Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TUKUL DPR DAN "LAPTOP MANIA"

TUKUL DPR DAN "LAPTOP MANIA"

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 10|Likes:
Published by Eddy Satriya

More info:

Published by: Eddy Satriya on Mar 29, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/01/2010

pdf

text

original

 
 
RubrikBerita UtamaBisnis & KeuanganHumanioraInternationalIptekMetropolitanNusantaraOlahragaOpiniPolitik & HukumSosokSumatera BagianSelatanSumatera BagianUtaraBerita Yang laluAnakAsuransiAudio VisualBahariBentaraBingkaiDana KemanusiaanDidaktikaEkonomiInternasionalEkonomi RakyatFokusFurniturIlmu PengetahuanInteriorJendelaKesehatanLaporan KhususAceh BaruLaporan KhususHidup BersamaBencanaLingkunganLintas Timur BaratMakanan danMinumanMudaMusikOtomotif OtonomiPendidikanPendidikan DalamNegeriPendidikanInformalPendidikan LuarNegeriPerbankanPergelaranPerhubunganPixelPropertiPustakaloka
Iptek
Senin, 26 Maret 2007
Tukul, DPR, dan "Laptop Mania" 
 
Akhirnya, salah satu aplikasi telematika, yaitu rencana pengadaan danpemanfaatan laptop untuk anggota DPR, berhasil juga menjadi topik diskusi diberbagai lapisan masyarakat. Sayangnya diskusi yang bergulir bernada miringdan sinis. Tidak kurang dari pengamat politik Arbi Sanit dan rekan sayapengamat telematika Roy Suryo menyiratkan bahwa belum saatnya (semua)anggota DPR memiliki laptop (Kompas, 24/3).Munculnya tanggapan sinis tersebut kelihatannya disebabkan oleh belumpahamnya sebagian masyarakat akan manfaat alat ini, di samping mahalnyaharga per unit yang mencapai Rp 21 juta seperti direncanakan Badan UrusanRumah Tangga (BURT) DPR. Lalu, tentu menjadi pertanyaan, apakah laptopmemang bermanfaat untuk anggota Dewan?Jika seorang pelawak Tukul Arwana saja bisa mengoptimalkan nilai tambahlaptop sehingga secara menakjubkan menjadi presenter top, mengapa kita justru membatasi penggunaannya? Mengapa harus apriori atau adadiskriminasi?Laptop juga sudah digunakan para eksekutif di berbagai tingkatan birokrasi,termasuk di daerah. Janggal rasanya jika kita memprotes anggota DPR,sementara dalam sepuluh tahun terakhir miliaran rupiah, bahkan secaraagregat mencapai triliunan rupiah, telah dibelanjakan untuk membeli laptop diseluruh instansi pemerintah dengan harga yang tidak jauh beda denganpatokan BURT DPR.Apalah artinya uang Rp 12 miliar dibandingkan dengan berbagai pengeluaranlain seperti pembelian mobil-mobil ber-cc besar untuk aparat yang semakinmemboroskan energi? Kurang tepat pula rasanya mengaitkan biaya pengadaanlaptop untuk membangun sekolah yang sudah punya anggaran yang masihberlebih di Depdiknas.Harga laptop bervariasi, sekitar Rp 2,5-Rp 25 juta per unitnya, tergantungfasilitas dan teknologi yang digunakan. Panitia lelang DPR bisa saja memilihberbagai kombinasi fasilitas dan sistem yang digunakan untuk mendapatkanharga optimal pada kisaran Rp 15 juta yang bisa dicapai lebih dari tiga merekyang ada saat ini.Dengan demikian, harga Rp 21 juta per unit yang dijadikan pagu oleh BURTDPR tidak perlu dipermasalahkan atau dikhawatirkan akan mengarah kepadapraktik kolusi dan antikompetisi yang melanggar Keppres 80/2003 (KoranTempo, 24/3). Jika lelang bisa berlangsung dengan baik, bukan tidak mungkinakan terjadi penghematan yang cukup signifikan.Memang, mungkin saja tidak semua anggota Dewan mampu menggunakanlaptop saat ini. Namun, bukankah pemanfaatan laptop, sebagaimana halnyaPDA dan ponsel, semakin hari semakin mudah? Banyak user friendly menuyang terus disediakan berbagai merek untuk konsumennya di tengahpersaingan yang makin sengit. Juga kita tahu, tidak semua anggota Dewan old
Sear
 
