Sebelum Juni, Kajian SPP Kelar
Senin, 31 Maret 2008 | 09:22 WIBJAKARTA, SENIN - Kementerian Negara BadanUsaha Milik Negara (BUMN) segeramenyerahkan hasil kajian tentang aturankepemilikan tunggal (SPP/Single PresencePolicy) menyangkut bank-bank BUMN kepadaBank Indonesia (BI) sebelum Juni 2008. "Konsepdan kajian SPP untuk bank-bank BUMN akankami serahkan kepada BI paling lambat Juni2008," kata Deputi Meneg BUMNB BidangPerbankan dan Jasa Keuangan, ParikesitSuprapto, di Jakarta, Senin (31/3), seperti dikutipdari Antara. Ia mengatakan, hingga kini pihaknya masihmembahas kajian konsolidasi bank-bank BUMNuntuk memenuhi aturan kepemilikan tunggal yangditetapkan BI.
Inflasi Harus Ditekan di Posisi 5%
Senin, 31 Maret 2008 17:23 WIBReporter : HanumJAKARTA--MI: Kamar Dagang dan Industri(Kadin) Indonesia meminta pemerintah menjagaangka inflasi pada angka 5% per tahun, ataumendekati rata-rata inflasi dunia negara-negaraChina, India, dan Rusia. Potensi terdongkraknyaangka inflasi menjadi 7% per tahun bisamengancam pertumbuhan industri nasional yangsaat ini dipatok 6%."Pengusaha tidak bisa mengambil keputusanyang tepat dan benar saat angka inflasi beradapada tingkat yang tinggi akibat disiplin fiskal yangtidak terkendali," kata Ketua Umum KadinIndonesia MS Hidayat ketika membuka acararapat pimpinan nasional 2008, di Jakarta, Senin(31/3).
Kadin Minta Pemerintah SediakanInfrastruktur Ekonomi Nasional
Senin, 31 Maret 2008 15:37 WIBReporter : Sopia Siregar JAKARTA--MI: Kamar Dagang dan Industri(Kadin) Indonesia, meminta pemerintahmenciptakan situasi infrastruktur nasional yangberkualitas tinggi. Sebab, infrastruktur nasionalmerupakan instrumen bagi masuknya investasi,yang kebutuhannya mencapai Rp1.200 triliun."Infrastruktur menjamin berjalannya ekonominasional yang efisien, mengurangi jarak antar daerah, dan berdampak meningkatkan integrasiekonomi nasional terhadap pasar dunia," ujar Ketua Umum Kadin MS Hidayat, dalampembukaan Rapat Pimpinan Nasional(Rapimnas) 2008 Kadin, di Jakarta, Senin (31/3).
Laba Bersih Indofood 2007 Capai Rp980,36Miliar
Senin, 31 Maret 2008 12:10 WIBJAKARTA--MI: Perusahaan industri produkmakanan Indonesia PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan anak perusahaannya pada 2007 berhasilmembukukan laba bersih konsolidasi Rp980,36miliar, atau meningkat 48,3% dari tahunsebelumnya sebesar Rp661,21 miliar, didorongoleh meningkatnya penjualan perseroan.Laporan keuangan tahunan perseroan yangberakhir 31 Desember 2007 di Jakarta, Senin,menunjukkan penjualan bersih perseroanmeningkat 27,0% menjadi Rp27,86 triliun darisebelumnya Rp21,94 triliun dan laba usahanyanaik 46,8% menjadi Rp2,89 triliun dari tahunsebelumnya Rp1,97 triliun, sehingga marjinusahanya membaik dari 9,0% menjadi 10,4%.
Indosat Proyeksikan Pendapatan Tumbuh 18%
Senin, 31 Maret 2008 17:48 WIBJAKARTA--MI: Operator seluler PT Indosat Tbkmenargetkan pendapatan usaha naik 18%dibanding pencapaian tahun 2007 Rp16,488triliun. Di sisi pendapatan seluler diharapkantumbuh 20% dibandingkan tahun 2007 Rp9,227triliun."Pencapaian pendapatan tersebut akan didorongoleh penggunaan capex (belanja modal) 2008yang 85% nya digunakan untuk pengembanganseluler," ujar Dirut Indosat Johhny Swandi Sjam diJakarta, Senin (31/3).
James Riady garap proyek properti US$1miliar
Senin, 31/03/2008 15:55 WIBJAKARTA: Lippo Group selama tahun ini akanmenggarap sejumlah properti senilai US$1 miliar dengan segmen prioritas kelas atas.James Riady, Chairperson Lippo Group,mengatakan 70% hingga 80% dari ekpspansiproyek senilai US$1 miliar itu ada di wilayahJakarta.
Pemerintah akan fokus pada penyelesaianatas obligor BLBI nonkooperatif
Senin, 31/03/2008 15:51 WIBJAKARTA: Upaya penyelesaian terhadap obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)nonkooperatif akan menjadi fokus utama
Leave a Comment