• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 2
    CommentGo Back
Download
 
RANCANGANUNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR … TAHUN …TENTANGPEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT,DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAHDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang:a.bahwa untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan DewanPerwakilan Rakyat Daerah sebagai penyalur aspirasi politik rakyatserta anggota Dewan Perwakilan Daerah sebagai penyalur aspirasikeanekaragaman daerah sebagaimana diamanatkan dalam Pasal22E ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945, diselenggarakan pemilihan umum;b.bahwa pemilihan umum secara langsung oleh rakyat merupakansarana perwujudan kedaulatan rakyat guna menghasilkanpemerintahan negara yang demokratis berdasarkan Pancasila danUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;c.bahwa dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2006tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2006 tentang Perubahan Kedua AtasUndang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan UmumAnggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, danDewan Perwakilan Rakyat Daerah menjadi Undang-Undang danUndang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang PenyelenggaraPemilihan Umum
 
serta adanya perkembangan demokrasi dandinamika masyarakat, maka Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat,Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,perlu diganti;
 
d.bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalamhuruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentuk Undang-Undangtentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat,Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;Mengingat :1. Pasal 1 ayat (2) dan ayat (3), Pasal 2 ayat (1), Pasal 5 ayat (1),Pasal 18 ayat (3), Pasal 19 ayat (1), Pasal 20, Pasal 22C ayat (1)dan ayat (2), Pasal 22E, Pasal 24, Pasal 24A, Pasal 24C, Pasal 27ayat (1), Pasal 28C ayat (2), Pasal 28D ayat (1), dan Pasal 30 ayat(4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;2.Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang PenyelenggaraPemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4721);3.Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 2, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4801);
Dengan Persetujuan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIAdanPRESIDEN REPUBLIK INDONESIAMEMUTUSKAN:Menetapkan :UNDANG-UNDANG TENTANG PEMILIHAN UMUM ANGGOTADEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILANDAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:1.Pemilihan Umum, selanjutnya disebut Pemilu, adalah sarana pelaksanaankedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkanPancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
2
 
2.Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, danDewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah Pemilu untuk memilih anggota DewanPerwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan RakyatDaerah provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota dalamNegara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.3.Dewan Perwakilan Rakyat, selanjutnya disebut DPR, adalah Dewan PerwakilanRakyat sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara RepublikIndonesia Tahun 1945.4.Dewan Perwakilan Daerah, selanjutnya disebut DPD, adalah Dewan PerwakilanDaerah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara RepublikIndonesia Tahun 1945.5.Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, selanjutnya disebut DPRD, adalah DewanPerwakilan Rakyat Daerah provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerahkabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945.6.Komisi Pemilihan Umum, selanjutnya disebut KPU, adalah lembagapenyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri.7.Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota,selanjutnya disebut KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota, adalahpenyelenggara Pemilu di provinsi dan kabupaten/kota.8.Panitia Pemilihan Kecamatan, selanjutnya disebut PPK, adalah panitia yangdibentuk oleh KPU kabupaten/kota untuk menyelenggarakan Pemilu di tingkatkecamatan atau sebutan lain,
 
yang selanjutnya disebut kecamatan.9.Panitia Pemungutan Suara, selanjutnya disebut PPS, adalah panitia yangdibentuk oleh KPU kabupaten/kota untuk menyelenggarakan Pemilu di tingkatdesa atau sebutan lain/kelurahan, yang selanjutnya disebut desa/kelurahan. 10.Panitia Pemilihan Luar Negeri, selanjutnya disebut PPLN, adalah panitia yangdibentuk oleh KPU untuk menyelenggarakan Pemilu di luar negeri.11.Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, selanjutnya disebut KPPS,adalah kelompok yang dibentuk oleh PPS untuk menyelenggarakanpemungutan suara di tempat pemungutan suara. 12.Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri, selanjutnya disebutKPPSLN, adalah kelompok yang dibentuk oleh PPLN untuk menyelenggarakanpemungutan suara di tempat pemungutan suara di luar negeri. 13.Tempat Pemungutan Suara, selanjutnya disebut TPS, adalah tempatdilaksanakannya pemungutan suara.
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

rancangan undang-undang susduk tahun 2007 menurut saya sangat merugikan partai politik, terutama di pasal 126. Menurut saya, PENGISIAN KEKEOSONGAN ANGGOTA DEWAN MUTLAK HARUS MELIBATKAN PARTAI POLITIK PESERTA PEMILU, BUKAN SEMATA KEWENANGAN KPU. Oleh karena itu saya merumuskan konsep Undang-Undang Susduk pasal 126 ayat 1.c :"Pengangkatan anggota baru dari daftar calon tetap anggota DPRD Propinsi/Kab/Kota induk diusulkan oleh pengurus Partai Politik yang bersangkutan berdasarkan perimbangan perolehan suara suara partai politik peserta pemilu dan peringkat perolehan suara setiap calon pada pemilu yang berasal dari dapil di Propinsi/Kabupaten/Kota baru". Kemudian pasal 126 ayat 2.c:"Pengisian baru sebagaimana dimaksud pada huruf b dilakukan dengan mengangkat calon baru dari daftar calon tetap anggota DPRD Propinsi/Kabupaten/Kota induk yang diusulkan oleh pengurus Partai Politik yang bersangkutan berdasarkan perimbangan perolehan suara partai politik peserta pemilu dan peringkat perolehan suara dari setiap calon pada pemilu yang berasal dari dapil di Propinsi/Kabupaten/Kota Induk".

mana lambang partai nyaa???? hhhuh

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...