Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
157Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peranan Guru Dalam Pendidikan

Peranan Guru Dalam Pendidikan

Ratings: (0)|Views: 39,823|Likes:
Published by catrokkempot

More info:

Published by: catrokkempot on Dec 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/12/2013

pdf

text

original

 
4.PERANAN GURU DALAM PENDIDIKAN
TUGAS GURU Daoed Yoesoef (1980) menyatakan bahwa seorang guru mempunyai tiga tugas pokok yaitu tugasprofesional, tugas manusiawi, dan tugas kemasyarakatan
(sivic mission)
. Jika dikaitkan pembahasantentang kebudayaan, maka tugas pertama berkaitan dengar logika dan estetika, tugas kedua dan ketigaberkaitan dengan etika. Tugas-tugas profesional dari seorang guru yaitu meneruskan atau transmisi ilmu pengetahuan,keterampilan dan nilai-nilai lain yang sejenis yang belum diketahui anak dan seharusnya diketahui olehanak. Tugas manusiawi adalah tugas-tugas membantu anak didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama danmanusia kelak dengan sebaik-baiknya. Tugas-tugas manusiawi itu adalah transformasi diri, identifikasi dirisendiri dan pengertian tentang diri sendiri. Usaha membantu kearah ini seharusnya diberikan dalam rangka pengertian bahwa manusia hidup dalamsatu unit organik dalam keseluruhan integralitasnya seperti yang telah digambarkan di atas. Hal ini berartibahwa tugas pertama dan kedua harus dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu. Guru seharusnyadengan melalui pendidikan mampu membantu anak didik untuk mengembangkan daya berpikir ataupenalaran sedemikian rupa sehingga mampu untuk turut serta secara kreatif dalam proses transformasikebudayaan ke arah keadaban demi perbaikan hidupnya sendiri dan kehidupan seluruh masyarakat dimana dia hidup.Untuk menyiapkan guru yang juga manusia berbudaya ini tergantung 3 elemen pokok yaitu :
1.
Orang yang disiapkan menjadi guru ini melalui prajabatan
(initial training)
harus mampu menguasaisatu atau beberapa disiplin ilmu yang akan diajarkannya di sekolah melalui jalur pendidikan, palingtidak pendidikan formal. Tidak mungkin seseorang dapat dianggap sebagai guru atau tenagakependidikan yang baik di satu bidang pengetahuan kalau dia tidak menguasai pengetahuan itudengan baik. Ini bukan berarti bahwa seseorang yang menguasai ilmu pengetahuan dengan baikdapat menjadi guru yang baik, oleh karena biar bagaimanapun mengajar adalah seni. Tetapisebaliknya biar bagaimanapun mahirnya orang menguasai seni mengajar 
(art of teaching),
selama iatidak punya sesuatu yang akan diajarkannya tentu ia tidak akan pantas dianggap menjadi guru. 2.Guru tidak hanya harus menguasai satu atau beberapa disiplin keilmuan yang harus dapatdiajarkannya, ia harus juga mendapat pendidikan kebudayaan yang mendasar untuk aspekmanusiawinya. Jadi di samping membiasakan mereka untuk mampu menguasai pengetahuan yangdalam, juga membantu mereka untuk dapat menguasai satu dasar kebudayaan yang kuat. Jadi bagiguru-guru juga perlu diberikan dasar pendidikan umum. 
3.
Pendidikan terhadap guru atau tenaga kependidikan dalam dirinya seharusnya merupakan satupengantar intelektual dan praktis kearah karir pendidikan yang dalam dirinya (secara ideal kita harusmampu melaksanakannya) meliputi pemagangan. Mengapa perlu pemagangan, karena mengajar seperti juga pekerjaan dokter adalah seni. Sehingga ada istilah yang populer di dalam masyarakattentang dokter yang bertangan dingin dan dokter yang bertangan panas, padahal ilmu yang diberikansama. Oleh karena mengajar dan pekerjaan dokter merupakan
art 
(kiat), maka diperlukanpemagangan. Karena
art 
tidak dapat diajarkan adalah teknik mengajar, teknik untuk kedokteran.Segala sesuatu yang kita anggap kiat, begitu dapat diajarkan diakalau menjadi teknik. Akan tetapikalau kiat ini tidak dapat diajarkan bukan berarti tidak dapat dipelajari. Untuk ini orang harus aktif mempelajarinya dan mempelajari kiat ini harus melalui pemagangan dengan jalan memperhatikanorang itu berhasil dan mengapa orang lain tidak berhasil, mengapa yang satu lebih berhasil, mengapayang lain kurang berhasil.PERAN GURU WF Connell (1972) membedakan tujuh peran seorang guru yaitu (1) pendidik
(nurturer)
, (2) model, (3)pengajar dan pembimbing, (4) pelajar 
(learner)
, (5) komunikator terhadap masyarakat setempat, (6) pekerjaadministrasi, serta (7) kesetiaan terhadap lembaga. Peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugasmemberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta
 
tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini berkaitan denganmeningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebihlanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitastanggungjawab kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan.untuk perkawinan danhidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. Oleh karena itu tugasguru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anakharus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang dengan norma-normayang ada. Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadicontoh atau model baginya. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru, orang tua atau tokoh-tokohmasyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat, bangsa dan negara. Karenanilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila, maka tingkah laku pendidik harus selaludiresapi oleh nilai-nilai Pancasila. Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. Setiap guru harus memberikanpengetahuan, keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dankehidupan keluarga, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan dimasyarakat, hasil belajar yang berkaitan dengan tanggurfg jawab sosial tingkah laku sosial anak. Kurikulumharus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai hidupyang dianut oleh bangsa dan negaranya, mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidupdalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut. Peran guru sebagai pelajar 
(leamer).
Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan danketerampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman.Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitandengan pengembangan tugas profesional, tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan. Peran guru sebagai setiawan dalam lembaga pendidikan. Seorang guru diharapkan dapat membantukawannya yang memerlukan bantuan dalam mengembangkan kemampuannya. Bantuan dapat secaralangsung melalui pertemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental. Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Seorang guru diharapkan dapat berperanaktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkankemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya. Guru sebagai administrator. Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagaiadministrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secaraadministrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikansecara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik. 
I. STRATEGI DAN METODE
 
2.METODE-METODE MENGAJAR SECARA PERORANGAN
Perlu diketahui bahwa tidak ada satu metode pun yang dianggap paling baik diantara metode-metode yanglain. Tiap metode mempunyai karakteristik tertentu dengan segala kelebihan dan kelemahan masingmasing. Suatu metode mungkin baik untuk suatu tujuan tertentu, pokok bahasan maupun situasi dan kondisitertentu, tetapi mungkin tidak tepat untuk situasi yang lain. Demikian pula suatu metode yang dianggap baikuntuk suatu pokok bahasan yang disampaikan oleh guru tertentu, kadang-kadang belum tentu berhasildibawakan oleh guru lain. Adakalanya seorang guru perlu menggunakan beberapa metode dalam menyampaikan suatu pokokbabasan tertentu. Dengan variasi beberapa metode, penyajian pengajaran menjadi lebih hidup. Misalnyapada awal pengajaran, guru memberikan suatu uraian dengan metode ceramah, kemudian menggunakancontoh-contoh melalui peragaan dan diakhiri dengan diskusi atau tanya-jawab. Di sini bukan hanya guruyang aktif berbicara, melainkan siswa pun terdorong untuk berpartisipasi. Seorang guru yang pandai berpidato dengan segala humor dan variasinya, mungkin tidak mengalami
 
