Gambar 2: Distribusi rata-rata sampelDengan metode baru ke-100, anak tersebut mempunyairata-rata
x
= 107.Rata-rata sampel ini berada 7 satuan darirata-rata-populasi atau 5 standart populasi deviasi (5
x
S
)dari rata-rata populasi. Jadi merupakan anggota tidak biasa (atau jauh dari harga yangdihipotesiskan). Di muka telah dikatakan bahwa bila sampel jauh dari populasi,hipotesa ditolak. Kesimpulan dalan hal ini H
0
ditolak, berarti metode barumemberikan IQ lebih tinggi.
Kesalahan dalam Uji hipotesis
Dalam mengambil kesimpulan untuk suatu uji hipotesis mungkin dilakukankesalahan. Kesalahan ini ada 2 macam yaitu:1)Kesalalahan tipe I: Kesalahan dalam menolak hipotesis (H
0
) bila hipotesis benar.2)Kesalahan tipe II: Kesalahan dalam menerima hipotesis (H
0
) bila hipotesis salah.Kemungkinan pengambilan kesimpulan (keputusan) disajikan dalam tabelTabel 1: Kemungkinan keputusan pergujianKeputusan untuk H
0
Keadaansesungguhnyauntuk H
0
Diterimaditolak BenarKeputusan tepatKesalahan tipe ISalahKesalahan Tipe IIKeputusan tepatKesalahan tipe I lebih serius daripada kesalahan tipe II. Hal ini dapat diterangkandengan kemungkinan keputusan pengadilan yang merupakan analogi dari keputusan pengujian hipotesis.Tabel 2: Kemungkinan Keputusan PengadilanKeputusan untuk H
0
Tidak bersalahbersalahKeadaansesungguhnyaTidak bersalahAdilKesalahan tipe IBersalahKesalahan Tipe IIAdilBila keputusan pengadilan dan keadaan sesungguhnya sesuai maka hal ini berarti
Metode StatistikaHidayah Ansori
3
=100= 14Rata-ratasampel