Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
57Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teknologi Pengolahan Susu

Teknologi Pengolahan Susu

Ratings: (0)|Views: 9,056|Likes:
Published by cu_roet

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: cu_roet on Dec 17, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/06/2013

pdf

text

original

 
TEKNOLOGI PENGOLAHAN SUSU DAN HASIL IKUTAN TERNAKENIZA SALEHProgram Studi Produksi TernakFakultas PertanianUniversitas Sumatera UtaraI. PENDAHULUAN
Susu segar merupakan bahan makanan yang bergizi tinggi karenamengandung zat-zat makanan yang lengkap dan seimbang seperti protein,lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh manusia.Nilai gizinya yang tinggi juga menyebabkan susu merupakan medium yangsangat disukai oleh mikrooganisme untuk pertumbuhan dan perkembangannyasehingga dalam waktu yang sangat singkat susu menjadi tidak layak dikonsumsibila tidak ditangani secara benar.Mikroorganisme yang berkembang didalam susu selain menyebabkan susumenjadi rusak juga membahayakan kesehatan masyarakat sebagai konsumenakhir. Disamping itu penanganan susu yang benar juga dapat menyebabkan dayasimpan susu menjadi singkat, harga jual murah yang pada akhirnya juga akanmempengaruhi pendapatan peternak sebagai produsen susu.Kerusakan pada susu disebabkan oleh terbentuknya asam laktat sebagaihasil fermentasi laktosa oleh koli. Fermentasi oleh bakteri ini akan menyebabkanaroma susu menjadi berubah dan tidak disukai oleh konsumen. Untukmeminimalkan kontaminasi oleh mikroorganisme dan menghambat pertumbuhanbakteri pada susu agar dapat disimpan lebih lama maka penanganan sesudahpemerahan hendaknya menjadi perhatian utama peternak.Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mencegah kerusakan padasusu adalah dengan cara pemanasan (
pasteurisasi)
baik dengan suhu tinggimaupun suhu rendah yang dapat diterapkan pada peternak. Dengan pemanasanini diharapkan akan dapat membunuh bakteri patogen yang membahayakankesehatan manusia dan meminimalisasi perkembangan bakteri lain, baik selamapemanasan maupun pada saat penyimpanan.Proses pengolahan susu bertujuan untuk memperoleh susu yang beranekaragam, berkualitas tinggi, berkadar gizi tinggi, tahan simpan, mempermudahpemasaran dan transportasi, sekaligus meningkatkan nilai tukar dan daya gunabahan mentahnya. Proses pengolahan susu selalu berkembang sejalan denganberkembangnya ilmu dibidang tekologi pangan. Dengan demikian semakin lamaakan semakin banyak jenis produk susu yang dikenal. Hal ini sangatmenggembirakan dan merupakan langkah yang sangat tepat untuk mengimbangilaju permintaan pasar.Banyak jenis bahan makanan yang dapat dibuat dari bahan baku susu.Antara lain jenis produk susu yang sudah dikenal dikalangan masyarakat adalahes krim, susu bubuk, susu kental, mentega, yoghurt yang dihasilkan melaluiproses homogenisasi, sterilisasi, pasteurisasi dan fermentasi.Penyebaran produksi susu akan lebih mempercepat perbaikan gizimasyarakat. Telah tersedianya listrik hingga pelosok desa akan menopangpenggunaan pengolahan susu pasteurisasi. Teknologi pengolahan susu yangtelah dikenal rakyat seperti pengolahan dadih dan danke di Sumatera Barat dan
©2004 Digitized by USU digital library
1
 
Sulawesi Selatan dapat mempercepat dan merupakan cikal bakal diversifikasipenggunaan susu.Diversifikasi air susu sapi ini bisa dikelola secara
home industry
maupunsecara besar-besaran, dan sudah barang tentu untuk yang kedua ini diperlukanperalatan yang serba praktis dan modern, agar diperoleh hasil yang maksimal.Tetapi untuk keperluan keluarga kecil cukup dengan alat sederhana yang alat-alatnya bisa diperoleh disekeliling kita dengan harga murah, sepertidiperlukannya es batu dan beberapa kotak dari aluminium yang berfungsisebagai tempatnya.
II. PENANGANAN AIR SUSU
Penanganan susu segar sangat diperlukan untuk memperlambatpenurunan kualitas susu atau memperpanjang massa simpan susu. Didalampenanganan air susu dituntut keterampilan dalam hal:a.
 
Penanganan kandang dan kamar air susuJangan biarkan air susu terlalu lama di daerah kandang pemerahan, dan jangan simpan air susu pada ruang/kamar air susu yang berbau atau barudicat.b.
 
Pengaturan ransum sapi yang sedang laktasiHendaknya makan yang diberikan kepada sapi sedang berlaktasi janganberbau, oleh karena bau dari makanan akan diserap air susu melaluiperedaran darah.c.
 
