Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
146Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Tata Negara Indonesia - Hestu Cipto Handoyo.

Hukum Tata Negara Indonesia - Hestu Cipto Handoyo.

Ratings: (0)|Views: 8,326 |Likes:
Published by smoothreader
Sebagai sebuah langkah pemantapan atau penguatan sistem demokrasi, maka bagi negara yang belum akrab dengan sistem demokrasi seperti Indonesia, konsolidasi demokrasi tentu akan melewati beberapa langkah eksperimentasi atau uji coba seperti uji coba infra struktur demokrasi, perumusan perangkat hukum untuk mengawal jalannya sistem demokrasi, serta uji coba penerapan sistem demokrasi. Eksperimentasi itu diarahkan untuk membangun budaya demokrasi dalam konsolidasi demokrasi. Dengan demikian, sebenarnya prasyarat penguatan atau peneguhan demokrasi melalui konsolidasi memang tidak hanya berpijak pada sistem demokrasi prosedural belaka, melainkan yang lebih utama adalah menyangkut substansi demokrasi yakni kultur demokrasi itu sendiri.

Di dalam buku ini penulis memaparkan bahwa sepanjang sejarah ketatanegaraan Indonesia, proses menuju konsolidasi sistem demokrasi selalu diupayakan oleh setiap penyelenggara negara. Namun demikian, sangat disayangkan proses terse¬but belum mampu dilaksanakan dengan baik. Hal tersebut berarti bahwa kon¬solidasi sistem demokrasi masih terus berjalan.

Buku ini dapat dipergunakan sebagai bahan bagi para mahasiswa atau siapapun yang bermaksud mempelajari, memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip ketatanegaraan Indonesia dalam rangka menuju konsolidasi sistem demokrasi.
Isi buku ini, antara lain:
1. Sejarah Ketatanegaraan Indonesia
2. Sistem Pemerintahan Negara, Bentuk Negara dan Bangunan Negara
3. Lembaga Perwakilan Rakyat Indonesia
4. Supra Struktur Politik dan Infra Struktur Politik
5. Pemilihan Umum dan Partai Politik
6. Pemerintahan Lokal
7. Kewarganegaraan
8. Hak-Hak Asasi Manusia
Sebagai sebuah langkah pemantapan atau penguatan sistem demokrasi, maka bagi negara yang belum akrab dengan sistem demokrasi seperti Indonesia, konsolidasi demokrasi tentu akan melewati beberapa langkah eksperimentasi atau uji coba seperti uji coba infra struktur demokrasi, perumusan perangkat hukum untuk mengawal jalannya sistem demokrasi, serta uji coba penerapan sistem demokrasi. Eksperimentasi itu diarahkan untuk membangun budaya demokrasi dalam konsolidasi demokrasi. Dengan demikian, sebenarnya prasyarat penguatan atau peneguhan demokrasi melalui konsolidasi memang tidak hanya berpijak pada sistem demokrasi prosedural belaka, melainkan yang lebih utama adalah menyangkut substansi demokrasi yakni kultur demokrasi itu sendiri.

Di dalam buku ini penulis memaparkan bahwa sepanjang sejarah ketatanegaraan Indonesia, proses menuju konsolidasi sistem demokrasi selalu diupayakan oleh setiap penyelenggara negara. Namun demikian, sangat disayangkan proses terse¬but belum mampu dilaksanakan dengan baik. Hal tersebut berarti bahwa kon¬solidasi sistem demokrasi masih terus berjalan.

Buku ini dapat dipergunakan sebagai bahan bagi para mahasiswa atau siapapun yang bermaksud mempelajari, memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip ketatanegaraan Indonesia dalam rangka menuju konsolidasi sistem demokrasi.
Isi buku ini, antara lain:
1. Sejarah Ketatanegaraan Indonesia
2. Sistem Pemerintahan Negara, Bentuk Negara dan Bangunan Negara
3. Lembaga Perwakilan Rakyat Indonesia
4. Supra Struktur Politik dan Infra Struktur Politik
5. Pemilihan Umum dan Partai Politik
6. Pemerintahan Lokal
7. Kewarganegaraan
8. Hak-Hak Asasi Manusia

More info:

Published by: smoothreader on Dec 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2013

pdf

text

original

 
 
