170 SARJANA (S.1) STAISES KUTACANE DI WISUDA
Kutacane, Pindo
Sekolah Tinggi Agama Islam Sepakat Segenep (STAISES) di Kutacane, yang sudah berdiri sejak tahun 1994 adalah hasil dari kerja keras putra-putri Aceh Tenggara yang sering bergelut dengan bidang pendidikan, demi mewujudkan suatu pendidikan yang berkelanjutan bagi Aceh Tenggara di masa depan.Berdirinya STAISES pada saat itu berkat dukungan DPRD dan Pemerintah Daerah AcehTenggara, yang kemudian dibentuk sebuah yayasan sebagai payung dan pelindung bagilembaga-lembaga pendidikan yang direncanakan, dipimpin langsung oleh ketua umum, Drs. H.Armen Desky (pada saat itu Bupati Kabupaten Aceh Tenggara), Ketua I H. Umuruddin Desky(pada saat itu menjabat ketua DPRD setempat) dan Dr. (HC) Jamidin Hamdani, BA) yangduduk sebagai ketua II serta ditunjuk sebagai pelaksana harian Yayasan ini direncanakan untuk mengelola lembaga pendidikan mulai dari Raudhatul Atfhal, Madrasah Tsanawiyah, MadrasahAliyah dan Sekolah Tinggi, yang diberi nama Sekolah Tinggi Agama Islam Sepakat Segenep(STAISES), didirikan pada tanggal 12 Agustus 2002.Mulanya STAISES mengusulkan 3 jurusan pendidikan Agama Islam, antara lain jurusanS.1 Tarbiyah, Mu’amalah (S.1 Syari’ah) dan jurusan penyiaran Islam (S.1 Dakwah), tapi hanyadiberi izin menyelenggarakan dua jurusan saja yaitu jurusan PAI dan Mu’amalah saja. Namundemi mengikuti perkembangan dan kebutuhan Kabupaten Aceh Tenggara pada saat itu,STAISES membuka dua jurusan Diploma II, yaitu PGMI dan GPAI.Sesuai dengan STAISES bertujuan menghasilkan intelektual-intelektual muslim di bidang pendidikan yang memiliki pengetahuan yang luar, terampil dan tanggap terhadapkemajuan zaman serta segala perubahan yang akan datang. Selain itu juga STAISES bertujuanmelahirkan tenaga kependidikan yang bukan hanya mampu melakukan pengajaran tetapi jugamampu memberikan pendidikan dalam arti luas, demikian ditegaskan oleh Suhordy, S.Agsebagai Ketua Pelaksana Harian periode 2008-2013, di ruang kerjanya (26/11) kemarin.Yayasan yang sudah banyak melahirkan sarjana D-II ini terbentuk dengan Akta Notaris Noni Chairani, SH nomor 6 tanggal 23 Agustus 2002 yang diterbitkan di Medan Sumatera Utara pada saat itu dipimpin oleh seorang ketua yang bernama Drs, Jauharudin dna pada saat itu beliaumenjabat sebagai kepala Depag Kabupaten Aceh Tenggara, dengan dibantu oleh A. Thahir,S.PdI sebagai ketua II serta Suhardy, S.Ag sebagai ketua III, kepemimpinan mereka berakhir sampai dengan tahun 2008 dengan dilanjutkan oleh kepemimpinan yang baru untuk periode2008-2013 yaitu dipimpin oleh Suhardy, S.Ag sebagai ketua dibantu oleh Sukarman, S.PdIsebagai Pembantu Ketua I, Pembantu Ketua II Karimin, MA serta Ridwansyah, MA sebagaiPembantu Ketua III.Melalui perjuangan harus mereka telah berusaha semaksimal mungkin untuk membuatSTAISES semakin pesat perkembangannya sehingga pada tanggal 30 November 2009 iniSTAISES untuk pertama kalinya melahirkan Sarjana Strata Satu (S.1) jurusan PendidikanAgama Islam (PAI) dan Mu’amalah secara murni, serta mencapai 160 orang sarjana.Salah seorang sarjana Pendidikan Agama Islam STAISES yang ditemui wartawan dikampus sementara STAISES Kutacane yang bertempat di MTsN Kutacane, Nurharti (33)mengatakan “saya bangga terhadap para dosen, pemimpin dan para pejuang du STAISES ini,sehingga pada masa ini saya bisa diwisuda.Perkuliahan di STAISES Kutacane dilaksanakan sangat tertib dan disiplin, dipimpindengan penuh tanggung jawab oleh Suhardy, S.Ag beserta kabinetnya, demi terwujudnya tujuananggaran dasar dan anggaran rumah tangga Sekolah Tinggi Agama Islam Sepakat SegenepKutacane demi perubahan dan perkembangan intelektual Islam di masa depan. Perkembangandan kemajuan perguruan tinggi ini dibangun dan digalang dengan susah payah oleh para dosen pejuang tanpa tanda jasa di sekolah tersebut, tanpa ada anggaran dan bantuan dari pemerintahdaerah setempat, ketua LSM Poros Kutacane, T. Raja Syahnan mengharapkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Aceh Tenggara agar memperhatikan dan membantu perkembangan dan pembangunan Sekolah Tinggi Agama Islam Sepakat Segenep baik di bidang