Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
175Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kebijaka investasi dalam hal pembangunan ekonomi (writing)

Kebijaka investasi dalam hal pembangunan ekonomi (writing)

Ratings:

4.93

(85)
|Views: 66,017|Likes:
Published by dinoroy aritonang
Tulisan mengenai kebijakan investasi lebi di dasarkan pada 3 hal yaitu perbaikan kelembagaan pusat/daerah, luas pasar dan potensinya, dan pengaruh kebijakan di daerah dan pusat untuk mendongkrak potensi ekonomi suatu wilayah.
Tulisan mengenai kebijakan investasi lebi di dasarkan pada 3 hal yaitu perbaikan kelembagaan pusat/daerah, luas pasar dan potensinya, dan pengaruh kebijakan di daerah dan pusat untuk mendongkrak potensi ekonomi suatu wilayah.

More info:

Published by: dinoroy aritonang on Apr 01, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/15/2013

pdf

text

original

 
KEBIJAKAN INVESTASISEBAGAI BAGIAN PEMBANGUNAN EKONOMI
Oleh : Dinoroy Aritonang
 Abstract 
Economy Development has become a leverage point to realize the prosperity for a country. This will be an unseparated factor to decide on the government  programmes in every year. One of the Government’s Policy related to the goals isabout investment stipulated in Presidential Instruction Number 3 Year 2006. Thereare five main programmes enacted in, those are general affairs, taxes, leases,Labours, and small medium entreuprises. Apparently, a lot of problems emergewhen government is tringy to implement the policy. The Implementation processcan not run through an effective way because many obstacles hinder the process.Bureaucracy is one of the urgent problems to be overcome. Particularly, Thishappens in both national and local government. Strengthening the Institutionalcapacity is a must for national government as main doer in awakening theslumbering potency. But, It’s quite different for the local. At least, there are three points of the whole problems to be fixed immediately, among other things arelocal infrastructures, synchronization and Infrastructuring regulations, and localbureaucracy refrom.
A.PENDAHULUAN
Pertumbuhan ekonomi adalah bagian penting daripembangunan sebuah negara, bahkan bisa dikatakan sebagai salahsatu indikator penting untuk menjelaskan bahwa suatu negara itumampu secara finansial atau sejahtera. Keberhasilan tidak akanterlihat tanpa adanya hasil riil berupa pertumbuhan dari sesuatuyang dibangun oleh pemerintah di bidang ekonomi, begitu jugatanpa pertumbuhan ekonomi maka pembangunan suatu negaratidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Pada kondisi ini,pertumbuhan ditandai dengan masuknya dana kedalam sistemekonomi suatu negara.Begitu juga dengan pengalaman Indonesia dalam beberapatahun belakangan ini sesudah terjadinya masa krisis ekonomi padatahun 1998. Kondisi tersebut bukan hanya merusak sistem ekonomiyang terbangun selama dekade sebelumnya tetapi juga aspek lainseperti politik, hukum, dan pemerintahan. Kita dihadapkan padabanyak pilihan yang sebenarnya tidak mengijinkan kita memilih ataskehendak dan keinginan sendiri. Kondisi ini menandakan bahwaposisi tawar kita tidak menguntungkan baik secara internal maupuneksternal. Secara sederhana, Indonesia memerlukan dan dandukungan finansial yang besar untuk bisa membangun kembali apayang sudah hancur dan mempertahankan yang masih ada.Sejumlah pemikiran untuk perbaikan pun sudah digulirkan,sampai akhirnya pemerintah mengambil pilihan untuk memberikansebagian hak dan wewenang tersebut kepada lembaga-lembagafinansial internasional dan sejumlah negara lain. Sebenarnya apayang dibutuhkan? Sederhana, Indonesia memerlukan ‘dana barudalam bentuk investasi. Mengapa harus investasi? Karena secaraperhitungan ekonomi saat itu Indonesia tidak mempunyai
‘saving’ 
1
 
