• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Dalam permasalahan recognisi, kita fokus dalam:1.Proses dari permasalahan rekognisi.2.Ketidakterkontrolnya faktor-faktor dari permasalahan rekognisi.3.Strategi marketing yang mendasari dari permasalahan proses rekognisi.Tipe of Consumer DecisionsConsumer decisions menghasilkan sebuah gambaran dari individu yang secarahati-hati mengevaluasi atribut-atribut dari kumpulan produk, brand-brand ataupelayanan dan secara rasional memilih salah satu yang dapat memecahkan kebutuhanrekognisi untuk harga paling sedikit.Sebuah brand mungkin dipilih tidak karena atribut (harga, style,karakteristik fungsional) tetapi karena brand itu membuat perasaan kita menjadibaik “it make me fell good or my friend will like it”.Consumer decisions seringkali merupakan hasil dari sebuah permasalahantunggal (single problem). Contoh: dilain waktu consumer decisions merupakan hasildari kumpulan beberapa permasalahan (convergence of several problems).Sebelum kita mendeskripsikan apa itu tipe dari proses pengambilan keputusan.Kita harus menjelaskan terlebih dahulu mengenai purchase involvement. Purchaseinvolvement yaitu level dari perhatian atau ketertarikan, pergerakan prosespembelian dengan yang istimewa.Nominal Decision MakingSering dikatakan habitual decision making dalam figure 14-1, permasalahandirekognisikan , pencarian internal (long term memory) menyediakan solusi tunggal(brand), brand diperoleh dan evaluasi terjadi hanya jika brand jatuhperformansinya.Nominal decisions terjadi ketika keterlibatan dengan pembelian sangat rendah.Contoh: kamu mungkin ingat bahwa kamu dekat dengan pasa gigi Aim dan memutuskanuntuk membeli beberapa nanti jika kamu ke toko. Kamu tidak akan membeli pasta gigilain atau membeli brand yang lain. Di toko, kamu akan membeli Aim dan membawanyatanpa mempertimbangkan brand-brand alternative lainnya, harganya atau faktor-faktor potensial relevan lainnya.Ada 2 kategori nominal decision, yaitu :1.Brand royal Purchases (Brand Royality)2.Repeat Purchases (pengulangan pemakaian priduk namun tidak ada komitmen)Limited Decision MakingLimited decision meliputi pencarian internal dan eksternal yang terbatas,sedikit alternatif, aturan dalam pembuatan keputusan yang mudah dengan sedikitatribut dan sedikit evaluasi setelah pembelian, kecuali ada masalah pelayanan atauproduk yang gagal. Contoh : kamu melakukan pembelian sebuah brand baru atau produkbaru karena kamu bosan, kurang puas pada brand.Extended Decision MakingExtended decision meliputi extensive internal dan pencarian informasiexternal diikuti dengan evaluasi kompleks dari berbagai alternative dan evaluasiyang significant setelah pembelian. Contoh: pembelian-pembelian product rumahan,komputer pribadi dan item-item complex yang berhubungan dengan rekreasi sepertibackpack dan stereosistem.Pembahasan kita dari proses pengambilan keputusan didasari oleh pembelajarandi Amerika, walaupun pembuktiannya terbatas, itu menampilkan bahwa konsumen-konsumen di lain budaya menggunakan proses yang sama. The Process Of Problem RecognitionBeberapa perasaan, seperti cemas dan bosan, seringkali dikenal sebagai masalahyang menarahkan ke perilaku membeli sebagai solusinya, contoh : “Aku sedangbadmood, aku akan pergi nonton film terbaru”. Tetapi, beberapa perasaan bisa
 
