Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
80Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teori Konvergensi Dan Pertumbuhan Ekonomi - Farlian s. Nugroho

Teori Konvergensi Dan Pertumbuhan Ekonomi - Farlian s. Nugroho

Ratings:

3.0

(1)
|Views: 4,967 |Likes:
Published by Farlian S. Nugroho

More info:

Published by: Farlian S. Nugroho on Dec 17, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2013

pdf

text

original

 
BAB IITINJAUAN PUSTAKA
Kemiskinan merupakan permasalahan utama yang dihadapi hampir seluruh negara berkembang di dunia.Kemiskinan merupakan fenomena yang kompleks dan bersifat multidimensi. Menurut Ahmadi (2006)Kemiskinan dapat dipengaruhi oleh luasnya wilayah suatu negara sehingga menciptakan karateristikemiskinan yang berbeda. Oleh karena itu dibutuhkan strategi pengentasan kemiskinan yang berbeda pula pada tiap-tiap region. Kantong-kantong kemiskinan pada umumnya berada pada wilayah perdesaan dandaerah-daerah terisolir yang memiliki keterbatasan aksesbilitas, tinggal secara terpencar-pencar, padaumumnya memiliki keterbatasan modal, produksi dan pemasaran, kelompok usia produktif didominasidengan rendahnya tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan, dengan produktifitas dan enterpreunership yangrendah pula, serta memiliki daya saing yang lemah terutama dalam merebut peluang usaha, mengisi peluangkerja dan memasarkan hasil produksi (Kompas, Maret 2009). Upaya pengentasan kemiskinan yang selamaini dilakukan lebih bersifat spasial atau pendekatan sektoral tidak memberikan hasil yang optimal,sedangkan tindakan di lapangan cenderung tidak konsisten, kurang berpihak dan tidak sesuai dengankemampuan rill masyarakat.Masalah kemiskinan merupakan masalah yang bersifat multisektoral yang harus menjadi tanggung jawabsemua pihak baik mulai dari tingkat pusat sampai pada individu masyarakat. Usaha dalam upaya penanggulangan kemiskinan telah banyak dilakukan oleh pemerintah. Perhatian serius kepada keluargamiskin terlihat dengan kebijakan-kebijakan aktifitas yang dilakukan oleh pemerintah yang sasarannya adalahkeluarga miskin. Masalah kemiskinan hanya dapat dituntaskan apabila pemerintah melakukan kebijakanyang serius dan memihak kepada keluarga miskin. Namun seringkali kebijakan yang dibuat justru kurangmemihak keluarga miskin, akibatnya kebijakan yang ada semakin memperburuk kondisi keluarga miskin bahkan menyebabkan seseorang yang tidak miskin menjadi miskin (Tempo, Agustus 2009),. Oleh karenaitu, usaha penanggulangan kemiskinan haruslah memiliki perencanaan, penetapan kebijakan dan strategiserta arah yang jelas dalam penanganannya dan didukung dengan program dan kegiatan yang tepat sasaranyaitu keluarga miskin.Amartya Sen (1998) dalam Bloom dan Canning (2001) mengatakan bahwa seseorang dikatakan miskin bilamengalami
"capability deprivation" 
dimana seseorang tersebut mengalami kekurangan kebebasan yangsubstantif. Menurut Bloom dan Canning, kebebasan substantif ini memiliki dua sisi: kesempatan dan rasaaman. Kesempatan membutuhkan pendidikan dan keamanan membutuhkan kesehatan.Menurut Sharp et al. (2000), Kemiskinan bersumber dari hal di bawah ini, yaitu:1.Rendahnya kualitas angkatan kerja.Salah satu penyebab terjadinya kemiskinan adalah karena rendahnya kualitas angkatan kerja. Kualitasangkatan kerja ini bisa dilihat dari angka buta huruf. Sebagai contoh Amerika Serikat hanya mempunyaiangka buta huruf sebesar 1%, dibandingkan dengan Ethiopia yang mempunyai angka diatas 50%.2.Akses yang sulit terhadap kepemilikan modal.Kepemilikan modal yang sedikit serta rasio antara modal dan tenaga kerja (
capital-to-labor ratios
)menghasilkan produktivitas yang rendah yang pada akhirnya menjadi faktor penyebab kemiskinan.3.Rendahnya tingkat penguasaan teknologi. Negara-negara dengan penguasaan teknologi yang rendah mempunyai tingkat produktivitas yang rendah pula. Tingkat produktivitas yang rendah menyebabkan terjadinya pengangguran. Hal ini disebabkanoleh kegagalan dalam mengadaptasi teknik produksi yang lebih modern. Ukuran tingkat penguasaanteknologi yang rendah salah satunya bisa dilihat dari penggunaaan alat-alat produksi yang masih bersifat tradisional.4.Penggunaan sumber daya yang tidak efisien. Negara miskin sumber daya yang tersedia tidak dipergunakan secara penuh dan efisien. Pada tingkatrumah tangga penggunaan sumber daya biasanya masih bersifat tradisional yang menyebabkanterjadinya inefisiensi.5.Pertumbuhan penduduk yang tinggi.Menurut teori Malthus jumlah penduduk berkembang sesuai deret ukur sedangkan produksi bahan pangan berkembang sesuai deret hitung. Hal ini mengakibatkan kelebihan penduduk dan kekurangan bahan pangan. Kekurangan bahan pangan merupakan salah satu indikasi terjadinya kemiskinan.
 
