d.bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalamhuruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentuk Undang-Undangtentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat,Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;Mengingat :1. Pasal 1 ayat (2) dan ayat (3), Pasal 2 ayat (1), Pasal 5 ayat (1),Pasal 18 ayat (3), Pasal 19 ayat (1), Pasal 20, Pasal 22C ayat (1)dan ayat (2), Pasal 22E, Pasal 24, Pasal 24A, Pasal 24C, Pasal 27ayat (1), Pasal 28C ayat (2), Pasal 28D ayat (1), dan Pasal 30 ayat(4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;2.Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang PenyelenggaraPemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4721);3.Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 2, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4801);
Dengan Persetujuan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIAdanPRESIDEN REPUBLIK INDONESIAMEMUTUSKAN:Menetapkan :UNDANG-UNDANG TENTANG PEMILIHAN UMUM ANGGOTADEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILANDAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:1.Pemilihan Umum, selanjutnya disebut Pemilu, adalah sarana pelaksanaankedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkanPancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
2
Leave a Comment
rancangan undang-undang susduk tahun 2007 menurut saya sangat merugikan partai politik, terutama di pasal 126. Menurut saya, PENGISIAN KEKEOSONGAN ANGGOTA DEWAN MUTLAK HARUS MELIBATKAN PARTAI POLITIK PESERTA PEMILU, BUKAN SEMATA KEWENANGAN KPU. Oleh karena itu saya merumuskan konsep Undang-Undang Susduk pasal 126 ayat 1.c :"Pengangkatan anggota baru dari daftar calon tetap anggota DPRD Propinsi/Kab/Kota induk diusulkan oleh pengurus Partai Politik yang bersangkutan berdasarkan perimbangan perolehan suara suara partai politik peserta pemilu dan peringkat perolehan suara setiap calon pada pemilu yang berasal dari dapil di Propinsi/Kabupaten/Kota baru". Kemudian pasal 126 ayat 2.c:"Pengisian baru sebagaimana dimaksud pada huruf b dilakukan dengan mengangkat calon baru dari daftar calon tetap anggota DPRD Propinsi/Kabupaten/Kota induk yang diusulkan oleh pengurus Partai Politik yang bersangkutan berdasarkan perimbangan perolehan suara partai politik peserta pemilu dan peringkat perolehan suara dari setiap calon pada pemilu yang berasal dari dapil di Propinsi/Kabupaten/Kota Induk".
mana lambang partai nyaa???? hhhuh