Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah MSI

Makalah MSI

Ratings: (0)|Views: 811 |Likes:
Published by M. Sukma Rohim
ini adalah tugas dari mata kuliah kami
ini adalah tugas dari mata kuliah kami

More info:

Published by: M. Sukma Rohim on Dec 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2013

pdf

text

original

 
BAB IIPembahasan
1.
Islam dan dunia kontemporer
Sesunguhnya islam pun tak luput memperhatikan masalah modernisasi dan perkembangan. Disisi lain islam mencapai ketinggian derajad, karena senantiasakonsisten pada kemurnian ajaran atau penjagaan terhadap kemurnian peningalan- peningalan sejarahnya. Islam sangat menghargai kemodernan karena membuka lebar-lebar untuk ilmu pengetahuan melalui ajakan untuk berpikir, merenung, berusaha serta berperadaban.Keterbukaan yang dimaksud islam adalah keterbukaan yang diatur danterprogram berdasarkan nilai-nilai islami sehinga mampu membendung peleburan nilai-nilai islam kedalam nilai-nilai lain, Sehinga tidak berdampak pada penafsiran identitasislam sendiri. Peradaban barat atas prinsip metode experimen. Namun, Pada penerapanyaBarat telah melampui hakikat peradaban yang syarat dengan pilar-pilar rahmat, persaudaraan yang manusiawi, keadilan yang distribusional, perhatian terhadap perbedaan unsur lahir, serta pendayagunaan kekayaan yang di anugerahkan Allah untuk kepentingan pembangunan, perbaikan, dan perdamaian.Kebudayaan barat telah menutup mata dari anugerah yang hakiki, bahkanmengingkari hubunganya dengan tuhan. Mereka tak perduli persoalaan ma’nawiyah danhanya berkonsentrasi pada penguasaan alam dengan cara merusak, menciptakan peperangan dan mengadakan perlombabaan senjata.Pada kondisi kebudayaan dan masyarakat barat yang mengalami berbagaikegagalan, sebenarnya merupakan kesempatan islam untuk memacu kekuatan atau potensi islam dalam rangka memperkokoh penampilanya cepat atau lambat, islam akan berkembang dan meluas dalam peningkatan jumlah pemeluk, kekayaan, dan potensimasnyarakatnya. Dari sini, islam akan mampu membuktikan ketinggian peradabandunianya.Dan dari sisi ini pula produk kebudayaan dan peradaban barat akan tumbuh dalamframe, manhaj, dan tangung jawab islam. Mereka akan mampu memahami siapa tuhan- Nya dan sadar atas anugerah-Nya. Mereka akan bersedia membangun mansyarakat.
 By Muhammad sukma rohim
126-11-2009
 
Berdasarkan nilai-nilai ketuhanan serta membentuk suatu peradaban yang manusiawi,mulia, dan toleran atas dasar persaudaraan, saling memberi dan penuh rahmat.a)
Islam dan hak asasi
Dalam artikel majalah al-Jazirah al-Arabiyah, edisi November 1985, FathiUtsman mengatakan bahwa pemikiran Islam kontemporer tampak kabur dalam halkonsep hak asasi manusia (HAM). Jika setiap kali umat Islam dihadapkan pada pertanyaan tentang prestasi-prestasi spektakuler Revolusi Amerika dan Prancis pada abadke-18, reaksi mereka sungguh kontradiktif dalam bentuk yang tidak jelas.Pada satu sisi, kita temukan di antara umat Islam terdapat para pemikicemerlang, seperti Muhammad Asad dan Fathi Usman, walaupun mereka bukanmujaddid kontemporer-- mengemukakan masalah apa pun dengan gamblang tanpa tedengaling-aling, selama Islam dan logika masih sesuai dengan roh kontemporer.Di sisi lain, kita dapati penulis semacam Ogozan Symsik, dalam majalah Hicret edisiawal November 1985, menolak demokrasi dengan mengatakan, "Apa itu demokrasi?Lebih dari itu, negeri-negeri Islam tidak satu suara dalam melegalisasi HAM, baik yang berhubungan dengan Deklarasi Internasional HAM yang dikeluarkan oleh Badan UmumPBB (10 Desember 1948) atau dokumen-dokumen internasional. Hal itu khususnya yangmenyangkut hak-hak pidana, politik, ekonomi, sosial, dan budaya (19 Desember 1966).Mesir, Irak, Yordania, Libanon, Mali, Maroko, Syria, dan Tunisia segera menjustifikasisecara semu terhadap dokumen-dokumen ini, sementara yang lainnya ragu-ragu. Diantara kelompok kedua, Arab Saudi dan Pakistan, sejak 1980 memainkan peranan penting dalam mengembangkan rancangan HAM yang Islami. Hal itu berpulang padakenyataan bahwa konsep HAM Barat tidak sesuai dengan syariat Islam. Di antaranyahukuman terhadap orang-orang murtad, masalah persamaan hak antara wanita dan priaserta masalah non-muslim yang tidak boleh memegang kekuasaan tertinggi di negaraIslam.Sebenarnya fikih Islam tidak dapat menutup mata terhadap adanya sistem perbudakan yang kini dilegalkan di berbagai tempat. Fikih juga hendaknya menyadarikenyataan, bahwa Al-Qur'an, dalam banyak ayat, mengelaborasi topik perbudakan.
 By Muhammad sukma rohim
226-11-2009
 
