Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
12Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemilu Indonesia Tahun 1999

Pemilu Indonesia Tahun 1999

Ratings: (0)|Views: 2,046|Likes:
Published by danpurnama

More info:

Published by: danpurnama on Dec 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/08/2011

pdf

text

original

 
Pemilu Indonesia tahun 1999
Posted Sel, 17/02/2009 - 06:27 by antok
 Setelah Presiden Soeharto dilengserkan dari kekuasaannya pada tanggal 21 Mei 1998 jabatan presiden digantikan oleh Wakil Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie. Atas desakanpublik, Pemilu yang baru atau dipercepat segera dilaksanakan, sehingga hasil-hasil Pemilu1997 segera diganti. Kemudian ternyata bahwa Pemilu dilaksanakan pada 7 Juni 1999, atau13 bulan masa kekuasaan Habibie. Pada saat itu untuk sebagian alasan diadakannya Pemiluadalah untuk memperoleh pengakuan atau kepercayaan dari publik, termasuk duniainternasional, karena pemerintahan dan lembaga-lembaga lain yang merupakan produkPemilu 1997 sudah dianggap tidak dipercaya. Hal ini kemudian dilanjutkan denganpenyelenggaraan Sidang Umum MPR untuk memilih presiden dan wakil presiden yang baru.Ini berarti bahwa dengan pemilu dipercepat, yang terjadi bukan hanya bakal digantinyakeanggotaan DPR dan MPR sebelum selesai masa kerjanya, tetapi Presiden Habibie sendirimemangkas masa jabatannya yang seharusnya berlangsung sampai tahun 2003, suatukebijakan dari seorang presiden yang belum pernah terjadi sebelumnya.Sebelum menyelenggarakan Pemilu yang dipercepat itu, pemerintah mengajukan RUUtentang Partai Politik, RUU tentang Pemilu dan RUU tentang Susunan dan Kedudukan MPR,DPR dan DPRD. Ketiga draft UU ini disiapkan oleh sebuah tim Depdagri, yang disebut Tim 7,yang diketuai oleh Prof. Dr. M. Ryaas Rasyid (Rektor IIP Depdagri, Jakarta).Setelah RUU disetujui DPR dan disahkan menjadi UU, presiden membentuk Komisi PemilihanUmum (KPU) yang anggota-anggotanya adalah wakil dari partai politik dan wakil daripemerintah. Satu hal yang secara sangat menonjol membedakan Pemilu 1999 denganPemilu-pemilu sebelumnya sejak 1971 adalah Pemilu 1999 ini diikuti oleh banyak sekalipeserta. Ini dimungkinkan karena adanya kebebasan untuk mendirikan partai politik. PesertaPemilu kali ini adalah 48 partai. Ini sudah jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlahpartai yang ada dan terdaftar di Departemen Kehakiman dan HAM, yakni 141 partai.Dalam sejarah Indonesia tercatat, bahwa setelah pemerintahan Perdana MenteriBurhanuddin Harahap, pemerintahan Reformasi inilah yang mampu menyelenggarakanpemilu lebih cepat setelah proses alih kekuasaan. Burhanuddin Harahap berhasilmenyelenggarakan pemilu hanya sebulan setelah menjadi Perdana Menteri menggantikan AliSastroamidjojo, meski persiapan-persiapannya sudah dijalankan juga oleh pemerintahansebelum-nya. Habibie menyelenggarakan pemilu setelah 13 bulan sejak ia naik kekekuasaan, meski persoalan yang dihadapi Indonesia bukan hanya krisis politik, tetapi yanglebih parah adalah krisis ekonomi, sosial dan penegakan hukum serta tekanan internasional.
Hasil Pemilu 1999
 
Meskipun masa persiapannya tergolong singkat, pelaksanaan pemungutan suara padaPemilu 1999 ini bisa dilakukan sesuai jadwal, yakni tanggal 7 Juni 1999. Tidak seperti yangdiprediksikan dan dikhawatirkan banyak pihak sebelumnya, ternyata Pemilu 1999 bisaterlaksana dengan damai, tanpa ada kekacauan yang berarti. Hanya di beberapa Daerah Tingkat II di Sumatera Utara yang pelaksanaan pemungutan suaranya terpaksa diundursuara satu pekan. Itu pun karena adanya keterlambatan atas datangnya perlengkapanpemungutan suara. Tetapi tidak seperti pada pemungutan suara yang berjalan lancar, tahap penghitungan suaradan pembagian kursi pada Pemilu kali ini sempat menghadapi hambatan. Pada tahappenghitungan suara, 27 partai politik menolak menandatangani berita acara perhitungansuara dengan dalih Pemilu belum jurdil (jujur dan adil). Sikap penolakan tersebut ditunjukkandalam sebuah rapat pleno KPU. Ke-27 partai tersebut adalah sebagai berikut:
Partai yang Tidak Menandatangani Hasil Pemilu 1999.
NomorNama Partai1.Partai Keadilan2.PNU3.PBI4.PDI5.Masyumi6.PNI Supeni7.Krisna8.Partai KAMI9.PKD10.PAY11.Partai MKGR12.PIB13.Partai SUNI
 
14.PNBI15.PUDI16.PBN17.PKM18.PND19PADI20.PRD21.PPI22.PID23.Murba24.SPSI25.PUMI26PSP27.PARIKarena ada penolakan, dokumen rapat KPU kemudian diserahkan pimpinan KPU kepadapresiden. Oleh presiden hasil rapat dari KPU tersebut kemudian diserahkan kepada Panwaslu(Panitia Pengawas Pemilu). Panwaslu diberi tugas untuk meneliti keberatan-keberatan yangdiajukan wakil-wakil partai di KPU yang berkeberatan tadi. Hasilnya, Panwaslu memberikanrekomen-dasi bahwa pemilu sudah sah. Lagipula mayoritas partai tidak menyertakan datatertulis menyangkut keberatan-keberatannya. Presiden kemudian juga menyatakan bahwahasil pemilu sah. Hasil final pemilu baru diketahui masyararakat tanggal 26 Juli 1999.Setelah disahkan oleh presiden, PPI (Panitia Pemilihan Indonesia) langsung melakukanpembagian kursi. Pada tahap ini juga muncul masalah. Rapat pembagian kursi di PPI berjalanalot. Hasil pembagian kursi yang ditetapkan Kelompok Kerja PPI, khususnya pembagian kursisisa, ditolak oleh kelompok partai Islam yang melakukan
stembus accoord 
. Hasil KelompokKerja PPI menunjukkan, partai Islam yang melakukan
stembus accoord 
hanya mendapatkan40 kursi. Sementara Kelompok
stembus accoord 
8 partai Islam menyatakan bahwa merekaberhak atas 53 dari 120 kursi sisa.

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sony Chord liked this
rengga16 liked this
Bonna Chaniiago liked this
adhafirda liked this
adhafirda liked this
Ima Wilma liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->