2.1. Definisi Kemiskinan
Bank Dunia mendefinisikan kemiskinan yaitu kondisi terjadinya kekurangan pada taraf hidup manusia yang bisa berupa fisik dan sosial. Kekurangan fisik adalah ketidakcukupan kebutuhan dasar materi dan biologis(
basic material and biological needs
), termasuk kekurangan nutrisi, kesehatan, pendidikan, dan perumahan.Ketidakcukupan sosial adalah adanya resiko kehidupan, kondisi ketergantungan, ketidakberdayaan, dankepercayaan diri yang kurang. Peraih Nobel Ekonomi 1998 Amartya Sen mengatakan kemiskinan adalahkegagalan memenuhi kapabilitas minimum tertentu (
 poverty is the failure to have certain minimumcapabilities)
.Kapabilitas melekat pada kemampuan yang ada pada diri si miskin sendiri, dan dapat ditingkatkan denganupaya yang sistematik. Makanya penanggulangan kemiskinan tidak semata-mata memenuhi kebutuhan dasar material, tetapi bagaimana mengatasi ketidakcukupan pelayanan pendidikan, kesehatan, hingga kepuasan psikologis dan keberdayaan untuk menopang hidup diri sendiri, lepas dari ketergantungan terus menerus pada pihak lain.Kemiskinan menurut Todaro (2003) dapat dikategorikan ke dalam kemiskinan alamiah dan kemiskinanstruktural. Kemiskinan alamiah adalah kondisi di mana kemiskinan terjadi akibat faktor-faktor biologis, psikologis dan sosial (malas, kurang trampil, kurang kemampuan intelektual, lemah fisik, dll). Lingkunganfisik membuat orang sulit melakukan usaha atau bekerja. Sedangkan, kemiskinan struktural terkait denganketidakadilan dalam perbandingan nilai pertukaran (
terms of trade
) antara nilai barang dan jasa yangdihasilkan dan dijual oleh penduduk miskin dibandingkan dengan nilai barang dan jasa yang harusdibelinya; ketidakadilan dalam pembayaran jasa-jasa pekerja (upah yang rendah dan eskploitasi pekerja);dan, pengenaan pungutan yang memberatkan dan relatif memeras penduduk miskin.
“The poorest of the poor . . . will remain . . . outside the reach of normal trade and communication. Thecombination of malnutrition, illiteracy, disease, high birth rates, underemployment and low income closesoff the avenues of escape.”
(Brandt Commission: 1980 p. 49)
1)
"Poverty is defined relative to the standards of living in a society at a specific time. People live in povertywhen they are denied an income sufficient for their material needs and when these circumstances excludethem from taking part in activities which are an accepted part of daily life in that society." 
(Scottish Poverty Information Unit: 2008).
2)
Barker (1995) mengatakan bahwa tidak ada definisi pasti dan bersama tentang kemiskinan yang digunakanoleh semua negara. Kemiskinan dapat dikategorikan sebagai kerugian materi dalam sebuah perekonomiansuatu negara. Secara umum, kemiskinan didefinisikan sebagai keadaan tempat tinggal yang buruk ataukekurangan uang, atau berarti hanya cukup untuk menyambung hidup
(subsistence)
(Barker: 1995).Menurut Bank Dunia, ukuran yang biasa digunakan untuk mengukur tingkat kemiskinan adalah berdasarkantingkat pendapatan. Seseorang dapat dikatakan miskin apabila pendapatannya berada dibawah tingkatminimum untuk memenuhi kebutuhan dasar. Tingkat upah minimum ini yang biasa disebut dengan “gariskemiskinan”. Sedangkan ukuran kepuasan kebutuhan dasar berbeda-beda sesuai dengan waktu dan kondisimasyarakat. Sehingga, batas yang disebut garis kemiskinan juga berbeda-beda sesuai waktu dan tempat, dansetiap negara menggunakan batas yang disesuaikan dengan tingkat pembangunan, norma-norma sosial dannilai.
 