B
·
VaKo
·
Tu"La
·
MeCa
·
DeMeDi
·
Te
Page 1of 3Tukul, DPR, dan "Laptop Mania" - Senin, 26 Maret 20073/26/2007http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/26/iptek/3410764.htm
 
RumahSorotanSwaraTanah AirTeknologiInformasiTelekomunikasiTeropongWisataInfo OtonomiTentang KompasKontak Redaksi
fashioned dengan teknologi telematika.Banyak pula anggota Dewan yang masih muda dan sudah terbiasa denganberbagai kemajuan pesat bidang ini. Pemberian laptop dapat memicu terjadinyapersaingan antaranggota Dewan dalam berkarya. Terlebih lagi, berkomunikasi,berselancar di internet, mengolah kata, foto dan video saat ini sudah menjadikebutuhan sehari-hari.Jika seperlima saja dari anggota Dewan bisa menggunakan komputer, dansetengah dari jumlah itu terbiasa menggunakan situs pribadi atau blog sepertiyang digunakan selebriti untuk mengomunikasikan buah pikirannya, maka itukemajuan besar untuk lembaga legislatif.Bukanlah mimpi tentunya jika setelah pengadaan laptop akan mulai banyakanggota Dewan yang berkomunikasi dengan konstituennya dan masyarakatyang diwakilinya melalui internet. Apalagi jika di gedung DPR pada saatnyananti bisa dilengkapi dengan fasilitas wireless LAN, tentu komunikasi berbagaiproses dan hasil keputusan politik bisa dengan cepat diinformasikan keberbagai penjuru.Demikian pula jika anggota Dewan sudah semakin terampil menggunakanlaptopnya, berbagai hasil kunjungan mereka ke daerah dalam bentuk narasiataupun foto dan video bisa dengan cepat di-posting di situs mereka melaluisambungan internet yang tersedia di berbagai hotel, kafetaria, warnet ataupunfasilitas bandara.Sebagai penutup, ada baiknya kita renungkan penggalan kumpulan puisi dariTS Eliot, penulis terkenal kelahiran Amerika Serikat pemenang Nobel bidangliteratur tahun 1948, yang mempertanyakan: "Where is the life we have lost inliving? Where is the wisdom we have lost in knowledge? Where is theknowledge we have lost in information?"Eliot dengan jelas merangkai perlunya kita memiliki informasi untuk menguasaiilmu pengetahuan guna mencapai wisdom dalam menjalani kehidupan di dunia.Sejalan dengan tuntutan kehidupan di era globalisasi yang bercirikanterciptanya masyarakat berbasiskan ilmu pengetahuan, maka kemampuanuntuk memiliki informasi dan menguasai ilmu pengetahuan adalah suatukeharusan. Kemampuan tersebut hanya bisa dicapai jika kita bisamengkompilasi data dan mengolahnya menjadi informasi yang bermanfaat.Laptop adalah salah satu alat menuju ke sana.Eddy Satriya
PNS di Kantor Menko Perekonomian. E-mail: satriyaeddy@gmail.com 
 
LAYANAN BERITA SMS 5454 TELKOMSEL
 
Layanan
 
Langganan
 
Berhenti
 berita nasional reg kcm nas unreg kcm nasberita politik reg kcm pol unreg kcm polbreaking news 3 reg kcm bn 3 unreg kcm bn 3breaking news 5 reg kcm bn 5 unreg kcm bn 5breaking news 10 reg kcm bn 10 unreg kcm bn 10headline kompasreg kcmhlkompasunreg kcm hlkompasPage 2of 3Tukul, DPR, dan "Laptop Mania" - Senin, 26 Maret 20073/26/2007http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/26/iptek/3410764.htm

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->