Short Storyaida_2708@yahoo.comCreative WritingAirmataku sungguh tak dapat terbendung, wajah Tiara yang begitu mirip denganIndra suamiku semakin membuat rindu ini padanya menggebu-gebu hingga keubun-ubunku. Sepanjang perjalanan pulang, bibirku tak semenitpun berhenti untukmemberikan jawaban kepada Tiara yang juga tak pernah berhenti bertanya. Kenapapapa dikubur di situ, kenapa papa pergi ninggalin tiara. Tiara masih berusia 4,5tahun, banyak hal yang ingin dia ketahui, beribu pertanyaan mungkin di kepalanyasaat ini, namun aku selalu mencoba memberikan penjelasan sederhana untuk anakseumuran Tiara.Kulihat Tiara terdiam sama sekali tidak bertanya lagi, aku melirik ke arahnya.Kecerdasan Tiara semakin jelas terlihat saat dia sedang berfikir tentang sesuatu,dengan mimik wajah yang begitu serius, kedua alisnya terlihat mengkerut danhampir menyatu, sesekali bola matanya yang cerdas berkedip-kedip lalu diatersenyum./”Bunda, Papa Tiara pasti orang baik…makanya Allah cepat-cepat bawa papa Tiarake Syurga, karena Allah sayang ama orang yang baik kayak papa Tiara…betul kanBunda??.. kata bu guru kalo orang baik itu masuk syurga Bunda,..”/ aku tak mampumendengarkan lagi celoteh gadis kecilku yang semakin membuat perasaan sedihdan rinduku pada Indra berkecamuk. “Sayang,….aku sungguh sangatmerindukanmu”.------------
…………Tiap-tiap ummat mempunyai ajal, apabila telah datang ajal mereka,maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula mendahulukannya (Yunus : 49)
Baru 3 bulan ini kami memilih membeli sebuah rumah kecil di komplek perumahanKajhu di kecamatan Baitussalam Aceh Besar, setelah sebelumnya sempatmengontrak rumah di daerah kota. Biasanya untuk mencari lauk yang segarbukanlah hal yang sulit di sini. Pantai hanya berjarak beberapa ratus meter saja dariperumahan. Sungguh pemandangan yang sangat elok. Selain alasan lebih dekatdengan tempatku bekerja, alasan view juga menjadi pilihan kami memilih komplekperumahan ini.Kehamilanku saat itu memasuki trimester ke 3. Syukurnya selama hamil aku tidakpernah mengalami
morning sickness
seperti ibu hamil pada umumnya. Namun halitu terjadi pada Indra suamiku. Persis seperti wanita yang sedang hamil, pagi-pagiserasa mual dan ingin muntah, belum lagi selalu kepingin ngerujak. Terkadang akutersenyum jika melihat tingkah indra saat menyantap pedas asemnya rujak,matanya akan terpejam dalam hitungan detik, bibirnya akan mengerut saatmengecap rasa asam, bahkan sampai-sampai membuat air liurnya menetes. Akupasti akan tertawa geli jika mengingat saat indah dan aneh itu.Desember, aida. document[Type text]Page 3
Leave a Comment