نَ َُ ُْ
"
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepadaseseorang dari mereka, dia berkata, 'Ya Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar akuberbuat amal yang shalih terhadap yang telah aku tinggalkan.' Sekali-kali tidak. Sesungguh-nyaitu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai harimereka dibangkitkan.
" (Al-Mu`mi-nun: 99-100)Dari Abu Hurairah
, dia berkata, "Telah datang seorang laki-laki kepada Nabi, dia berkata, 'YaRasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?' Rasulullah menjawab, 'Kamubersedekah dalam keadaan sehat, mencintai harta, takut miskin, dan berharap kaya, janganmenunda-nunda sehingga ketika nyawa sampai di kerongkongan kamu berkata, 'Untuk fulan ini,untuk fulan ini,' padahal ia telah menjadi miliknya (karena telah menjadi harta warisan)'."(Muttafaq 'alaihi)
Hadirin Jama'ah Jum'at Rahimakumullah,
Agar penyesalan seperti ini tidak terjadi pada kita, maka yang mesti kita lakukan adalahmemanfaatkan detik-detik umur dengan mengisinya dengan kebaikan, karena itulah satu-satunyabekal bagi kita di perjalanan panjang. Inilah letak pentingnya seorang Muslim selalu mengingatkematian. Dengan banyak mengingat kematian akan mendorong seorang Muslim untuk berbekalamal shalih, karena dia menyadari dirinya akan mati.Inilah hikmah Rasulullah mengajak kita memperbanyak mengingat kematian. Dari Abu Hurairah
, ia berkata, Rasulullah
bersabda, "
Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaknikematian.
" (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)Memperbanyak mengingat mati berarti memperbanyak amal kebaikan. Orang yang tidak beramalbaik atau dia berbuat buruk berarti tidak ingat dirinya akan mati. Imam ad-Daqqaq berkata,"
Barangsiapa memperbanyak mengingat mati, dia dikaruniai tiga perkara: Menyegerakantaubat, hati yang qana'ah, dan semangat beribadah.
" (At-Tadzkirah, al-Qurthubi 1/23). Lalufaktor-faktor apa sajakah yang membantu seorang Muslim agar dia tidak melupakan kematian?
Hadirin Jama'ah Jum'at Rahimakumullah,
Pertama: Ziarah kubur
Dari Abu Hurairah
berkata, Rasulullah
berziarah ke kuburan ibunya. Beliau menangis se-hingga membuat orang-orang yang bersamanya menangis pula. Beliau
bersabda, “
Akumeminta izin kepada Rabbku untuk memohon ampun buat ibuku tetapi Dia tidak mengizinkanku. Dan aku meminta izin untuk berziarah ke kuburnya dan Dia mengizinkanku. Maka berziarahkuburlah, karena ia mengingatkan mati.
" (HR. Muslim)Imam al-Qurthubi dalam at-Tadzkirah, 1/28 berkata, "Para 'ulama berkata, '
Tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi hati dari-pada ziarah kubur, lebih-lebih jika hati tersebut membatu.
"
Kedua: Melihat sakaratul maut dan merenungkannya.
Sakaratul maut adalah saat-saat yang berat bagi seorang Mukmin, karena inilah momen yangmenentukan baginya, apakah dia meraih husnul khatimah atau sebaliknya su`ul khatimah. FirmanAllah
,
َ قِاََّلا ِغَ ََاذَإٍَِاَ َْ َيقِوَ ُارَِلْا هَُّأَ َّظَوَ َِّلَُِّلا َِّ َلْاوََُ َلْا ٍ َِ َْ َََِّإِ