kesulitan dalam berbicara, ia dapat memukau siswa dan awal sampai akhir pengajaran. Akan tetapi bagiseorang guru bicara, uraiannya akan terasa kering, untuk itu ia dapat mengatasi dengan uraian sedikit saja,diselingi tanya jawab, pemberian tugas, kerja kelompok atau diskusi sehingga kelemahan dalam berbicaradapat ditutup dengan metoda lain. Winarno Surakhmad dalam bukunya “Pengantar interaksi belajar mengajar” menggolongkan metodemetode itu menjadi dua golongan ialah: Metode interaksi secara individual dan secara kelompok. Namunperlu diketahui bahwa kiasifikasi tersebut tetap fleksibeL
METODE CERAMAH
Ceramah adalah penuturan atau penerangan secara lisan oleh guru terhadap kelas. Alat interaksi yangterutama dalam hal ini adalah “berbicara". Dalam ceramahnya kemungkinan guru menyelipkan pertanyaanpertanyaan, akan tetapi kegiatan belajar siswa terutama mendengarkan dengan teliti dan mencatat pokokpokok penting, yang dikemukakan oleh guru; bukan menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa. Dalam lingkungan pendidikan modern, ceramah sebagai metode mengajar telah menjadi salah satupersoalan yang cukup sering diperdebatkan. Sebagian orang menolak sama sekali dengan alasan bahwacara sebagi metode mengajar kurang efisien dan bertentangan dengan cara manusia belajar. Sebaliknya,sebagian yang mempertahankan berdalih, bahwa ceramah lebih banyak dipakai sejak dulu dan dalamsetiap pertemuan di kelas guru tidak mungkin meninggalkan ceramah walaupun hanya sekedar sebagaikata pengantar pelajaran atau merupakan uraian singkat di tengah pelajaran. Kalau kita teliti lebih lanjut, sebenarnya alasan-alasan tersebut di atas tidaklah sama sekali salah, tatapi juga tidak sama sekali benar. Hal yang sebenarnya adalah bahwa dalam situasi-situasi tertentu, metodeceramah merupakan metode yang paling baik, tetapi dalam situasi lain mungkin sangat tidak efisien. Guruyang bijaksana senantiasa menyadari kondisi-kondisi yang berhubungan situasi pengajaran yangdihadapinya, sehingga ia dapat menetapkan bilamanakah metode ceramah sewajamya digunakan, danbilakah sebaiknya dipakai metode lain. Tidak jarang guru menunjukkan kelernahannya, karena ia hanyamengenal satu atau dua macam metode saja dan karenanya ia selalu saja menggunakan metode ceramahuntuk segala macam situasi. Kelemahan ini juga merupakan salah satu sebab mengapa metode ceramabdikritik orang, dan sering dirangkaikan dengan sifat verbalistis (kata-kata tetapi tidak mengerti artinya).
METODE DISKUSI
Metode diskusi adalah cara penyampaian bahan pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada siswauntuk mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahanmasalah. Dalam kehidupan modern ini banyak sekali masalah yang dihadapi oleh manusia; sedemikiankompleksnya masalah tersebut, sehingga tak mungkin hanya dipecahkan dengan satu jawaban saja,melainkan harus menggunakan segala pengetahuan yang kita miliki untuk mencari pemecahan yangterbaik. Ada kemungkinan terdapat lebih dari satu jawaban yang benar sehingga kita harus menemukan jawaban yang paling tepat diantara sekian banyak jawaban tersebut.
METODE KERJA KELOMPOK
 Kerja kelompok dapat diartikan sebagai suatu kegiatan belajar-mengajar dimana siswa dalam suatu kelasdipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi atas kelompok-kelompok kecil untuk mencapai suatu tujuanpengajaran tertentu. Sebagai metode mengajar, kerja kelompok dapat dipakai untuk mencapai barmacammacam tujuan pengajaran. Pelaksanaannya tergantung pada beberapa fäktor misalnya tujuan khusus yangakan dicapai, umur, kemampuan siswa, serta fasilitas pengajaran di dalam keIas.
METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN
 Antara metode demonstrasi dan eksperimen sebenarnya berbeda, akan tetapi dalam praktek seringdipergunakan silih berganti atau saling melengkapi.Metode demonstrasi merupakan suatu metode mengajar di mana seorang guru, orang luar atau manusiasumber yang sengaja diminta atau siswa menunjukkan kepada kelas suatu benda aslinya, tiruan (wakil daribenda asli) atau suatu proses, misalnya bagaimana cara membuat peta timbul, bagaimana caramenggunakan kamera dengan hasil yang baik, dan sebagainya. Sedangkan metode eksperimen ialah suatumetode mengajar di mana guru bersama siswa mencoba mengerjakan sesuatu serta mengamati prosesdari hasil percobaan itu. Misalnya, karena ingin memperoleh jawaban tentang kebenaran sesuatu, mencari

Activity (157)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Chezter Wiliz liked this
LieNa Ernie Tan liked this
Melysa Arema liked this
dian_angelie liked this
Maya Maiia liked this
Ay Alle liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->