populasinya. Semakin banyak sampel yang digunakan dalam penelitian maka semakinmencerminkan keadaan populasinya. Jumlah sampel yang digunakan tergantung dengankeadaan populasi. Apabila keadaan populasi memiliki karakteristik yang sama atauhomogen, maka jumlah sampel yang diambil dapat lebih kecil. Namun apabila keadaan populasi adalah heterogen maka sampel yang diambil harus benar-benar
representatip
(Arikunto, 2005:91).Penentuan jumlah sampel sangat penting dalam penelitian. Agar hasil penelitianlebih baik, maka diperlukan sampel yang baik pula yaitu sampel yang
representatip
,Ada beberapa rumus-rumus yang dapat digunakan dalam menghitung besarnya sampel,antara lain:
1.Dengan rumus Stephen Isaac & Willian B. Michael (1981:92)
X
2
. N . P (1-P)S=d
2
(N-1) + X
2
. P (1-P)Keterangan:S=Jumlah Sampel N=Jumlah PopulasiP=Proporsi dalam populasi (P = 0,50)d=Ketelitian / derajad ketetapan (0,05)X
2
=Nilai table
chisquare
untuk
∝
tertentu (X
2
=3,841 taraf signifikansi 95 %)Berdasarkan rumus di atas, Isaac dan Michael (1981:193) melakukan penghitungan penentuan jumlah sampel terhadap jumlah populasi antara 10 – 100000yang diringkaskan dalam tabel berikut ini:
Tabel 1. Penentuan Jumlah Sampel Berdasarkan RumusIsaac dan Michael dengan Taraf Signifikansi 95 %NSNSNS
10102201401200219151423014413002972019240148140030225242501521500306302826015516003103532270159170031340362801621800317454029016519003205044300169200032255483201752200327605234018124003316556360186260033570593801912800338756340019630003418066420201350034615