 
KATA PENGANTAR
Buku yang tersaji dihadapan anda ini disusun dengan maksudagar dapat dipergunakan sebagai bahan untuk mempelajari,memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsipketatanegaraan Indonesia dalam rangka menuju konsolidasisistem demokrasi. Buku ini merupakan hasil revisi dari bukuyang sudah pernah penulis susun, berjudul
Hukum Tata Negara,Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia.
 J
udul buku ini memang sengaja penulis ubah, karenapenulis menyadari bahwa dalam sepanjang sejarahketatanegaraan Indonesia, proses menuju konsolidasi sistemdemokrasi selalu diupayakan oleh setiap penyelenggaraNegara. Namun demikian sangat disayangkan, proses tersebutbelum mampu dilaksanakan dengan baik. Hal ini berartikonsolidasi sistem demokrasi masih terus berjalan.Bertitik tolak dari gambaran singkat tersebut, makaperubahan judul tersebut dimaksudkan agar buku ini menjadisemacam inspirasi bagi penulis-penulis buku sejenis ataupunpara pihak yang tertarik dengan Hukum Tata NegaraIndonesia, untuk dapat dilengkapi dengan ide-ide ataugagasan-gagasan lain yang lebih bagus dan lengkap.Tidak dapat dipungkiri bahwa sejak Undang-UndangDasar 1945 diamandemen oleh Majelis PermusyawaratanRakyat, maka mulai saat itu sistem ketatanegaraan Indonesiamengalami perubahan yang sangat cepat. Di tingkatkehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia sendiri,perubahan tersebut menimbulkan kegagapan tersendiri. Halini merupakan gejala wajar bagi suatu masyarakat dan bangsayang sudah lama hidup dalam struktur dan sistemketatanegaraan yang otoritarian.Perlu diketahui bahwa langkah untuk melaksanakankonsolidasi sistem demokrasi sudah barang tentu akan melaluiberbagai macam tahapan. Bahkan tidak jarang tahapan-tahapan tersebut memunculkan kesan adanya eksperimentasiatau uji coba sistem ketatanegaraan. Oleh sebab itu konsolidasisistem demokrasi yang berarti suatu langkah untukmemperteguh atau memperkuat demokrasi dalam sistemketatanegaraan tentu tidak dengan serta merta dapat dihitungdalam jangka waktu tertentu. Apalagi dengan memberikanpatokan setelah tahun 2009, seperti yang diungkapkan olehAkbar Tanjung atau Daniel Sparringga yang menganggapsebagai masa transisi dengan ukuran progresif berlangsung 2tahun, dan ukuran konvensional sekitar 10 tahun. (Kompas,16/2/2009).Sebagai sebuah langkah pemantapan atau penguatansistem demokrasi, maka bagi negara yang belum
akrab
dengansistem demokrasi seperti Indonesia, konsolidasi demokrasitentu akan melewati beberapa langkah eksperimentasi atau ujicoba. Seperti uji coba infra struktur demokrasi, perumusanperangkat hukum untuk mengawal jalannya sistem demokrasi,
 
serta uji coba penerapan sistem demokrasi. Eksperimentasi itudiarahkan untuk membangun budaya demokrasi dalamkonsolidasi demokrasi.Dengan demikian, sebenarnya prasyarat penguatan ataupeneguhan demokrasi melalui konsolidasi memang tidakhanya berpijak pada sistem demokrasi prosedural belaka,melainkan yang lebih utama adalah menyangkut substansidemokrasi yakni kultur demokrasi itu sendiri. Henry B. Mayomengemukakan bahwa demokrasi di samping sebagai suatusistem pemerintahan dapat juga dikatakan sebagai suatu
l
ifesty
l
e
yang mengandung unsur-unsur moril, sepertipenyelesaian secara damai dan melembaga,
Kata Pengantar 
 v
terjadinya perubahan secara damai, menyelesaikan pergantiankepemimpinan secara teratur, membatasi pemakaiankekerasan, menganggap wajar adanya keanekaragaman, danmenjamin tegaknya keadilan. Unsur-unsur moril seperti ini jelas belum semuanya diterapkan dalam budaya demokrasi diIndonesia.Banyak contoh yang dapat dikemukakan di sini. Maraknyademonstrasi yang dibarengi dengan aksi kekerasan dan me-makan korban, hilangnya kesantunan dalam berpendapat atauberargumentasi,
bl
ack campaign
para elit politik, menunjukkanbahwa budaya demokrasi di Indonesia masih jauh dari nilai-nilai yang dikemukakan oleh Henry B. Mayo tersebut. Dengandemikian sejak tahun 1998 ketika reformasi dikumandangkansampai dengan amandemen UUD 1945, semuanya tidaktermasuk kategori konsolidasi demokrasi, melainkan lebihbernuansakan eksperimentasi demokrasi.Penataan sistem demokrasi prosedural yang mulaidilakukan pasca reformasi 1998 termasuk melakukanamandemen UUD 1945 pada hakikatnya hanya merupakanlangkah eksperimentasi demokrasi. Tidak ada satupun yangsifatnya definitif dan subtantif melalui pendekaan kulturdemokrasi. Akibatnya sistem demokrasi yang dikembangkanhampir semuanya bersifat coba-coba. Belum ada yangmenunjukkan kemantapan dan penguatan kultur demokrasi.Dari tingkatan infra sruktur politik sampai dengan tingkatansupra struktur politik masih tetap menyisakan berbagaipersoalan.Di tingkatan infra struktur politik, terutama pembenahankehidupan kepartaian jauh dari idealisme budaya demokrasi.

Activity (146)

You've already reviewed this. Edit your review.
ekho109 liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
The Lawyer liked this
Much Rosid Anwar liked this
Eva Nur Afifah liked this
Opa Yat liked this
Seri BarOezz liked this
Anhee Chayank liked this
miftahol liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->