Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
46Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
imitasi

imitasi

Ratings: (0)|Views: 4,755 |Likes:
Published by azetajelek

More info:

Published by: azetajelek on Dec 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/04/2013

pdf

text

original

 
Psikologi
Sosial
 
Edwi Arief Sosiawan, SIP, Msi
KULIAH 11
Gaya Presentasi diri Self-Monitoring (Pemantauan Diri)
Setiap orang akan berbeda dalam cara mempresentasikan diri mereka.Beberapa orang lebih menyadari tentang kesan publik mereka, beberapa orangmungkin lebih menggunakan persentasi diri yang straregik, sementara yang lain lebihmenyukai pembenaran diri (verifikasi diri). Menurut Mark Snyder (1987), perbedaanini berkaitan dengan suatu ciri sifat kepribadian yang disebut dengan
self-monitoring
yaitu kecenderungan mengatur perilaku untuk menyesuaikan dengan tuntutan-tuntutaan situasi sosial. Dengan demikian,
self-monitoring
adalah kecenderunganuntuk merubah perilaku dalam merespon terhadap presentasi diri yang dipusatkanpada situasi (Brehm & Kassin, 1993). Atau menurut Worchel, dkk. (2000),
self-monitoring
adalah menyesuaikan perilaku terhadap norma-norma situasional danharapan-harapan dari orang lain. Sementara Brigham (1991) menyatakan
self-monitoring
merupakan proses dimana individu mengadakan pemantauan (memonitor)terhadap pengelolaan kesan yang telah dilakukannya.Individu yang memiliki
se!f-monitoring
yang tinggi
(high self-monitors
)menitikberatkan pada apa yang layak secara sosial dan menaruh perhatian padabagaimana orang berperilaku dalam setting sosial. Mereka menggunakan informasi inisebagai pedoman tingkah laku mereka. Perilaku mereka lebih ditentukan olehkecocokan dengan situasi daripada sikap dan perasaan mereka yang sebenarnya.Mereka cakap dalam merasakan keinginan dan harapan orang lain, terampil atau ahlidalam mempresentasikan beberapa perilaku dalam situasi-situasi berbeda dan dapatmerubah cara-cara presentasi diri atau memodifikasi perilaku-perilaku untukmenyesuaikan dengan harapan orang lain.
High self-monitors
digambarkan sebagaiorang yang memiliki
“pragmauic self’.
Mereka dapat disebut juga sebagai pengelolakesan yang lihai
(“skilled impression managers
).Sebaliknya individu yang termasuk rendah dalam pemantauan diri
(low self-monitors)
cenderung lebih menaruh perhatian pada perasaan mereka sendiri dankurang menaruh perhatian pada isyarat-isyarat situasi yang dapat menunjukkanapakah perilaku mereka sudah layak. Dalam suatu alat tes yang dinamakan “
self-monitoring Scale”
yang disusun oleh Mark Snyder dapat diketahui bahwa ternyataorang mempunyai variasi secara luas dalam kesiapan dan kemampuan untukmemantau diri mereka sendiri.Berdasar hasil penelitian, orang yang mendapat skore tinggi pada skala
self-monitoring,
akan mendapat keberuntungan dalam situasi sosial, Orang-orang akanmenganggap mereka sebagai orang yang ramah dan relaks (Lippa, 1978), tidakpemalu dan lebih siap untuk mengambil inisiatif dalam berbagai situasi (Pilkonis,1977). Tetapi kemungkinan mereka menjadi kurang dapat dipercaya dan dinilaidangkal (Gergen, 1977). Sehingga diasumsikan bahwa mereka yang berada padatingkat
self-monitoring
yang moderat (sedang/di-tengah-tengah) adalah yang secarasosial ideal. Sebab hal ini akan membuat mereka bisa berfungsi secara efektif dalammempresentasikan diri mereka, tanpa menjadi “bunglon sosial”.Hasil-hasil penelitian yang lain menunjukkan bahwa karena
high self-monitors
mempersepsi diri sendiri sebagai orang yang berhasil dalam memberi kesan padaorang lain, maka mereka cenderung untuk memiliki harga diri yang lebih tinggi (Sharp& Getz, 1996). Mereka juga trampil secara sosial dalam menguji hipotesis tentangkepribadian orang (Dardenne & Leyens, 1995). Mereka juga lebih banyak mengingarinformasi tentang orang-orang lain atau tindakan-tindakan orang lain.
High self-monitors
lebih menempatkan pada daya tarik fisik daripada kualitas pribadi ketikamereka memiliki pasangan romantis. Sedangkan
low self-monitors
lebih menekankan
www.edwias.comedwias@yahoo.com
1
 
