Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Working Paper 1 - 2007 - Kapal Perang - Versi Indonesia

Working Paper 1 - 2007 - Kapal Perang - Versi Indonesia

Ratings: (0)|Views: 642 |Likes:
Published by infid
Working Paper 1 - 2007 - Kapal Perang - Versi Indonesia
Working Paper 1 - 2007 - Kapal Perang - Versi Indonesia

More info:

Published by: infid on Dec 16, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

 
INTERNATIONAL NGO FORUM ON INDONESIAN DEVELOPMENT
 TOWARDS ALTERNATIVES FOR DEBT SOLUTION
with UN special consultative status on ecosoc
BERLAYAR DALAM PUSARAN GELOMBANG MASALAH:
Studi Kasus
Odious Debt 
untuk Pembelian Kapal Perang Bekas Jerman,yang Melibatkan Perusahaan Jerman dan Kroninya di Indonesia
Working Paper No. 1, 2007
George Junus Aditjondro
 
1
BERLAYAR DALAM PUSARAN GELOMBANG MASALAH:
 
Studi Kasus
Odious Debt
untuk Pembelian Kapal Perang Bekas Jerman,yang Melibatkan Perusahaan Jerman dan Kroninya di IndonesiaGeorge Junus Aditjondro
 
Working Paper No.1, 2007
 
 
2
PENGANTAR
Kekhawatiran terhadap utang yang tiada akhir dari banyak negara dunia ketiga telah mendorongpemerintah dan organisasi non-pemerintah -- termasuk organisasi keagamaan, kelompok lingkungan hidup dan kelompok anti-globalisasi -- untuk menolak utang yang tidak bergunabagi – atau bahkan menyengsarakan -- penduduk dari negara-negara yang memiliki utang. Darikeprihatinan ini, muncul beberapa konsep tentang utang yang tidak adil dimana pengembalianutang seharusnya tidak dibebankan pada rakyat dari negara dimana utang tersebut pada awalnyaada karena pemerintahnya sendiri. Dari konsep-konsep tersebut, utang yang tidak sah atau
illegitimate debt 
” (Hanlon 2002; Eurodad 2006, 2007) dan utang haram atau “
odious debt 
(Adams 2004) adalah dua konsep yang paling populer.
ODIOUS DEBT 
Doktrin
Odious Debt 
mempunyai sejarah yang panjang karena prinsip-prinsipnya telah dikenalluas di Perancis, Rusia, Jerman, dan Amerika Serikat pada peralihan abad ke 19-20. Setelahperang Spanyol-Amerika pada tahun 1898, Amerika Serikat menolak utang Kuba pada Spanyol.Dengan mengatakan bahwa “utang tersebut dibebankan pada rakyat Kuba tanpa persetujuanmereka dan dengan kekerasan,” komisioner Amerika Serikat untuk perundingan perdamaianberpendapat bahwa sebagian besar pinjaman tersebut dirancang untuk menumpas upayapenduduk Kuba dalam pemberontakan mereka melawan penjajahan Spanyol, dan dibelanjakandengan cara yang bertentangan dengan kepentingan rakyat. “Utang tersebut diciptakan olehPemerintah Spanyol untuk kepentingannya sendiri dan melalui agen mereka sendiri, dimanaKuba tidak mempunyai hak suara atas keberadaan utang tersebut” (Adams 2004: 2-3).Sehingga, seperti yang diyakini oleh pihak perunding AS, utang tersebut tidak dapat dianggapsebagai utang domestik Kuba dan juga tidak bersifat mengikat terhadap pemerintahan pengganti.Mengenai pemberi pinjaman, perunding AS berpendapat: “Pihak kreditor dari awal mengambilresiko dalam melakukan investasi. Komitmen terhadap utang nasional tersebut, sementara padasatu sisi menunjukkan sifat nasional dari utang tersebut, di sisi yang lain menandakan resikomembahayakan yang melekat pada utang tersebut sejak awal, dan masih terus melekat” (Adams2004: 3).Seperti yang dikemukakan oleh Patricia Adams, perselisihan atas “utang Kuba” ini menjadi salahsatu dari kasus penolakan utang yang kontroversial – penolakan yang bukan disebabkan karenautang tersebut memberi beban yang terlalu berat bagi pemerintah penerus, tapi karena pihak yangtidak sah menciptakan utang tersebut untuk tujuan yang juga tidak sah. Utang seperti ini dalamhukum dikenal sebagai “odious debt” atau utang haram (
idem
).Dalam kurun waktu hanya seperempat abad kemudian, doktrin hukum dari
odious debt 
 dikembangkan oleh Alexander Nahum Sack, guru besar hukum di Paris dan mantan menteri padapemerintahan Tsar di Rusia. Ketika wilayah kolonial menjadi bangsa yang independen dankoloni berpindah tangan, ketika monarki digantikan oleh republik dan rezim militer digantikanoleh pemerintahan sipil, dengan perbatasan yang senantiasa berubah di seluruh dunia, danmunculnya ideologi baru dari sosialisme, komunisme, dan fasisme yang merobohkan tatananlama, Sack mengembangkan suatu teori utang yang menangani masalah nyata yang disebabkan

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Harwis Pilomonu liked this
Bakhtiyar Sierad liked this
infid liked this
rifmaghulam liked this
WaOne Hendrik liked this
putubida liked this
vnuzday liked this
putrasemesta liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->