bahasa-bahasa Barat, gejala yang ingin kita perikan dan batasi disebut
literature
(Inggris),
literature
(Jerman),
litterature
(Perancis), semuanya berasal dari bahasa Latin
Litteratura
. Kata
Litteratura
sebetulnya diciptakansebagai terjemahan dari kata Yunani grammatika;
literatura
dan
grammatical
masing-masing berdasarkan kata
littera
dan
gramma
yang berarti “huruf”(tulisan,
letter
). Menurut asalnya
Litteratura
dipakai untuk tata bahasa dan puisi;
literature
dan seterusnya, umumnya berarti dalam bahasa Barat Modern:segala sesuatu yang tertulis, pemakaian bahasa dalam bentuk tulis.Sebagai bahan banding, kata sastra dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta; akar kata
sas
-, dalam kata kerja turunan berarti‘mengarahkan, mengajar, memberi petunjuk atau instruksi’. Akhiran –
tra
biasanya menunjukkan alat, sarana. Maka,
sastra
dapat berarti ‘alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku instruksi atau pengajaran’. Awalan
su
- berarti‘baik, indah’ perlu dikenakan kepada karya-karya sastra untuk membedakannya dari bentuk pemakaian bahasa lainnya. Kata
susastra
nampaknya tidak terdapat dalam bahasa Sansekerta dan Jawa Kuno (Gonda1952; Zoetmulder 1982), jadi
susastra
adalah ciptaan Jawa dan/atau Melayu.Pandangan-pandangan ini didasarkan pada suatu anggapan bahwa cirikhas sastra adalah pemakaian bahasa yang indah. Persoalannya adalah tidak semua karya sastra (terutama terlihat pada seni-seni modern) menggunakan
TEORI DAN APRESIASI SASTRA
2