merangsang perilaku konsumsi tanpa pembuatan keputusan yang disengaja, sepertiseseorang yang sedang gelisah lalu membeli banyak snack tanpa benar-benarmemikirkannya. Pada contoh tersebut, sebenarnya masalah nya belum disadari dansolusi yang dilakukan seringnya tidak sesuai. Pemasar menciptakan produk untukmembantu konsumen memecahkan maslah. Mereka juga berusaha membantu konsumen untukmengenali masalahnya.The Nature Of Problem RecognitionPengenalan masalah merupakan tahap pertama dalam proses pengambilankeputusan oleh konsumen. Tanpa adanya pengenalan masalah, tidak ada kebutuhanuntuk sebuah keputusan. Pengenalan masalah merupakan hasil dari ketidaksesuaianantara keadaan yang diinginkan (desired state) dengan keadaan sebenarnya (actualstate) yang kemudian akan merangsang pembuatan keputusan. Keadaan yang diinginkanmerupakan perasaan apa yang ingin dirasakan oleh individu pada waktu itu.Sedangkan keadaan yang sebenarnya adalah perasaan apa yang dirasakan individu padawaktu itu. Ketika tidak ada kesenjangan antara keadaan yang diinginkan dengankeadaan yang sebenarnya, maka tidak ada masalah yang terjadi. Bentuk tindakan yangdiambil individu sebagai respon dari masalah yang disadarinya berhubungan langsungdengan kepentingan masalah itu sendiri bagi konsumen, situasi, dan ketidaknyamananyang disebbabkan oleh maslah tersebut. Contoh : jika seseorang ingin merasakansenang (desired state ) pada suatu malam Minggu. Tetapi ternyata ia ditinggalpergi oleh orangtuanya dan akhirnya merasa bosan dan kesepian (actual state ). Danakhirnya ia memutuskan untuk menonton televisi atau mengobrol dengan temannyamelalui telepon. Ini menunjukkan adnya kesenjangan antara apa yang diinginkan anaktersebut dengan apa yang ia rasakan pada suatu malam. Perilaku menonton televiseataupun menelpon temannya tersebut merupakan perilaku konsumsi yang dilakukansebagai solusi atas masalah yang disadarinya.Figure 14-2 menjelaskan proses pengenalan masalah. Keinginn konsumenditunjukkan sebagai hasil dari gaya hidup yang diinginkan oleh konsumen dansituasi sekarang. Dengan demikian, konsumen yang memiliki konsep diri dan gayahidup yang diinginkan berfokus pada aktivitas luar ruangan akan tertarik untukmelakukan banyak aktivitas luar ruangan. Situasi yang ada, seperti cuaca hangat dimusim kemarau, akan meningkatkan keinginannya untuk terlibat dalam aktivitas luarruangan. Persepsi dari keadaan sebenarnya juga ditentukan oleh gaya hidup dansituasi sekarangnya. Seseorang yang memilih untuk memiliki gaya hidup dengankeluarga yang mapan, karir yang bagus, dan penghasilan yang baik akan cenderungmemiliki sedikit waktu untuk aktivitas luar ruangan (actual state). Situasi yangada, seperti hari kerja yang padat dan proyek-proyek besar yang harusdiselesaikan, juga akan mempengaruhi bagaimana orang tersebut melihat keadaan nyasekarang.Figure tersebut juga menunjukkan bahwa di suatu waktu keadaan yangdiinginkan dirasakan melebihi atau bahkan kurang dari keadaan yang sebenarnya.Contoh, merasa senang (desired state) umumnya melebihi rasa bosan (actual state).Keadaan ini menyebabkan masalah. Namun, jika keadaan yang diinginkan kurang darikeadaan yang sebenarnya juga akan menghasilkan masalah. Seperti, jika temanmudatang bersama kelompoknya yang ribut, kamu mungkin akan merasa lebih terstimulasi(actual state) dibandingkan dengan level menengah yang sebenarnya kamu inginkan.The Desire to Resolve Recognized ProblemsTingkat keinginan seseorang untuk memecahkan masalah tergantung pada duahal, yaitu jarak kesenjangan antara keadaan yang diinginkan dengan keadaan yangsebenarnya, dan tingkat kepentingan masalah. Jika jarak kesenjangan tidak terlalubesar, maka konsumen cenderung tidak memutuskan apapun untuk menyelesaikan masalahtersebut. Contoh, seseorang ingin memiliki handphone dengan fitur kamera 2megapixel, tetapi ia hanya memiliki handphone dengan fitur kamera 1.3 megapixel.Terdapat kesenjangan, tetapi tidak cukup besar untuk memotivasi dia untuk membelihandphone baru dengan fitur kamera yang diiinginkan.Faktor tingkat kepentingan masalah juga merupakan penentu penting. Kesenjanganyang kecil juga bisa menghasilkan keputusan berupa perilaku konsumsi jika masalah
 
