• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
BAB IPENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG
Kita semua mengetahui bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk.Memiliki keanekaragaman budaya,suku,dan juga kebudayaan.Tetapibagaimnapun juga tetap saja memiliki suatu kesatuan. Oleh sebab itu adanyaPancasila sebagai ideologi bangsa,UUD 45 landasan konstituante sebagai hukum nasional. Sejalan, dengan itusemua tetap saja kita hidup berdampingan dengan apa yang kita sebut sebagaikebiasaan,adat,eriket,atau bisa disebut juga hukum adat,dan segala bentukhukum yang tiak tekstual atau tidak tertulis. Tetapi tidak semua orang memilikipandangan yang sama. Perbedaan tersebut tergantung dari paradigma yang dipegang oleh masing – masing orang.Pertama – tama coba mengerti dan melihat beberapa pengertian dariparadigma itu sendiri:
* Paradigma :
sistem filosofis payung yang melingkupi terbangun olehontologi, epistemologi, dan metodologi tertentu yang tidak begitu saja dapatdipertukarkan anatara satu paradigma dengan paradigma lainnya, sertamempresentasikan beliefe system , ‘dasar’ yang merekatkan si penganut /pemegang/pemakai paradigma tersebut pada worldview tertentu.
 
* Paradigma :
Dalam bahasa Inggris paradigm, dari bahasa yunani “paradeigm, dari para(di samping, di sebelah) dan“dekyani”( memperlihatkan,yang berarti,model,contoh,ideal.). Menurut oxfordEnglish Dictionary, “paradigmatau paradigma adalah conoh atau pola.Akan tetapi di dalam komunitas ilmiah paradigma dipahami sebagai sesuatuyang lebih konseptual&signifikan, meskipun bukan sesuatu yang tabu untukdiperdebatkan. “ordering belief frame work”, begitu dikatakan oleh LiekWilardjo, ketka berbicara tentang paradigma, yaitu suatu kerangkakeyakinan dan komitmen para intelektual
1
.
* Paradigma :
Tidak ditemukan makna teknis apa itu paradigma. Namunsesuai dengan teori yang dikembangkan, paradigma selalu bekaitan denganrevolusi keilmuan. Aktivitas yang terpisah – pisah dan tidak terorganisasiyang mengawali pembentukan suatu ilmu akhirnya menjadi tersusun danterarah pada saat suatu paradigma tunggal telah dianut oleh suatumasyarakat ilmiah.
2
Di sini saya mencantunkan 4 paradigma beasar oleh Guban & Lincoln,
3
Aspek -aspekPOSITIVISMEPOSTPOSITIVISMECRITICALTHEORYKonstruktivisme
ONTOLOGIRelitas,ekstenal,objektif,real&dipahami,generalisasi bebasRealitas eksternalobjektif&real yangmungkin saja dapatdipahami tetapitidakRealitasvirtualyangterbentukoleh faktor Realitasmajemuk&beragam,berdasarkanpengalamansosial
1
Lihat: Liek Wilardjo,
“Asas Keluargaan
”, suara pembaharuan,19 Juni 1998.Dalam bukuRealita dan Desiderata,Duta Wacana University Perss,Yogyakarta,1990,hlm.134.
2
Thomas Khun memuai karir akademis sebagai ahli fisika dan kemudian mengalihkanpada sejarah ilmu.
The structure of scientific revolution
, Chicago Universitypress,Chicago,1970
3
E.G Guba dan Y.S. Lincoin, Competing Paradigms in Qualitative Research, di dalam N.K.Denzin dan Y.S Lincoln,
Handbook of Qualitative Research
,London,Sage 1994.
 
konteks,hukumsebab-akibat,reduksionis&deteministik.sempurna,karnaterbatasnyamekanismeintelektualmanusia,realitasdiuji secara kritisguna dipahamisedekar mungkin.sosial,poilitik,budaya,ekonomi,etnis&gender lalusejalandenganwaktuterkristalisasi&dianggapreal.individual,lokal&spesifik,merupakan“konstruksi”mental/intelektualitasmanusia,bentuk& isiberpulang pada
EPISTEMOLOGI
Penganut/pemegang &objekobservasi /investigasiadalah duaentityindependen,bebas bias,prosedur ketat,temuanberulangberarti benar.Dualisme surut danobjektivitas menjadikriteria penentu;eksternalobjektivitas:kesesuaian enganpengetahuan yangada dan komunitasilmiah kritis, temuanberulang berartibarng kali benar.Penganut/pemegang&objekobservasiinvestigasiterkaitsecarainteraktif temuan dimediasioleh nilaiyangdipegangsemuapihakterkait, fusiantaraontologidanepistemoloPenganut ataupemegang danobjek observasiinvestigasi terkaitsecara interaktif.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...