layanan telekomunikasi modern yang meliputi
Phones, Mobile, View, Internet
dan
Service
yang kemudian lebih disederhanakan menjadi
Phone, Mobile
dan
Multimedia
disingkatdengan PMM. Perubahan demi perubahan atau restrukturisasi portofolio bisnis mau tidak mau harus dilakukan Telkom mengingat telah terjadi perubahan fundamental dalam bisnistelekomunikasi dan teknologi informasi (TI) yang meliputi konvergensi teknologi,konvergensi perusahaan, dan konvergensi layanan.Penulis menyatakan bahwa Telkom sudah
on the right track
dalam menapaki langkahuntuk menjadi suatu
Full Network Services Provider
(FNSP) yang didukung lima pilar bisnis yaitu: telepon tetap;
fixed wireless
; telepon selular (
mobile
); multimedia; daninterkoneksi. Pendapat mereka didasarkan kepada situasi bahwa sudah dijalankannya budaya baru perusahaan yang merupakan suatu perjalanan panjang sejak Telkom masihdinakhodai Cacuk Sudariyanto (alm) hingga sekarang dibawah pimpinan Kristiono. Budaya perusahaan tersebut terangkum dalam konsep
The Telkom Way 135
(TTW 135) yang resmidiluncurkan tanggal 26 Maret 2003. TTW 135 ini memuat satu asumsi dasar yaitu
Committed 2 U,
tiga nilai inti yaitu:
Customer Value, Exellent Service,
dan
Competent People,
serta lima langkah perilaku, yaitu:
Stretching the Goal; Simplify; Involve Everyone;Quality is my job;
dan
Reward the Winner.
Sebelumnya pimpinan Telkom telah melakukan langkah strategis yang berhasilmerumuskan visi baru Telkom “
To Become a Leading InfoCom Player in the Region”
.Adapun rumusan misinya, pertama ialah, “Telkom menjamin bahwa pelanggan akanmendapatkan pelayanan terbaik, berupa kemudahan, kualitas produk, kualitas jaringan,dengan harga yang kompetitif”. Sedangkan misi kedua adalah “Telkom akan mengelola bisnis melalui praktek-praktek terbaik dengan mengoptimalisasikan SDM yang unggul, penggunaan teknologi yang kompetitif, serta membangun kemitraan yang menguntungkansecara timbal-balik dan saling mendukung secara strategis”.Disamping budaya baru TTW 135, faktor pendukung lainnya adalah sosok Direktur Utama (Dirut) saat ini, Kristiono, yang sudah berhasil menjadikan dirinya sebagai
rolemodel
bagi seluruh karyawan di Telkom. Kristiono dianggap sudah mampu mengobarkansemangat “peperangan” dalam menyongsong era kompetisi di bisnis telekomunikasi.Bahkan semangat “peperangan” tersebut telah dibuatkan wadahnya yaitu melalui program
War Room.
Bukan hanya itu, dalam safari ke berbagai daerah para penulis menyaksikansendiri bahwa para Kepala Divisi Regional (Kadivre) telah memperlihatkan antusiasme dankomitmen tinggi jajarannya di daerah dalam menjalankan budaya perusahaan yang baru.
/var/www/apps/collegelist/repos/collegelist/trunk/collegelist/tmp/scratch8/2420744.doc
Page 2 of 5
Add a Comment