Fiqih Shalat 1
Adapun makna menurut syariah, shalatdidefinisikan sebagai : “serangkaian ucapan dangerakan yang tertentu yang dimulai dengan takbirdan diakhiri dengan salam sebagai sebuah ibadahritual”.
B. Waktu Pensyariatan Ibadah Shalat
Sebelum shalat lima waktu yang wajibdisyariatkan, sesungguhnya Rasulullah
shallallahu‘alaihi wasallam
dan para shahabat sudahmelakukan ibadah shalat. Hanya saja ibadahshalat itu belum seperti shalat 5 waktu yangdisyariatkan sekarang ini.Barulah pada malam
mi`raj
disyariatkan shalat5 kali dalam sehari semalam yang asalnya 50 kali.Persitiwa ini dicatat dalam sejarah terjadi padatanggal 27 Rajab tahun ke-5 sebelum peristiwahijrah nabi ke Madinah. Sebagaimana tertulisdalam hadits nabawi berikut ini :
ّ ِ لا ى َ عَُ َ لا ِ ضَ ر ِ فُ
َ ر ِ ههسْأُة َ هه َ ي ْ لَهه ً ْ خَ ْ َ ِ جُى حَ ْ َ ِ ُم ثُ، ن َ ي ْ ِ ْ خَ ِ بِد َ ههلَُ ْ ههَلا ُد َ ْ َُ ُ إِ: د ُ َ ََُِ ْ ُم ثُن َ ي ْ هه ِ ْ خَ ِ هه ْ ْ لْا ِذ ِ هه َ بِ َ لَإِ وَ
دههحأ اوصو ذرلاو ئلاو
Dari Anas bin Malik ra. "Telah difardhukan kepadaNabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat padamalam beliau diisra`kan 50 shalat. Kemudiandikurangi hingga tinggal 5 shalat saja. Laludiserukan ,"Wahai Muhammad, perkataan itu tidak akan tergantikan. Dan dengan lima shalat ini sama
3
Leave a Comment