atau tabungan untuk meredam gejolak ekonomi saat itu. Olehkarena itu, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan bantuanlembaga finansial internasional dan mengundang sejumlah investoruntuk mulai menanamkan modalnya di Indonesia.Lantas, bila sejumlah dana sudah bisa ditarik masuk ke dalamdan kepercayaan terhadap kondisi ekonomi Indonesia sudah pulih,apakah hal itu sudah menjadi bukti bahwa kita sudah berada padalevel yang aman? atau apakah status sebagai negaramiskin/terbelakang sudah lepas dari kita? ternyata tidak demikian,karena sejumlah konsep mengatakan bahwa kesejahteraan sebuahnegara tidak bisa hanya diukur dengan jumlah dana yang terserap,peningkatan GDP, atau kurs mata uang yang menguat, tetapiperubahan kehidupan masyarakatnya. Hal ini pun tidak bisadinafikan.Begitu pentingnya peran dan dukungan dari investasi terhadapkelanjutan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesiasangat disadari betul oleh pemerintah. Sebab sejumlah proyekinfrastruktur membutuhkan dukungan dana yang besar, bukanhanya infrastruktur ekonomi tetapi juga infrastruktur bidang sosialdan kehidupan masyarakat. Peran serta dan dukungan non materiilpun dibutuhkan, di semua level pemerintahan pusat dan daerah,serta di semua level masyarakat kota dan pedesaan.Permasalahan yang muncul kemudian adalah perubahan danperbaikan tidak hanya bisa digantungkan pada besarnya dana yangmasuk tetapi juga kesiapan/kualitas internal. Peran pemerintah baikpusat maupun daerah sangat penting, ‘nilai jual’ daerah terhadapinvestor sangat ditentukan oleh kondisi daerah dan nasional. Kondisiyang dimaksud adalah kualitas SDM pemerintah, manajemenpelayanan, kualitas masyarakat, fasilitas dan kemudahan yangdiberikan, serta stabilitas politik dan penegakan hukum. Sinkronisasiarah dan kehendak dari pemerintah pusat dan daerah pun mutlakdiperlukan. Daerah dengan wewenang dan keinginannya pun tidakbisa dikesampingkan begitu saja, sebaliknya peran pemerintahpusat pun sebagai koordinasi sentral pun perlu ditegaskan kembali.Berdasarkan hal-hal diatas perlu kiranya untuk menyimakkembali kondisi kebijakan investasi yang dijalankan oleh pemerintahselama ini, berkaitan dengan tujuan perbaikan dan perubahanperekonomian Indonesia beserta sejumlah permasalahan yangmengikutinya.
Konsep dan Tujuan Pembangunan Secara Umum
Arah dan tujuan suatu negara tidak bisa dilepaskan dari konseppembangunan yang dirancangnya. Istilah pembangunan tetap danmasih akan menjadi aspek penting dalam merancang setiapkebijakan pemerintah. Konsep pembangunan yang dirancangsetidaknya bukan hanya menonjolkan keberhasilan ekonomi sebagaifaktor yang dominan tetapi juga memasukkan faktor lain yang tidakbisa diabaikan. Faktor-faktor yang mendukung tersebut berupaperbaikan pada bidang pendidikan, pengurangan tingkat2
 
kemiskinan, tingkat kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, sertamasih banyak faktor lain.Mudrajad Kuncoro setidaknya menjelaskan hal diatas sebagaiapa yang disebut
‘indikator kunci pembangunan’.
Selain itu pulaproses pembangunan yang dijalankan bukan hanya dilihat dari segifisik
(physical result)
tetapi juga harus membawa sejumlahperubahan
(growth with change)
yang sifatnya non material.Setidaknya ada 3 perubahan yang perlu terjadi dalam prosespembangunan, yaitu perubahan struktur ekonomi (misalnya daripertanian kepada industri lalu ke bidang jasa), perubahankelembagaan (misalnya reformasi birokrasi dan SDM), danperubahan kenaikan pendapatan perkapita (GNP riil dibagi jumlahpenduduk).Indikator kunci yang dimaksud di atas adalah indikator ekonomidan indikator sosial. Beberapa variabel yang masuk dalam indikatorekonomi antara lain GNP perkapita dan laju pertumbuhan ekonomi,sedangkan variabel dalam indikator social antara lain
HumanDevelopment Index 
dan
(Physical Quality Life Index)
Indeks Mutuhidup Bahkan indicator-indikator ini digunakan sebagai acuanterhadap pengelompokkan Negara tersebut dalam kaitannyadengan sistem ekonomi global.
1
Namun kenyataan yang terjadi tidak bisa disederhanakandengan hanya mengandalkan kedua indikator tersebut, sebabsebenarnya proses pembangunan yang berjalan bersifat kompleks.Ada sejumlah permasalahan baru dan laten yang tidak bisadiselesaikan begitu saja, bahkan untuk memetakanpermasalahannya juga cukup sulit. Permasalahan tersebut bisaberasal dari pemerintah sendiri sebagai pelaksana dan penggagaspembangunan, juga dari sector swasta atau masyarakat sendiri.Bahkan dipercaya bahwa pembangunan sudah gagal untuk bisamenjadi jawaban dalam memperbaiki permasalahan-permasalahanlaten seperti kemiskinan dan keterbelakangan.Dikatakan bahwa pertumbuhan (pembangunan) semata tidakbanyak menyelesaikan persoalan dan kadang-kadang mempunyaiakibat yang tidak menguntungkan. BahkanTodaro mengatakanbahwa pembangunan adalah proses multidimensi yang mencakupperubahan-perubahan penting dalam struktur social, sikap-sikaprakyat dan lembaga-lembaga nasional, dan juga akselerasipertumbuhan ekonomi, pengurangan kesenjangan
(inequality)
danpemberantasan kemiskinan absolut (Bryant,1989). Dapatdimengerti bahwa pembangunan bukanlah konsep statis melainkandinamis dan merupakan proses tiada akhir.Bila kita berkaca dari hal diatas, maka apa yang dialami olehIndonesia tidak jauh berbeda. Isu-isu yang diangkat seputarpembangunan yang dijalankan adalah pengentasan kemiskinan,peningkatan daya beli dan pendapatan masyarakat, penurunan
1
Pengelompokkan tersebut dikenal dengan penyebutan Negara maju, Negarasedang berkembang dan Negara miskin. Walaupun pengertian dan penyebutantersebut beragam dalam mengalami perubahan makna dan relevansinya saat ini.
3

Activity (175)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
angg26 liked this
Zay Theclass liked this
Zay Theclass liked this
andosstt liked this
Odhet Arkam liked this
Si Iphe Markophe liked this
Yan Wale liked this
Lily Susanti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->