Psikologi
Sosial
 
Edwi Arief Sosiawan, SIP, Msi
KULIAH 11
kecocokan dalam kepribadian dan minat daripada mencocokkan dengan daya tarikfisik dalam memilih pasangan (Glick. DeMorest, & Hotze, 1988). Akhirnya studi dalamorganisasi menunjukkan bahwa individu yang tinggi
self-monitoringnya
lebih baikdaripada yang rendah
self-monitoringnya
dalam bekerja antar departemen atauantar seksi yang menuntut fleksibilitas dan terbuka dengan keinginan dan harapanorang lain.
F.Pengungkapan Diri
(Self-Disclosure)
Dalam suatu interaksi antara individu dengan orang lain, apakah orang lainakan menerima atau menolak, bagaimana mereka ingin orang lain mengetahuitentang mereka akan ditentukan oleh bagaimana individu dalam mengungkapkandirinya. Pengungkapan diri
(self-disclosure)
adalah proses menghadirkan diri yangdiwujudkan dalam kegiatan membagi perasaan dan informasi dengan orang lain(Wrightsman, 1987).Menurut Morton (dalam Sears, dkk., 1989) pengungkapan diri merupakankegiatan membagi perasaan dan informasi yang akrab dengan orang lain. Informasi didalam pengungkapan diri ini bersifat deskriptif atau evaluatif. Deskniptif artinyaindividu melukiskan berbagai fakta mengenai diri sendiri yang mungkin belumdiketahui oleh pendengar seperti, jenis pekerjaan, alamat dan usia. Sedangkanevaluatif artinya individu mengemukakan pendapat atau perasaan pribadinya sepertitipe orang yang disukai atau hal-hal yang tidak disukai atau dibenci.Pengungkapan diri ini dapat berupa berbagai topik seperti informasi perilaku,sikap, perasaan, keinginan, motivasi dan ide yang sesuai dan terdapat di dalam diriorang yang bersangkutan. Kedalaman dan pengungkapan diri seseorang tergantungpada situasi dan orang yang diajak untuk berinteraksi. Jika orang yang berinteraksidengan menyenangkan dan membuat merasa aman serta dapat membangkitkansemangat maka kemungkinan bagi idividu untuk lebih membuka diri amatlah besar.Sebaliknya pada beberapa orang tertentu yang dapat saja menutup diri karenamerasa kurang percaya (Devito, 1992).Dalam proses pengungkapan diri nampaknya individu-individu yang terlibatmemiliki kecenderungan mengikuti norma resiprok (timbal balik). Bilaseseorang menceritakan sesuatu yang bersifat pribadi, maka akan cenderungmemberikan reaksi yang sepadan. Pada umumnya mengharapkan orang lainmemperlakukan sama seperti memperlakukan mereka (Raven & Rubin, 1983).“Seseorang yang mengungkapkan informasi pribadi yang lebih akrab daripadayang kita lakukan akan membuat kita merasa terancam dan kita akan lebihsenang mengakhiri hubungan semacam ini. Bila sebaliknya kita yangmengungkapkan diri terlalu akrab dibandingkan orang lain, kita akan merasabodoh dan tidak aman” (Sears, dkk., 1988).Kebudayaan juga memiliki pengaruh dalam pengungkapan diri seseorang.Tiap-tiap bangsa dengan corak budaya masing-masing memberikan batas tertentusampai sejauh mana individu pantas atau tidak pantas mengungkapkan diri. KurtLewin (dalam Raven & Rubin, 1983) dari hasil peneitiannya menemukan bahwa orang-orang Amerika nampaknya lebih mudah terbuka daripada orang-orang Jerman, tetapiketerbukaan ini hanya terbatas pada hal-hal permukaan saja dan sangat engganuntuk membuka rahasia yang menyangkut pribadi mereka. Di lain pihak, orangJerman pada awalnya lebih sulit untuk mengungkapkan diri meskipun untuk hal-halyang bersifat permukaan, namun jika sudah menaruh kepercayaan, maka mereka
www.edwias.comedwias@yahoo.com
2
 