itu penting. Dari contih di atas, jika orang tersebut memiliki konsep diri sebagailayaknya seorang fotografer dan fitur kamera menjadi sesuatu yang penting baginya,maka kesenjangan yang kecil tersebut dapat mendorong ia untuk membeli handphonebaru sesuai dengan fitur kamera yang diinginkannya, begitu juga sebaliknya. Jikaia memiliki fitur kamera handphone 1.3 MP sedangkan ia menginginkan handphone barudengan fitur kamera 5MP. Namun, ia tidak terlalu tertarik dengan fotografi dansedang memerlukan banyak uang untuk membeli buku-buku kuliah, maka keputusan untukmembeli handphone baru tidak akan dibuat. Tingkat kepentingan merupakan sesuatuyang penting untuk dipertimbangkan karena konsumen memiliki keterbatasan budget,keterbatasan waktu ataupun keduanya. Hanya masalah yang lebih penting yangcenderung unntuk diselesaikan. Secara umum, kepentingan ditentukan oleh seberapapenting masalah tersebut dalam mempertahankan gaya hidup yang diinginkan olehkonsumen.Types Of Consumer ProblemsMasalah konsumen bisa berupa masalah aktif ataupun masalah inaktif. Masalah aktifadalah masalah dimana konsumen menyadarinya atau akan menyadarinya pada situasinormal tertentu. Sedangkan masalah inaktif adalah masalah dimana konsumen tidakmenyadarinya. Kedua bentuk masalah ini membutuhkan strategi pemasaran yangberbeda. Masalah aktif hanya mengharuskan pemasar untuk meyakinkan konsumen bahwamerek nya lah solusi terbaik dari masalah tersebut. Sedangkan masalah inaktifmengharuskan pemasar untuk meyakinkan konsumen bahwa mereka memiliki masalahtersebut dan merek tersebutlah yang merupakan solusi terbaik dari maslah tersebut.Uncontrollable Determinants of Problem RecognitionKesenjangan antara apa yang diinginkan konsumen dan apa yang menjadi kondisikebutuhan bagi masalah pengenalan. Kesenjangan ini bisa mengahasilkan variasifaktor yang mempengaruhi keinginan konsumen, persepsi yang ada dan keduanya.Faktor ini sering diluar pengaruh langsung manager pemasaran, seperti mengubahkomposisi keluarga.Banyak faktor yang bukan nonpemasaran mempengaruhi masalah pengenalan secara jelasdan logis.Marketing Strategy and Problem RecognitionManager pemasaran mempunyai empat perhatian berhubungan dengan masalahrecognition.Mereka butuh mengetahui masalah konsumen yang sedang dihadapi.Mereka harus mengetahui bagaimana mengembangkan campuran pemasaran untukmenyelesaikan masalah konsumen.Pemasar ada kalanya ingin untuk menyebabkan konsumen mengenal masalah-masalah.Ada waktunya ketika pemasar ingin menekan masalah recognition antarkonsumen.Discovering Consumer ProblemsSebuah variasi pendekatan luas digunakan untuk menentukan masalah konsumen yangdihadapi. Pendekatan yang paling umum adalah intuition; manager dapat menganalisakategori produk yang diberikan dan secara logika menentukan dimana kemajuan dapatdibuat. Dengan begitu, vacuum cleaners yang tidak berbunyi atau lawnmowers adalahsolusi yang logika untuk permasalahan konsumen yang potensial. Kesulitanpendekatan ini adalah masalah mengindentifikasi rendahnya kepentingan banyakkonsumen.Teknik penelitian umum adalah survey, yang mana menanyakan jumlah individu yangbesar tentang masalah yang mereka hadapi. Ini adalah teknik yang digunakanTimberlane. Teknik kedua adalah focus group. Focus group tersusun dari 8 sampai 12individu yang sama, seperti mahasiswa, pengacara dll, secara bersama mendiskusikantopik khusus. Moderator menjaga pergerakan diskusi dan fokus pada topik.Survey dan focus group cenderung mengambil satu dari tiga pendekatan untukmengidentifikasi masalah: activity analysis, product analysis, or problemanalysis. Pendekatan yang keempat, human factors research. Pendekatan kelima ,emotion research, berusaha menemukan peran emosi yang bermain dalam masalah
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...