Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
POPULASI DAN SAMPELA.Populasi
Seperti halnya penelitian-penelitian dalam bidang yang lain, penelitian dalam bidang psikologi yang menggunakan pendekatan kuantitatif ditujukan untumemperoleh kesimpulan dengan meneliti sekelompok kecil dalam daerah yang sempitnamun yang hasil penelitiannya dapat digeneralisasikan ke sekelompok besar dalamwilayah yang luas. Kelompok besar dan wilayah yang menjadi lingkup penelitiandinamakan sebagai populasi. Populasi dapat terdiri atas pimpinan perusahaan, pimpinanyayasan, kepala sekolah, guru, mahasiswa, siswa atau lembaga seperti perusahaan,kampus, fakultas, sekolah, atau juga benda-benda mati seperti bangunan gedung, buku- buku, peralatan kantor, fasilitas belajar, dan lain-lain. Populasi tidak hanya terdiri dariorang tetapi juga benda-benda mati. Populasi yang terdiri dari orang-orang biasa disebutsebagai subyek penelitian dan populasi yang bukan orang disebut obyek penelitian.Subyek penelitian yang diminta untuk memberikan penjelasan mengenai obyek yangsedang diteliti disebut sebagai responden. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek atau subyek penelitian, namun meliputi keseluruhan dari karakteristik yangdimiliki oleh subyek atau obyek tersebut. Dalam penelitian ilmu sosial maupun psikologi, populasi sering kali dikaitkan dengan jumlah keseluruhan orang (responden)yang ada dalam ruang lingkup penelitian.
B.Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang mewakili populasi tersebut .Sampel penelitian harus mencerminkan populasinya. Semua karakteristik yang adadalam populasi juga terdapat dalam sampel. Dalam penelitian kuantitatif data yangdianalisis biasanya merupakan data dari sampel. Hal ini dilakukan karena banyaknyaatau besarnya populasi yang tidak memungkinkan untuk melakukan penyelidikanterhadap populasi. Namun kesimpulan yang didapatkan dari analisis data sampel akandigeneralisasikan untuk populasi. Untuk itu sampel penelitian yang dipilih harusrepresentatip yaitu sampel yang benar-benar mencerminkan populasinya. Generalisasihasil penelitian dari sampel ke populasi mengandung banyak resiko yang dapatmemungkinkan adanya ketidaktepatan atau kekeliruan karena sampel yang dipilih tidak mencerminkan populasi secara tepat. Apabila makin tidak sama karakteristik sampeldengan populasi maka semakin besar kemungkinan ketidaktepatan atau kekeliruandalam generalisasi. Penarikan sampel merupakan langkah yang sangat penting dalam penelitian. Kesalahan dalam menentukan sampel akan menimbulkan penyimpanganatau bias. Penelitian yang bias hasilnya tidak akan memberikan arti dan juga dapatmembahayakan, karena kesimpulan dari hasil penelitian tidak dapat menggambarkankeadaan yang sesungguhnya yang dapat keliru dan menyesatkan. Untuk itu teknik  penarikan sampel sangat penting peranannya dalam penelitian.
C.Menentukan Besarnya Sampel
Dalam penelitian kadang-kadang seorang peneliti pemula diperhadapkan pada pertanyaan berapa banyak sampel yang harus dipilih agar dapat mencerminkan14
 
 populasinya. Semakin banyak sampel yang digunakan dalam penelitian maka semakinmencerminkan keadaan populasinya. Jumlah sampel yang digunakan tergantung dengankeadaan populasi. Apabila keadaan populasi memiliki karakteristik yang sama atauhomogen, maka jumlah sampel yang diambil dapat lebih kecil. Namun apabila keadaan populasi adalah heterogen maka sampel yang diambil harus benar-benar 
representatip
(Arikunto, 2005:91).Penentuan jumlah sampel sangat penting dalam penelitian. Agar hasil penelitianlebih baik, maka diperlukan sampel yang baik pula yaitu sampel yang
representatip
,Ada beberapa rumus-rumus yang dapat digunakan dalam menghitung besarnya sampel,antara lain:
1.Dengan rumus Stephen Isaac & Willian B. Michael (1981:92)
X
2
. N . P (1-P)S=d
2
(N-1) + X
2
. P (1-P)Keterangan:S=Jumlah Sampel N=Jumlah PopulasiP=Proporsi dalam populasi (P = 0,50)d=Ketelitian / derajad ketetapan (0,05)X
2
=Nilai table
chisquare
untuk 
tertentu (X
2
=3,841 taraf signifikansi 95 %)Berdasarkan rumus di atas, Isaac dan Michael (1981:193) melakukan penghitungan penentuan jumlah sampel terhadap jumlah populasi antara 10 – 100000yang diringkaskan dalam tabel berikut ini:
Tabel 1. Penentuan Jumlah Sampel Berdasarkan RumusIsaac dan Michael dengan Taraf Signifikansi 95 %NSNSNS
10102201401200219151423014413002972019240148140030225242501521500306302826015516003103532270159170031340362801621800317454029016519003205044300169200032255483201752200327605234018124003316556360186260033570593801912800338756340019630003418066420201350034615
 
8570440105400035190734602104500354957648021450003571008050021760003611108655022670003641209260023480003671309765024290003681401037002481000037015010875025415000375160113800260200003771701188502653000037918012390026940000380190127950274500003812001321000278750003822101361100285100000384Keterangan: N=PopulasiS=Sampel
2.Dengan rumus Yamame (Rakhmat, 1999:82)
Nn= N.d
2
+ 1Keterangan:n=Jumlah Sampel N=Jumlah Populasid=Derajat ketetapan
Contoh
:Dilakukan penelitian di SMP Negeri 207 Jakarta Barat. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini ialah keseluruhan siswa kelas VIII SMP Negeri 207 Jakarta Barat dengan jumlah sebanyak 150 orang. Maka jumlah sampel yang harus dipilih berdasarkan rumusYamame dengan derajad ketetapan 5%, yaitu sebagai berikut:Nn= N.d
2
+ 1150n=150.(0,05)
2
+ 115016
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more