Sering kita mendengar kritik dan kecaman dari berbagai lapisanmasyarakat, terhadap sistem pelayanan kesehatan yang kurang bermutu dan tidak profesional, atau kurang empati dalam melakukan program pelayanan kesehatanterutama di rumah sakit.Rumah sakit sebagai perusahaan yang termasuk dalam katagori
public service
, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan kesehatan selaludituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal demi kepuasan pasiensebagai pengguna jasa. Keputusan pasien untuk memeriksakan sakitnya ke rumahsakit tertentu sangat dipengaruhi oleh pelayanan prima sehingga dapatmemberikan rasa kepuasan dan kepercayaan.Berkaitan dengan jasa yang dilaksanakan oleh rumah sakit dalam upayauntuk memberikan kepuasan dan menumbuhkan kepercayaan pihak pelanggannyayaitu pasien, pelayanan melalui kiat pelayanan prima tidaklah cukup hanyadengan melakukan proses administrasi dengan cepat, tetapi juga bagaimana paratenaga medis dapat memperlakukan pasien sebaik mungkin agar terbentuk sikap positf dari si pasien yang akan berdampak pada citra positif dari rumah sakit itusendiri. Salah satu bentuk perlakuan yang baik dari tenaga medis kepada pasienadalah melalui komunikasi yang terjalin diantara keduanya, dalam hal ini adalah perawat dan pasien.Keperawatan pada intinya adalah sebuah proses interpersonal. Dimanaseorang perawat yang kompeten harus menjadi seorang komunikator yang efektif dalam menjalankan proses komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal
2