Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penegakan Hukum Dalam Rangka an Ham Perempuan Dan Anak 141209

Penegakan Hukum Dalam Rangka an Ham Perempuan Dan Anak 141209

Ratings: (0)|Views: 158 |Likes:
Published by lyly_hydoe

More info:

Published by: lyly_hydoe on Dec 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2011

pdf

text

original

 
PENEGAKAN HUKUM DALAM RANGKA PERLINDUNGAN HAM PEREMPUANDAN ANAK  YANG MENJADI KORBAN TRAFFICKING
1
Oleh Riza Nizarli,S.H.,M.H.
2
A. Pendahuluan
Masalah perdagangan perempuan dan anak atau dikenal dengan istilah
humantrafficking
akhir-akhir inimuncul menjadi suatu masalah yang banyak diperdebatkan baik ditingkat regionalmaupun global dan dikatakansebagai bentuk perbudakan masa kini serta melanggar HAM. Sebenarnyaperdagangan manusia bukanlah halbaru, namun baru beberapa tahun belakangan, masalah ini muncul ke permukaandan menjadi perhatian tidaksaja pemerintah Indonesia, namun juga menjadi masalah transnasional.Perdagangan manusia merupakan bagian kelam bangsa Indonesia, artinyapersoalan
trafficking
manusiaadalah realitas yang tidak dapat dipungkiri. Namun demikian, persoalan
trafficking
belum mendapat perhatian yangmemadai untuk diatasi, hal ini sering menjadi sensualitas pemberitaan di mediamassa yang berusaha untukmenarik perhatian pihak-pihak yang berwenang. Kemudia ketika kasus ini masuk kepengadilan, pelaku seringmendapat ganjaran hukuman yang ringan, sementara aktor intelektualnya tidaktersentuh oleh aparat penegakanhukum.Berbagai latar belakang dapat dikaitkan dengan meningkatnya masalahperdagangan perempuan dananak seperti; lemahnya penegakan hukum, peraturan perundang-undangan yangada, peran pemerintah dalampenaganan maupun minimnya informasi tentang
trafficking.
 Jika kita berbicara tentang penegakan hukum, maka kita sejak lahir bahkan anakyang masih dalamkandungan hingga mati selalu berurusan dengan hukum, tidak ada waktu dantempat yang terlewatkan darisentuhan hukum. Begitu banyak aturan yang memperlakukan persyaratan danprosedur hukum, dari masalahmembuang sampah, keparkiran sampai masalah kelembagaan di tingkat nasionalbahkan internasional.Manakala orang awam ditanyakan tentang hukum ingatannya tertuju padabangunan pengadilan, sosokhakim, advokat, juru sita dan polisi. Undang-undang tidak pernah diketahuinya,didengarnya apalagi membaca diLembaran Negara, namun pada umumnya pernah berada di ruang sidangpengadilan
3
sedangkan mengenai
trafficking
banyak orang belum memahaminya walaupun dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi.Dalam rangka pemberantasan berbagai kejahatan yang marak seperti
trafficking,
pelanggaran HAM,
 
