• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Short Storyaida_2708@yahoo.comCreative Writing
Aku Harus Tetap Hidup,…(Sebuah Kisah Ketika Tsunami Melanda Aceh)BY. AIDA. M. AFFANDI JAKARTA, DESEMBER ‘2009
“Di tiap jengkal kehidupan,….
Desember, aida. document[Type text]Page 1
 
Short Storyaida_2708@yahoo.comCreative Writing
sang hujan memang harus tercurahkan.Kadang hari-hari memang harus dilalui dalam selingkup awan kelabu dan kedukaan.”Bagaimana Rasanya cinta jika hidup tanpamu,..Kurasakan waktu tertatih-tatih memapahku,..
Aku masih menatap sebidang tanah yang ditumbuhi rumput Manila hijau yangsengaja di tanam di tanah seluas 100 m x 50 m. tanah ini tanpa jajaran nisan hanyaplakat kecil ditempatkan di pintu utama yang bertuliskan “Kuburan massalLambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Di sini dimakamkan 46.718 jiwakorban tsunami pada tanggal 26 Desember 2004. Semoga arwah mujahid diterimaAllah.’’ Tsunami itu telah memisahkan banyak hati yang merana. memisahkan ibu darianaknya, memisahkan istri dari suaminya, memisahkan sanak keluarga,memisahkan sahabat dan teman. Tsunami itu telah banyak menyisakan kenangandan kisah yang memilukan dalam tiap diri kami yang menjadi saksi hidup di hari itu.Gempa berkekuatan 9,0 skala reacter itu telah menghentakkan bumi rencong,mematahkan lempeng bumi di dasar laut yang ingin memuntahkan materiallumpur-lumpur hitam yang dihantarkan bersama gelombang yang maha dahsyatitu.Begitu tiada berkuasanya manusia untuk mengetahui kapan kematianmengambilnya. Begitu pula aku manusia yang ternyata lemah, menjadi setengahgila karena kematian itu memisahkan aku dari orang yang sangat aku cintai.Namun kematian itu telah mengajarkanku tentang makna ketegaran dan mencobamemberikan arti yang nyata dalam hidupku dan anakku.------------Ku coba membetulkan letak kacamata hitamku, berharap tak ada lagi tetesanairmata yang mengalir. Sejenak aku terdiam, memandang gadis kecilku yangterlihat bingung saat kuberitahu bahwa
weekend 
kali ini kita berziarah ke kuburanayahnya./”Tiara sayang,…di sini papa Tiara dikuburkan, sekarang kita berdoa semoga papaselalu disayang Allah”/ Tiara kecil langsung menengadahkan tangan, walaupun rasaheran masih jelas terlihat dari sorot mata beningnya yang lucu. Aku menyegerakanziarahku kali ini, usai menyiramkan air dan membacakan doa buat suamiku danarwah-arwah korban tsunami yang lainnya. Aku bergegas membawa Tiara, aku takingin dia melihat bahwa aku masih amat terpukul dengan kepergian papanya.Desember, aida. document[Type text]Page 2
 
Short Storyaida_2708@yahoo.comCreative WritingAirmataku sungguh tak dapat terbendung, wajah Tiara yang begitu mirip denganIndra suamiku semakin membuat rindu ini padanya menggebu-gebu hingga keubun-ubunku. Sepanjang perjalanan pulang, bibirku tak semenitpun berhenti untukmemberikan jawaban kepada Tiara yang juga tak pernah berhenti bertanya. Kenapapapa dikubur di situ, kenapa papa pergi ninggalin tiara. Tiara masih berusia 4,5tahun, banyak hal yang ingin dia ketahui, beribu pertanyaan mungkin di kepalanyasaat ini, namun aku selalu mencoba memberikan penjelasan sederhana untuk anakseumuran Tiara.Kulihat Tiara terdiam sama sekali tidak bertanya lagi, aku melirik ke arahnya.Kecerdasan Tiara semakin jelas terlihat saat dia sedang berfikir tentang sesuatu,dengan mimik wajah yang begitu serius, kedua alisnya terlihat mengkerut danhampir menyatu, sesekali bola matanya yang cerdas berkedip-kedip lalu diatersenyum./”Bunda, Papa Tiara pasti orang baik…makanya Allah cepat-cepat bawa papa Tiarake Syurga, karena Allah sayang ama orang yang baik kayak papa Tiara…betul kanBunda??.. kata bu guru kalo orang baik itu masuk syurga Bunda,..”/ aku tak mampumendengarkan lagi celoteh gadis kecilku yang semakin membuat perasaan sedihdan rinduku pada Indra berkecamuk. Sayang,….aku sungguh sangatmerindukanmu”.------------
…………Tiap-tiap ummat mempunyai ajal, apabila telah datang ajal mereka,maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak  pula mendahulukannya (Yunus : 49)
Baru 3 bulan ini kami memilih membeli sebuah rumah kecil di komplek perumahanKajhu di kecamatan Baitussalam Aceh Besar, setelah sebelumnya sempatmengontrak rumah di daerah kota. Biasanya untuk mencari lauk yang segarbukanlah hal yang sulit di sini. Pantai hanya berjarak beberapa ratus meter saja dariperumahan. Sungguh pemandangan yang sangat elok. Selain alasan lebih dekatdengan tempatku bekerja, alasan view juga menjadi pilihan kami memilih komplekperumahan ini.Kehamilanku saat itu memasuki trimester ke 3. Syukurnya selama hamil aku tidakpernah mengalami
morning sickness
seperti ibu hamil pada umumnya. Namun halitu terjadi pada Indra suamiku. Persis seperti wanita yang sedang hamil, pagi-pagiserasa mual dan ingin muntah, belum lagi selalu kepingin ngerujak. Terkadang akutersenyum jika melihat tingkah indra saat menyantap pedas asemnya rujak,matanya akan terpejam dalam hitungan detik, bibirnya akan mengerut saatmengecap rasa asam, bahkan sampai-sampai membuat air liurnya menetes. Akupasti akan tertawa geli jika mengingat saat indah dan aneh itu.Desember, aida. document[Type text]Page 3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...