Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
OTOKRITIK: REFORMASI "petak umpet"

OTOKRITIK: REFORMASI "petak umpet"

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 1,345|Likes:
Published by Eddy Satriya
Kolom di Majalah Forum 04juni06 tentang reformasi yang masih jalan di tempat
Kolom di Majalah Forum 04juni06 tentang reformasi yang masih jalan di tempat

More info:

Published by: Eddy Satriya on Mar 30, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/17/2009

pdf

text

original

 
OTOKRITIK: REFORMASI “PETAK-UMPET”
Oleh: Eddy Satriya*)
Kolom Majalah Forum Keadilan 04 Juni 2006
Mayoritas rakyat Indonesia kembali berduka. Bukan karena sakitnyamantan Presiden Suharto atau terbitnya ketetapan untuk menghentikanproses penuntutan hukum terhadap Sang Presiden. Bukan pula karenamasyarakat Indonesia kembali harus memperingati dan mengenangkejadian demi kejadian tragis pada Mei 1998. Juga bukan karenaancaman bencana alam, petaka atau kecelakaan yang terus terjadi. Tetapikarena mereka merasakan bahwa reformasi telah mati. Tak salah kalauFadjroel Rachman, rekan seangkatan di ITB dulu, mengajak kita semuauntuk merayakan kematian reformasi (
Kompas,
18/5/06).Namun ajakan Fadjroel untuk bereformasi dalam hati dan pikiranagak mengusik saya. Karena dari pengamatan langsung atas berbagaiperilaku rakyat dan pemimpin di negara ini, maka sungguh sulitmelaksanakan ajakan tersebut. Rakyat sudah nyaris pasrah. Sementarasebagian besar para pemimpinnya sulit membebaskan diri mereka ataskemunafikan dan berbagai kesalahan prosedur” yang terjadi disekitarnya.Kita menjadi bangsa yang gagal memahami dan melaksanakan artikata reformasi (“Reformasi Poco-Poco”,
Forum,
6/2/05). Kita dengan pastitelah menjelma menjadi bangsa yang bercirikan tambal-sulam, suka coba-coba, menghindari proses rumit dan jalan berliku, serta sulit yakin untukmelaksanakan suatu perencanaan secara profesional. Akibatnya berbagaiupaya perbaikan yang dilaksanakan semua pihak masyarakat,pengusaha, dan pemerintah- gagal dan tinggal slogan semata. Berbagaikejadian dan fakta terbaru membuktikan itu.
2420741.doc
Page 1 of 6
 
Yang diperlukan sekarang adalah mencari penyebab kegagalan. Tentusaja kemudian harus diikuti pula oleh alternatif perbaikan yang mungkindilaksanakan (
implementable actions 
). Kegagalan reformasi bukansembarangan. Ia telah gagal dipahami, direalisasikan dan dijadikan“pakaian” sehari-hari dalam kurun waktu 8 tahun (sewindu) oleh sebagianbesar warga negara di bumi nusantara, terutama oleh mereka yangdiserahi berbagai amanah.Sesungguhnya ada lima alasan utama kegagalan pelaksanaanreformasi yang berujung kepada perasaan kita akan matinya reformasi itu.
Pertama,
adalah gagalnya menempatkan variabel tingkat upah (
wage 
)sebagai salah satu besaran makroekonomi penting dalam konteks ekonominasional. Tingkat upah bersama-sama dengan tingkat inflasi (
inflation rate) 
, pertumbuhan ekonomi (
economic growth 
), dan tingkat pengangguran(
unemployement 
) adalah besaran utama makroekonomi yang sangat vitaldan menentukan arah ekonomi suatu bangsa.Kita sering mengaitkan tingkat pertumbuhan ekonomi denganperkiraan pertumbuhan suatu sektor pembangunan tertentu atau kurva
supply-demand 
suatu jenis produk dan jasa. Namun sayang, tingkat upah-termasuk gaji aparat - belum pernah secara serius dan maksimaldimasukkan kedalam berbagai pertimbangan dalam menentukan arah dankebijakan ekonomi nasional. Karena itu kita menyaksikan gaji seorangdirektur di sebuah BUMN (termasuk yang merugi) bisa saja jauh lebihtinggi dari gaji resmi seorang Presiden. Tingkat upah harian (minimum) pun belum dijalankan sesuai prinsip
reservation wage 
yang menjadi pertimbangan seseorang mengorbankan waktu seggangnya ketika masuk ke bursa kerja, seperti dijelaskan dalambuku teks ekonomi. Ketidakadilan perlakuan terhadap tingkat upah iniberujung kepada banyak hal. Penindasan atas buruh, suburnya praktekKKN, dan terlambatnya hingga gagalnya pelaksanaan berbagai programpembangunan.
Kedua,
adalah faktor terlambatnya menyehatkan birokrasi gunamenuju pelaksanaan kepemerintahan yang baik dan bersih (
clean and good governance 
). Mutlaknya reformasi birokrasi gagal dipahami, gagal
2420741.doc
Page 2 of 6
 
diurutkan prioritasnya dan gagal total pula dilaksanakan meski Presidendan pembantunya telah berganti.Berbagai keharusan untuk melayani publik dengan murah, cepat dantransparan hanya terjadi di beberapa daerah yang memiliki kepala daerahdengan visi dan misi yang cemerlang. Banyak rencana aksipemberantasan KKN justru dibuat secara serampangan, yang akhirnyaberujung kepada KKN berikutnya. Akibatnya, sebagai contoh saja,seseorang yang ingin berurusan dengan birokrasi masih harusmengeluarkan biaya ekstra sebagai pelicin. Termasuk mereka yangmelamar menjadi anggota suatu badan atau komisi pemberantas suapmenyuap, mau tidak mau juga terpaksa harus menyuap jika urusannyaingin dipercepat dalam memperoleh berbagai surat keterangan (
“ 
SapuCampur Debu
”, Forum,
11/7/04)
 
. Tersedianya teknologi informasi dantelekomunikasi belum bisa maksimal dimanfaatkan dalam berbagaiprogram
electronic government.Ketiga,
adalah kegagalan menjalankan peran dan fungsi hukum.Kondisi faktor yang satu ini tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut.Lolosnya terpidana korupsi maupun perkara kriminal dari jerat hukum,terlibatnya beberapa petinggi dan praktisi dibidang hukum dalam kasusBank BNI dan ratusan kasus lainnya menjadi saksi bisu lemahnyapenerapan hukum di Indonesia.
Berikutnya 
adalah langkanya pemimpin yang mampu memberiteladan. Menyamakan ucapan dengan perbuatan ternyata memang bukanpekerjaan gampang. Dengan kata lain, kemunafikan telah menjadipakaian sehari-hari. Setiap orang mampu menunjukkan orang lainmelakukan perbuatan jahat seperti korupsi, tanpa menyadari ia sendirimelakukan hal yang sama. Sehingga definisi korupsi sekarang mungkinlebih tepat berbunyi “
 perbuatan penyalahgunaan kewenangan atau jabatan di berbagai tingkatan untuk memperkaya diri sendiri atau golongan yang dilakukan orang lain”.
 Berbagai praktek buruk yang terjadi di zaman Orde Baru kembaliterulang. Bertubi-tubinya terpaan praktek-praktek kotor dan jahat telahmematikan rasa kritis di lingkungan masyarakat. Membuat mereka
2420741.doc
Page 3 of 6

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->