Danmunurut arti istilah ulama ushul ialah menetapakan hukum pekerjaan padamasa yang lalu karena dianggap tidak ada pada masa sekarang.
Menurut ulama ahluushul fiqh yaitu menetapkan hukum suatu perkara pada zaman sekarang atau zamanyang akan datang sesuai dengan hukum yang ada pada pada masa lampau karena tidak ada dalil yang merubahnya.
Sebagian lain menjelaskan,
istishhab
ialah melestarikan suatu ketentuan hukumyang telah ada pada waktu lalu, hingga ada dalil yang mengubahnya.
Menurut Imam as-Syaukany:
هري ّغ ام دجو ل ام رم ءاقب و احصتس
Istishhab
adalah dali yang mengandung tetapnya suatu perkara selama tidak adasuatu yang mengubahnya.
Tetapnya sesuatu perkara selama tidak ada dalil yangmerubahnya. Istilah ini bisa dipahami dengan makna : apa yang sudah ditetapkan padamasa lalu pada dasarnya merupakan sebagai sebuah ketetapan pula pada masa yangakan datang. ”Menurut Abdul Karim Zaidan (ahli Ushul Fiqh Berkebangsaan Mesir),
istishhab
yaitu menganggap tetapnya sesuatu seperti keadaannya semula selama belum terbuktiada sesuatu yang mengubahnya.
Menurut Ibnu Hazm,
istishhab
adalah tetapnya hukum asal yang ditetapkandengan nas sampai adanya dalil yang merubahnya, beliau membatasi istishhab denganhukum asal yang didasarkan pada nas, bukan hanya hukum asal yang ditetapkan darikebolehkan semata.
Menurut Ibnu al-Qayyim al-Jawziyah tokoh ushul fiqh Hanbali, yaitu:
اي ّفنم اك ام ف اتباث اك ام اث ةمدتس
Yaitu tetapnya sebuah ketentuan yang sebelumnya sudah menjadi suatuketentuan atau tetapnya sebuah larangan yang sebelumnya sudah menjadi larangan.Menempatkan berlakunya suatu hukum yang telah ada atau meniadakan sesuatu yangmemang tiada samapai ada bukti yang mengubah kedudukannya. Misalnya, seseorang
3 Abdul Karim Amrullah,
Pengantar Ushul Fiqh
, (Jakarta: PT. Pustaka Panjimas, 1984),hal.1194 Wabah Zuhaiy, hal. 8
Ushul
Fiqh
..., 859.5 Muhammad ibn ‘Ali al-Syaukani,
Irsyad al-Fuhul ila Tahqiq al_Haqq min ‘Ilm al-Ushul
,Bairut: Dar al-Fiqr, t.th. hal. 237.6 Muhamada Abu Zahrah,
Ushul Fiqih
, (Jakarta: PT. Pustka Firdaus dengan P3M, 1994),hal. 451.7 Satrio Effendi,
Ushul Fiqh
, (Jakarta : Prenada Media, 2005), hal. 159.8
Ibid
. hal, 856.