Psikologi
Sosial
 
Edwi Arief Sosiawan, SIP, Msi
KULIAH 11
tidak enggan untuk membuka rahasia pribadi mereka yang paling dalam.
Tingkatan-tingkatan pengungkapan diri
Dalam proses hubungan interpersonal terdapat tingkatan-tingkatan yang berbedadalam pengungkapan diri. Menurut Powell (dalam Supratikna, 1995) tingkatan-tingkatan pengungkapan diri dalam komunikasi yaitua.Basa-basi merupakan taraf pengungkapan diri yang paling lemah atau dangkal,walaupun terdapat keterbukaan diantara individu, terapi tidak terjadi hubunganantar pribadi. Masing-masing individu berkomuniikasi basa-basi sekedarkesopanan.b.Membicarakan orang lain yang diungkapkan dalam komunikasi hanyalah tentangorang lain atau hal-hal yang diluar dirinya. Walaupun pada tingkat ini isikomunikasi lebih mendalam tetapi pada tingkat ini individu tidak mengungkapkandiri.c.Menyatakan gagasan atau pendapat sudah mulai dijalin hubungan yang erat.Individu mulai mengungkapkan dirinya kepada individu lain.d.Perasaan : setiap individu dapat memiliki gagasan atau pendapat yang samatetapi perasaan atau emosi yang menyertai gagasan atau pendapat setiapindividu dapat berbeda-beda. Setiap hubungan yang menginginkan pertemuanantar pribadi yang sungguh-sungguh, haruslah didasarkan atas hubungan yangjujur, terbuka dan menyarankan perasaan-perasaan yang mendalam.e.Hubungan puncak : pengungkapan diri telah dilakukan secara mendalam, individuyang menjalin hubungan antar pribadi dapat menghayati perasaan yang dialamiindividu lainnya. Segala persahabatan yang mendalam dan sejati haruslahberdasarkan pada pengungkapan diri dan kejujuran yang mutlak.Sementara Alman dan Taylor mengemukakan suatu model perkembanganhubungan dengan pengungkapan diri sebagai media utamanya. Proses untukmencapai keakraban hubungan antar pribadi disebut dengan istilah penetrasi sosial .Penetrasi sosial ini terjadi dalam dua dimensi utama yaitu keluasan dan kedalaman.Dimensi keluasan yaitu dimana seseorang dapat berkomunikasi dengan siapa saja baikorang asing atau dengan teman dekat. Sedangkan dimensi kedalaman dimanaseseorang berkomunikasi dengan orang dekat, yang diawali dan perkembanganhubungan yang dangkal sampai hubungan yang sangat akrab, atau mengungkapkanhal-hal yang bersifat pribadi tentang dirinya. Pada umumnya ketika berhubungandengan orang asing pengungkapan diri sedikit mendalam dan rentang sempit (topikpembicaraan sedikit). Sedangkan perkenalan biasa, pengungkapan diri lebihmendalam dan rentang lebih luas. Sementara hubungan dengan teman dekat ditandaiadanya pengungkapan diri yang mendalam dan rentangnya terluas (topikpembicaraan semakin banyak) (Sears, dkk. , 1999).
Fungsi pengungkapan diri.
Menurut Derlega dan Grzelak (dalam Sears, dkk., 1988) ada lima fungsipengungkapan diri, yaitu :
a.
Ekspresi
(expression)
Dalam kehidupan ini kadang-kadang manusia mengalami suatu kekecewaan ataukekesalan, baik itu yang menyangkut pekerjaan ataupun yang lainnya. Untukmembuang semua kekesalan ini biasanya akan merasa senang bila bercerita pada
www.edwias.comedwias@yahoo.com
3

Activity (46)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Bagus Wijanarko liked this
Cikgu Atin liked this
daii_cilik liked this
Zaen Lastfriends liked this
Dwi Andrika liked this
Wong Ngopi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->