Secara implisit, Al-Qur'an ingin membatasi praktiknya jika tidak menghapusnya samasekali.Pada saat yang sama, kasus murtad adalah lebih sederhana dari yangdibayangkan, walaupun orang-orang murtad diperangi pada abad pertengahan. Sungguh, bila kita menengok surat al-Maa'idah:33, hal itu semestinya tidak ditakwil sebagai perubahan damai terhadap akidah agama. Akan tetapi, kita berkeyakinan bahwa sanksiyang disebutkan dalam Al-Qur'an, hanya ditegakkan karena pengkhianatan dankonspirasi jahat terhadap negara Islam. Ini adalah bentuk subversif, yaitu mayoritasnegara-negara modern menjatuhkan hukuman mati.Mudah juga membela dengan logika akan pelarangan bagi non-muslim untuk memerintahdi negara Islam, khususnya dalam kerangka perlindungan penuh yang dijamin olehsyariat Islam terhadap minoritas non-muslim, dan sebagainya.Sesuai dengan Undang-undang Amerika, maka anakku Alexander yangdilahirkan sebagai warga Amerika tidak bisa menjadi presiden Amerika Serikat karena iadilahirkan di luar AS. Jika kaidah ini tidak dikatakan pelanggaran HAM, maka kita harusmenerima dengan format yang sepadan perlindungan posisi-posisi strategis tertentu bagiumat Islam di negeri yang mayoritasnya muslim.Hal ini menuntutku kepada kontradiksi antara konsep Barat dan syariat Islamdalam bidang emansipasi wanita, karena tidak ada alasan mengingkari bahwa syariatIslam menawarkan antitesis (terhadap alternatif Barat) yang bertolak dari pembagiansecara alamiah terhadap peran dan tugas masing-masing. Bertolak dari sini, syariat Islammemegang prinsip: persamaan dalam pergaulan tidak diterapkan, kecuali dalam situasidan kondisi yang relevan, bukan dalam situasi dan kondisi yang berbeda. Dalam segalakondisi, syariat Islam berusaha memelihara kehormatan wanita dan mencegah eksploitasilaki-laki atas kelemahan wanita dalam perbedaan biologis. Begitulah konsep Islam: persamaan dalam kemuliaan dengan perbedaan beban; persamaan dalam kedudukandengan perbedaan peran; dan persamaan dalam nilai dengan perbedaan kemampuan.Tidaklah tepat jika memperbandingkan bahwa wanita karir di Barat, sebagai konsekuensilogis kebebasan yang mereka nikmati, telah berhasil mewujudkan keinginan dankebahagian mereka, lebih dari yang bisa dicapai oleh saudari mereka yang di Timur.Banyak yang berpendapat selain itu. Walhasil, keraguan menggelayuti diriku terhadap
 By Muhammad sukma rohim
326-11-2009

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Kewin Harahap liked this
Kewin Harahap liked this
Vina Aja Lagh liked this
Nora Hans liked this
M Iman Poetra liked this
Azby Asdq liked this
Abdullah Isima liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->