Teknis pemerahanBaik tukang perah maupun alat-alat perah misalnya ember, bus, saringanhendaknya bebas dari kuman. Untuk alat-alat perah dicuci dengandesinfektan, kemudian dibilas dengan air sebersih mungkin dan dijemur.Perlakuan terhadap ambing mendapat perhatian khusus. Ambingberfungsi sebagai mesin memproduksi air susu. Bila terjadi kelainan makaproduksi dapat terganggu.d.
 
Pasca panenYang diartikan pasca panen ialah perawatan/penanganan air susu setelahdiperah hingga air susu dikonsumsi oleh konsumen. Hal ini meliputi
processing, storage
,
pachage
, transportasi dan pemasaran. Setiap fasepenanganan diatas dengan mudah mengalami penurunan mutu dan jumlah.
Penanganan Susu Hasil Pemerahan
Cara penanganan air susu sesudah pemerahan adalah sebagai berikut:1.
 
Air susu hasil pemerahan harus segera dikeluarkan dari kandang untukmenjaga jangan sampai susu tersebut berbau sapi atau kandang.Keadaan ini penting terutama jika keadaan ventilasi kandang tidak baik.2.
 
Air susu tersebut disaring dengan saringan yang terbuat dari kapas ataukain putih dan bersih, susu tersebut disaring langsung dalam
milk can.
Segera setalah selesai penyaringan
milk can
tersebut ditutup rapat. Kainpenyaring harus dicuci bersih dan digodok kemudian dijemur. Bila kainpenyaring tersebut hendak dipakai kembali sebaiknya disetrika terlebihdahulu.3.
 
Tanpa menghiraukan banyaknya kuman yang telah ada, air susu perludidinginkan secepat mungkin sesudah pemerahan dan penyaringan
©2004 Digitized by USU digital library
2
 
sekurang-kurangnya pada suhu 4
o
C–7
o
C selama 2 atau 3 jam. Hal inidilakukan untuk mencegah berkembangnya kuman yang terdapat didalamair susu.bila tidak mempunyai alat pendingin maka pendinginan tersebutdilakukan dengan menggunakan balok es, dalam hal ini
milk can
yangtelah berisi susu dimasukkan kedalam bak yang berisi es balok danditutup rapat.Jika peternakan tidak mempunyai alat pendingin, susu harus dibawa ke
cooling unit
atau KUD yang mempunyai alat pendingin dalam waktu tidak lebihdari 2,5 jam sesudah pemerahan. Bila tidak dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam maka dianjurkan menambahkan H
2
O
2
(Hidrogen Peroksida) dengankepekatan 35% sebanyak 2 cc untuk setiap liter air susu. Dengan perlakuandemikian air susu dapat tahan selama 24 jam di daerah tropis.Tanpa perlakuan penanganan, susu tidak dapat disimpan lebih dari 12 jam. Berdasarkan uji reduktase, penambahan H
2
O
2
0,06%, air susu dapatdisimpan selama 48 jam, sedangkan berdasarkan uji alkohol, susu dapatdisimpan selama 24 jam. Susu masak dan susu kukus dapat disimpan selama 24 jam berdasarkan uji reduktase dan 12 jam berdasarkan uji alkohol (Ernawati,
etal
., 1986).Ernawati (1991) menyatakan hasil penelitiannya tentang pengaruh tatalaksanan pemerahan terhadap kualitas susu kambing, sebagai berikut: Tatalaksana pemerahan yang baik akan menghasilkan susu dengan jumlahmikroorganisme yang lebih sedikit (3,86%) dibandingkan dengan tata laksanayang kurang baik. Selain itu dikatakan bahwa tata laksana pemerahan tidakberpengaruh terhadap komposisi, keasaman dan pH susu kambing.
III. PRODUK SUSU DAN HASIL IKUTAN TERNAK
Berbagai produk berasal dari susu telah banyak dipasarkan dandikonsumsi sebagai sumber gizi prima. Tabel 1. berikut menunjukkan produk-produk susu yang umum kini tersedia bagi para konsumen
 
(Blakely, J. dan D.H.Bade, 1991).Tabel 1. Produk-produk susuProduk Susu Cair Produk PadatSusu homogenisasi(lemak > 3,25%)Susu lemak rendah (lemak 1 atau 2%)Susu skim (lemak < lemak 0,5%)Half and half (lemak 10,5%)Whipping cream (lemak 32%)Produk susu dengan aroma susu coklat(lemak 3,25%)Minuman coklat (lemak <3,25%)Eggnog (lemak 6%)Produk susu fermentasiButtermilkYoghurtSour creamSour half and half 
 
Susu skim kering
 
Mentega
 
Keju
-
 
Cheddar (Colby, MontereyJ.)
-
 
Swiss
-
 
Italia
-
 
Brick
-
 
Limburger
-
 
Blue
-
 
Cottage
 
Dessert Beku- Es krim (lemak> 10%)
-
 
Sherberts
-
 
Susu es (2-7%)
©2004 Digitized by USU digital library
3

Activity (57)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Putroe2 liked this
Nurifa Handayani liked this
Ila Louly liked this
Edi Putra liked this
Witarsa liked this
Ahmad Farid liked this
Hamizah Halim liked this
Fitria Mardella liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->