Menutup Aurat
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalahMaha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
[Q.S. Al-Ahzab:59]
“Hai asma, sesungguhnya perempuan itu apabila telah sampai umur/dewasa, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini. Rosulullah berkata sambil menunjukkanmuka dan telapak tangan hingga pergelangannya sendiri”
[H.R. Abu Dawud dan Aisyah]Dari Abu Sa’ad r.a bahwasannya Rosulullah saw. Bersabda:
“Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat sesame lelaki, begitu pula seorang perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan. Seorang laki-laki tidak boleh bersentuhan kulit sesama lelaki dalam satu selimut, begitu pula seorang perempuan tidak boleh bersentuhan kulit dengan sesame perempuan dalam satu selimut.”
[H.R.Muslim dikutip ImamNawawi dalam terjemah Riyadhush Shalihin]
Bagi wanita diperintahkan untuk tidak berlembut-lembut suara di hadapan laki-laki bukanmahram
“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk
]
dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalamhatinya
[1214]
dan ucapkanlah perkataan yang baik,”
[Q.S. Al-Ahzab:32]
Dilarang bagi wanita bepergian sendiri tanpa mahramnya sejauh perjalanan satu hari
Dari Abu Hurairah r.a ia berkata: Rosulullah saw. Bersabda,
“Tidak halal bagi seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian yang memakan waktu sehari semalamkecuali bersama muhrimnya.”
[H.R. Bukhari Muslim dikutip Imam Nawawi dalam terjemahanRiyadhush Shalihin]Dr. Yusup Qardhawi dalam fatwa-fatwa Kontemporer jilid 2 halaman 542 mengemukakan: “kummuslimin memeperbolehkan wanita sekarang keluar rumah untuk belajar di sekolah, di kampus, pergike pasar dan bekerja di luar rumah sebagai guru, dokter, bidan dan pekerjaan lainnya asalkanmemenuhi syarat dan mematuhi pedoman-pedoman syariyyah {menutup aurat, menjaga pandangan,dan lain-lain}
Dilarang “berkhalwat” [ berdua-duaan antara pria dan wanita ditempat sepi ]
Dari Ibnu Abbas r.a bahwasannya Rasulullah saw. Bersabda:
“Janganlah sekali-kali salah seorang diantara kalian bersunyi-sunyi dengan perempuan lain, kecuali disertai muhrimnya.”
[H.R. BukhariMuslim dikutip Imam Nawawi dalam terjemahan Riyadhush Shalihin]
Laki-laki dilarang berhias menyerupai perempuan, juga sebaliknya
Dari Ibnu Abbas r.a ia berkata:
“Rasulullah melaknat kaum laki-laki yang suka menyerupai kaumwanita, dan melaknat kaum wanita yang suka menyerupai kaum laki-laki.”
[H.R. Bukhari Muslimdikutip Imam Nawawi dalam terjemahan Riyadhush Shalihin]
Islam menganjurkan menikah dalam usia muda bagi yang mampu dan shaum bagi yang tidak mampu
“Wahai sekalian pemuda, barang siapa diantara kamu yang mampu nikah, maka nikahlah.Sesungguhnya nikah itu bagimu dapat menundukan pandangan dan menjaga kemaluan. Maka jikakamu belum sanggup berpuasalah, sesungguhnya puasa itu sebagai prisai.”
[H.R. Muttafaaqun alaihi]