2.1. Definisi Kemiskinan
Bank Dunia mendefinisikan kemiskinan yaitu kondisi terjadinya kekurangan pada taraf hidup manusia yang bisa berupa fisik dan sosial. Kekurangan fisik adalah ketidakcukupan kebutuhan dasar materi dan biologis(
basic material and biological needs
), termasuk kekurangan nutrisi, kesehatan, pendidikan, dan perumahan.Ketidakcukupan sosial adalah adanya resiko kehidupan, kondisi ketergantungan, ketidakberdayaan, dankepercayaan diri yang kurang. Peraih Nobel Ekonomi 1998 Amartya Sen mengatakan kemiskinan adalahkegagalan memenuhi kapabilitas minimum tertentu (
poverty is the failure to have certain minimumcapabilities)
.Kapabilitas melekat pada kemampuan yang ada pada diri si miskin sendiri, dan dapat ditingkatkan denganupaya yang sistematik. Makanya penanggulangan kemiskinan tidak semata-mata memenuhi kebutuhan dasar material, tetapi bagaimana mengatasi ketidakcukupan pelayanan pendidikan, kesehatan, hingga kepuasan psikologis dan keberdayaan untuk menopang hidup diri sendiri, lepas dari ketergantungan terus menerus pada pihak lain.Kemiskinan menurut Todaro (2003) dapat dikategorikan ke dalam kemiskinan alamiah dan kemiskinanstruktural. Kemiskinan alamiah adalah kondisi di mana kemiskinan terjadi akibat faktor-faktor biologis, psikologis dan sosial (malas, kurang trampil, kurang kemampuan intelektual, lemah fisik, dll). Lingkunganfisik membuat orang sulit melakukan usaha atau bekerja. Sedangkan, kemiskinan struktural terkait denganketidakadilan dalam perbandingan nilai pertukaran (
terms of trade
) antara nilai barang dan jasa yangdihasilkan dan dijual oleh penduduk miskin dibandingkan dengan nilai barang dan jasa yang harusdibelinya; ketidakadilan dalam pembayaran jasa-jasa pekerja (upah yang rendah dan eskploitasi pekerja);dan, pengenaan pungutan yang memberatkan dan relatif memeras penduduk miskin.
“The poorest of the poor . . . will remain . . . outside the reach of normal trade and communication. Thecombination of malnutrition, illiteracy, disease, high birth rates, underemployment and low income closesoff the avenues of escape.”
(Brandt Commission: 1980 p. 49)
1)
"Poverty is defined relative to the standards of living in a society at a specific time. People live in povertywhen they are denied an income sufficient for their material needs and when these circumstances excludethem from taking part in activities which are an accepted part of daily life in that society."
(Scottish Poverty Information Unit: 2008).
2)
Barker (1995) mengatakan bahwa tidak ada definisi pasti dan bersama tentang kemiskinan yang digunakanoleh semua negara. Kemiskinan dapat dikategorikan sebagai kerugian materi dalam sebuah perekonomiansuatu negara. Secara umum, kemiskinan didefinisikan sebagai keadaan tempat tinggal yang buruk ataukekurangan uang, atau berarti hanya cukup untuk menyambung hidup
(subsistence)
(Barker: 1995).Menurut Bank Dunia, ukuran yang biasa digunakan untuk mengukur tingkat kemiskinan adalah berdasarkantingkat pendapatan. Seseorang dapat dikatakan miskin apabila pendapatannya berada dibawah tingkatminimum untuk memenuhi kebutuhan dasar. Tingkat upah minimum ini yang biasa disebut dengan “gariskemiskinan”. Sedangkan ukuran kepuasan kebutuhan dasar berbeda-beda sesuai dengan waktu dan kondisimasyarakat. Sehingga, batas yang disebut garis kemiskinan juga berbeda-beda sesuai waktu dan tempat, dansetiap negara menggunakan batas yang disesuaikan dengan tingkat pembangunan, norma-norma sosial dannilai.
(World Bank Organisation)Terdapat tiga ukuran dasar untuk mendefinisikan kemiskinan: yang pertama adalah
absolute poverty
, yangkedua yakni
relative poverty
, dan yang ketiga yaitu
social exclusion
. Kemiskinan absolut didefinisikansebagai keadaan tidak cukup sumber daya untuk menjaga keberlangsungan hidup. Kemiskinan relatif mendefinisikan pendapatan atau sumber daya yang dimiliki dibandingkan dengan rata-rata pendapatan.Sedangkan
social exclusion
adalah ukuran baru yang diperkenalkan pemerintah Scotlandia yaknimenggambarkan keadaan dimana ketika individu atau daerah menderita permasalahan yang saling terkaitseperti pengangguran, kekurangan tenaga terampil, pendapatan yang rendah, tempat tinggal yang buruk,kriminalitas yang cukup tinggi, kesehatan yang buruk dan gangguan rumah tangga. (The House of Commons Scottish Affairs Committee)