korupsi, pencucian uang, narkotika dan lain sebagainya, berbagai pihakmengeluhkan penegakan hukum yangdilakukan. Berbagai media massa memberitakan aparat hukum terkena sangkaandan dakwaan korupsi atau suap.Menghadapi kebobrokan hukum dan peradilan ini membuat masyarakat menjaditidak bermoral (
normless
) dantidak mempercayai hukum (
losing trust)
. Hukum seolah-olah dapat dimainkan,diplintir, bahkan hanya berpihakpada mereka yang memiliki status sosial tinggi.
4
Keadaan yang demikian membuatpenegakan hukum semakinsulit dilakukan. Tidak terlalu berlebihan bila berbagai kalangan menilai penegakanhukum lemah dan telahkehilangan kepercayaan dari masyarakat termasuk dalam
trafficking
perempaundan anak. Masyarakat menjadiapatis, mencemohkan dan dalam keadaan tertentu kerap melakukan prosespengadilan jalanan
(street justice)
.Penegakan hukum adalah proses dilakukannya upaya untuk tegaknya atauberfungsinya norma-normahukum secara nyata sebagai pedoman perilaku dalam lalu lintas atau hubungan-hubungan hukum dalankehidupan masyarakat dan bernegara. Untuk mewujudkan proses penegakanhukum sebagaimana dimaksudkandi atas, dibutuhkan suatu organisasi yang cukup kompleks, tanpa adanya organisasitersebut (Kepolisian,Kejaksaan, Pengadilan dan Lembaga Pemasyarakatan) hukum tidak dapatdijalankan dalam masyarakat.Keempat elemen tersebut di atas merupakan intrumen hukum pidana yang sangatpenting dalam kerangkapenegakan hukum, karena itu harus dapat menjalin hubungan kerjasama untukdapat dikatakan
integrated criminal justice system
. Jika berbicara tentang
trafficking
maka korban yang paling rentan adalahperempuan dan anak, terutamadari keluarga miskin, perempuan dari pedesaan, perempuan dan anak putussekolah yang mencari pekerjaan.
1
Disampaikan pada Workshop, Penguatan Materi tentang Konsep HAM Perempuan dan Gender dalam Mata Kuliahdi Fakultas Hukum danSyar’iah , kerjasama Fakultas Hukum Unsyiah dengan The Asia Foundation, Hotel Polonia, Medan, tanggal 15-17 Juli2006
2
Dosen Fak.Hukum Unsyiah/Unmuha, Staf Unit Kajian Hukum Humaiter dan HAM FH. Unsyiah, KetuaBid. Advokasi LembagaPerlindungan Anak Prov.NAD.
3
M Laica Marzuki, “Membangun Sistem Penegakan Hukum Yang Akuntabel,
 Jurnal Keadilan
,Vol.4.No.2,2005/2006:7
4
Hikmahanto Yuwana ”Penegakan Hukum Dalam Kajian
Law and Development: Problem danFundamen Bagi Solusi di Indonesia
”,Pidado Ilmiah, disampaikan pada Dies Natalis Ke-56 UI, 4 Pebruari 2006 , Depok, hal. 1.
2
Oleh karena itu penegakan hukum terhadap pelaku
trafficking
perlu adanyakerjasama dengan berbagai instansipenegak hukum
 
Trafficking
perempuan dan anak memiliki pengertian yang berbeda denganperdagangan perempuan dananak. Perdagangan perempuan dan anak adalah sebuah transaksi penjualan antarapenjual dan pembeli denganharga yang telah disepakati. Sedangkan
trafficking
merupakan paksaan, penipuan,ancaman kekerasan sertapenyalahgunaan kekuasaan dengan tujuan eksploitasi.Fenomena perdagangan perempuan dan anak sudah lama berkembang di berbagainegara, seperti; SaudiArabia, Jepang, Malaysia, Hongkong Taiwan, Singapura dan termasuk jugaIndonesia. Tidak ada Negara yangkebal terhadap
trafficking,
setiap tahunnya diperkirakan 600.000-800.000 laki-laki,perermpuan dan anakdiperdagangkan menyeberangi perbatasan-perbatasan internasional
5
.Report dari pemerintahan AS memperkirakan lebih dari seperuh dari para korbanyang diperdagangkansecara internasional diperjual-belikan untuk eksploitasi seksual.
6
Menurut PBBperdagangan manusia ini adalahsebuah perusahaan kriminal terbesar ketiga tingkat dunia yang menghasilkan 9,5 juta US$ dalam pajak tahunanmenurut itelijen AS. Perdangan manusia juga merupakan salah satu perusahaankriminal yang palingmenguntungkan dan sangat terkait dengan pencucian uang (
money laundring),
perdagangan narkoba, pemalsuandokumen dan penyeludupan manusia. Hal ini merupakan realitas yang tidak bisadipungkiri dan perdagangan initidak lagi terbatas pada batas wilayah negara melainkan berlangsung lintas batas.Pola perdagangannyapunmengalami perubahan, tidak lagi hanya dilakukan oleh perseorangan melainkansindikat-sindikat terorganisir yangdisinyalir memiliki kegiatan illegal lainnya seperti penjualan obat-obatan adiktif dansenjata.Menurut catatan Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, daerah yangmemiliki kasus
traficking
tertinggi di Indonesia adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Namun tidakberarti wilayah lain
"bersih".
 Jawa tengah, Lampung, Sumatera Utara, dan Nusatenggara Timur adalah wilayahlain yang potensial. Sedangkan Jakarta, Riau, Batam, Bali, Balikpapan, dan Papuadikenal sebagai daerahtujuan perdagangan orang, khususnya untuk keperluan eksploitasi seksual.Di Provinsi NAD pasca Tsunami juga dikejutkan dengan adanya berita di mediamassa yang mengatakanbahwa sebanyak 300 anak korban Tsunami telah di bawa ke luar Aceh secara diam-diam dan beberapa kasuslainnya diperdagangkan ke Riau dan Medan.Dalam kenyataannya di masyarakat dapat disaksikan begitu banyak peristiwa yangmenimpa anak-anaksehingga merenggut masa kecilnya dan bahkan masa depannya. Hal ini dapatdilihat di kota-kota besar dengan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->