif (SG pada 60
o
F/60
o
F), kadar air, dan densitas.
B. METODE PENELITIAN3.1
Rancangan Penelitian
Minyak jelantah dilewatkan melalui kolom berisi arang aktif yang bertujuan untuk mengurangi bau dan partikel-partikel besar sisa penggorengan. Kemudian hasil penyaringandicampur kembali dengan arang aktif yang berukuran halus dan disaring. Untuk mengurangiwarna minyak jelantah selain menggunakan arang aktif juga menggunakan
bleaching agent
,bentonit. Filtrat minyak jelantah direaksikan dengan metanol berlebih pada suasana asamsedangkan sintesis metil ester yang menggunakan katalis basa dilakukan pada temperaturruang dengan menambahkan metanol berlebih.
3.2 Prosedur Penelitian3.2.1. Pemucatan Warna Sampel
Minyak jelantah yang digunakan warnanya sangat hitam, sehingga agar dihasilkanester dari minyak jelantah yang tidak terlalu gelap maka perlu dipucatkan denganmenggunakan arang aktif dan bentonit. Adapun langkah-langkah yang digunakan sebagaiberikut :a.
Ditambahkan arang aktif yang halus ke dalam 1000 mL sampel minyak jelantah, laludiaduk dan disimpan di oven pada 60
o
C.b.
Setelah 15 menit minyak tersebut disaring.c.
Kemudian filtratnya ditambahkan H
3
PO
4
0,1 N, setelah itu dipanaskan di oven 60
o
Cselama 60 menit.d.
Ditambahkan bentonit sambil diaduk menggunakan pengaduk
magnetic
.e.
Dienapkan selama beberapa menit kemudian dilakukan penyaringan.
3.2.2. Sintesis Metil Ester Asam Lemak Campuran dari Minyak Jelantah secaraTransesterifikasi Berkatalis Asam
a.
Minyak jelantah yang telah melewati preparasi awal sebanyak 300 mL dimasukan kedalam labu alas 1000 mL, ditambahkan dengan benzen dan metanol, didinginkan denganes sambil diaduk dengan
magnetic stirer
hingga homogen.b.
Kemudian ditambahkan setetes demi setetes larutan H
2
SO
4(p)
sebanyak 5 mL padasuasana dingin.c.
Setelah itu larutan direfluks pada suhu 65
o
C selama 5-6 jam sampai terbentuk dua lapisan.d.
Setelah dingin larutan tersebut dimasukan kedalam corong pisah 1000 mL, kemudianditambahkan aquades hingga batas kedua lapisan tersebut terlihat dengan jelas.e.
Diambil bagian atasnya dan dibilas dengan aquades lagi, pengerjaan ini diulang beberapakali hingga didapat pH air pembilas
±
7,00.f.
Bagian atas larutan tersebut dikocok dengan menggunakan Na
2
SO
4
anhidrous, kemudiandilewatkan melalui kertas saring yang berisi Na
2
SO
4
anhidrous.g.
Filtrat dirotarievaporator pada temperatur 60
o
C yang tujuannya untuk menghilangkan sisapelarut organik (benzen).
3.2.3. Sintesis Metil Ester Asam Lemak Campuran dari Minyak Jelantah secaraTransesterifikasi Berkatalis Basa
a.
Minyak jelantah yang telah melewati preparasi awal sebanyak 1000 mL dimasukan kedalam piala gelas 2000 mL, ditambahkan KOH yang terlarut dalam metanol, diaduk dengan
magnetic stirer
hingga homogen.b.
Pengadukan dilakukan secara kontinyu selama minimal 8 jam (1 malam).c.
Ditambahkan aquades kemudian diaduk dengan perlahan.d.
Bagian atasnya dimasukan ke dalam corong pisah kemudian dikocok dengan aquades.