Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
film horor Indonesia

film horor Indonesia

Ratings: (0)|Views: 1,774 |Likes:

More info:

Published by: wahyu-tri-laksono-1108 on Dec 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN1. Latar Belakang
Film merupakan suatu media komunikasi massa dan digunakan sebagaisarana hiburan. Sebelum film menjadi sebuah media komunikasi massa dansebagai sarana hiburan bagi masyarakat, film hanya digunakan sebagai alat untuk merekam peristiwa sehari-hari maupun peristiwa penting saja karena padaawalnya film merupakan bagian dari fotografi. Penemuan gambar bergerak  pertama justru terjadi bukan di Hollywood, penelitian ini dilakukan olehEadweard Muybridge
1
pada tahun 1878 yang membuat 16 frame kuda yang berlari, penelitian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa ketika kuda berlarikeempat kakinya terangkat seperti terbang. Dari 16 frame kuda tersebutMuybridge merangkaikannya dan digerakkan secara berurutan sehinggamenciptakan gambar pertama yang bergerak 
2
. Dilihat dari awal perkembangannya berarti film adalah semacam selaput tipis yang terbuat dari seluloid untumerekam gambar negatif (yang akan dibuat potret) dan gambar positif (yang akandiputar di bioskop berupa lakon atau gambar hidup)
3
.Penelitian yang dilakukan oleh Muybridge ini mendorong orang-oranguntuk menciptakan film yang lebih baik daripada sebelumnya yang hanyamenggunakan kamera foto biasa. Sepuluh tahun setelah eksperimen yangdilakukan Muybridge pada tahun 1888 dan ditambah dengan perkembanganteknologi yang cepat, maka muncullah film yang bukan saja sebatas pada gambar 
1
Seorang peneliti dan fotografer pengembang shutter kamera yang bekerja sama dengan mantanGubernur California Leland Stanford yang juga seorang pengusaha pacuan kuda untuk membuatsebuah gambar bergerak.Lihat http//www.inventors.about.com/EadweardMuybridge.htm, diakses pada 16 Mei 2009, pukul 22.30 WIB.
2
http//www.displaynews.com/fakta unik:sejarah film sepanjang masa.htm, diakses pada 13 April2009, pukul 23.30 WIB.
3
Bambang Marhijanto,
kamus Lengkap bahasa Indonesia
(Surabaya: Bintang Timur Surabaya,1995), hlm. 197.
1
 
yang bergerak seperti sebelumnya tetapi sudah hampir mendekati konsep-konsepfilm yang ada pada saat ini. Film tersebut berjudul “Roundhay Garden Scene”yang dibuat oleh Louis Le Prince yang berasal dari Prancis. Film terus berkembang seiring dengan berkembang pesatnya penemuan-penemuan yang berhubungan dengan produksinya terutama penelitian yang dilakukan olehThomas Alva Edison bersama dengan temannya George Eastman untumengembangkan gambar bergerak 
4
. Pada saat ini film berupa gambar bisu dankebanyakan berupa film documenter.Pada perkembangan selanjutnya film menjadi sebuah industri baru yang besar dan bermunculan perusahaan film
 seperti Edison Company, Vitagraph, dan Biograph.
Untuk menghindari persaingan dan monopoli para pengusaha film iniakhirnya membuat jalan baru dalam industri film dengan mendirikan studio-studio baru di daerah suburban di kota Los Angeles yang bernama Hollywood
5
. Namunfilm-film yang berkembang saat ini merupakan film-film bisu atau tanpa suara.Penelitian-penelitian terus dilakukan pada tahun 1920-an terutama penelitian yangdilakukan oleh Thomas Alva Edison yang gemar melakukan penelitian untuk memasukkan suara ke dalam film dan penelitian ini baru berhasil pada awal tahun1930-an.Setelah semakin berkembangnya teknologi dalam pembuatan film denganadanya film bersuara dan dimasukkannya alur cerita ke dalam film, maka mulai berkembanglah apa yang dinamakan genre
6
dalam film. Film yang sebelumnyahanya berupa sebuah film dokumenter yang intinya hanya menampilkan peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan dan sejarah manusia, berkembangsetelah adanya penggunaan cerita dan menghasilkan berbagai macam genre barudalam film seperti film drama (film yang menyuguhkan kisah manusia yangdramatik), film gangster (menyuguhkan berbagai tokoh dan kehidupan kalangangangster), dan film horor (film yang menyuguhkan ketakutan dan kengerian
4
Howard Cincotta
(eds)
,
Garis Besar Sejarah Amerika
(Jakarta: Departemen Luar Negeri AS,2004), hlm.203.
5
Robby Wahyudi Gusti, “Industri Film Hollywood Pasca Perang Dunia II (1947-1960-an)”(Skripsi Sarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Depok, 2006), hlm. 2.
6
Genre adalah pembagian jenis film berdasarkan temanya.
2
 
sebagai menunya)
7
. Namun, pada perkembangan di awal tahun 1930-an ini justruyang sangat berkembang dan dapat diterima oleh masyarakat adalah film yang bergenre horor karena dalam film horor penonton ditawarkan sesuatu yang bersifat kengerian, takut, menyeramkan, dan menegangkan
8
. Film-film horor antara lain “Dracula”, “King Kong”, “Frankenstein”, “Freaks”, dan ”Werewolf”.Film ini dapat menyedot animo masyarakat yang begitu tinggi bukan saja diAmerika tetapi seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia.Film-film yang ada di Indonesia pada awalnya merupakan film-film yang berasal dari Hollywood. Film dari Hollywood ini dapat masuk dengan mudah keHindia Belanda karena adanya peran langsung dari pengusaha-pengusaha filmyang ada di Amerika untuk memasarkannya. Lalu pada tahun 1926 dibuatlah filmIndonesia pertama yang berjudul Lutung Kasarung yang dibuat dengan tujuanuntuk kemajuan seni sunda. Film ini dibuat oleh perusahaan Java Film Coy diBandungdengan sutradara G. Kruger dan L. Heuveldorp dari Belanda
9
. Film pertama yang dibuat di Hindia belanda dapat dikatakan bergenre horor tetapi pada saat itu belum adanya pembagian genre dalam film dan film juga masihmerupakan film bisu. Pada perkembangan selanjutnya yaitu pada tahun 1930-anketika di Hollywood sedang berkembang demam film horor maka di HindiaBelanda mulai berkembang pula film horor. Film horor pertama diperkenalkan pertama kali pada tahun 1934 dengan judul “Ouw Phe Tjoa” (ular hitam dan ular  putih) dan pada tahun 1935 dengan judul “Tie Pat Kai Kawin” (siluman babi perang siluman monyet). Film-film horor yang diperkenalkan di Hindia Belanda pada saat itu diambil dari cerita-cerita tiongkok terkenal, hal ini disebabkan padasaat itu bioskop-bioskop dikuasai oleh kaum Cina peranakan. Film-film horor seperti ini dibawa langsung dari Cina untuk dipertontonkan di Hindia Belanda.Film ini dianggap film horor karena film tersebut berasal dari cerita legendamasyarakat Cina.
7
M. Yoesoef, “Film Horor Sebuah Definisi Yang Berubah”,
“Jurnal Wacana FIB UI”,
5: 103-113
 ,
Oktober, 2003.
8
Bambang Marhijanto (1995),
op.cit 
., hlm. 254.
9
http://www.wikipedia.com/artikel/Perfilman Indonesia.htm, diakses pada 13 April 2009, pukul23.09 WIB.
3

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Tiany Kusuma D liked this
Indry Septiyany liked this
Riska Elastria liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->