(World Bank Organisation)Terdapat tiga ukuran dasar untuk mendefinisikan kemiskinan: yang pertama adalah
absolute poverty
, yangkedua yakni
relative poverty
, dan yang ketiga yaitu
 social exclusion
. Kemiskinan absolut didefinisikansebagai keadaan tidak cukup sumber daya untuk menjaga keberlangsungan hidup. Kemiskinan relatif mendefinisikan pendapatan atau sumber daya yang dimiliki dibandingkan dengan rata-rata pendapatan.Sedangkan
 social exclusion
adalah ukuran baru yang diperkenalkan pemerintah Scotlandia yaknimenggambarkan keadaan dimana ketika individu atau daerah menderita permasalahan yang saling terkaitseperti pengangguran, kekurangan tenaga terampil, pendapatan yang rendah, tempat tinggal yang buruk,kriminalitas yang cukup tinggi, kesehatan yang buruk dan gangguan rumah tangga. (The House of Commons Scottish Affairs Committee)
 
1)Brand Commission adalah sebuah komite internasional yang mempelajari isu-isu pembangunan dunia daritahun 1977-1983. Komite ini bersifat independent sehingga tidak terikat kepentingan dari manapun.Didirikan oleh Kanselor Jerman Willy Brandt pada 28 September 1977.
2)
Scottish Poverty Information Unit (2008) dalam British Broadcasting Company (BBC) Info
“Definition of Poverty” 
13 Oktober 2009. www.bbc.co.uk3)Teori Radikal berkembang di kalangan pemerintahan sosialis-komunis dimana pemegang kekuasaantertinggi adalah kepala negara.
2.2. Teori Kemiskinan
Menurut Teori Radikal
3)
, orang miskin tetap miskin karena memang dipelihara untuk miskin. Sistemekonomi dan politik memaksa mereka berada dalam kondisi miskin. Orang menjadi miskin karenadieksploitasi. Negara-negara atau daerah-daerah menjadi miskin karena direncanakan dan dibuat miskin.Kemiskinan lalu dianggap hanya sebagai ketidakmampuan secara ekonomi dan karenanya sering penguasahanya bagi-bagi duit dan barang (bantuan langsung tunai, pinjaman lunak, beras untuk orang miskin, operasi pasar murah, dan sejenisnya), padahal kemiskinan adalah permasalahan yang sangat kompleks, tidak sebataskurang makan dan kurang duit.Teori lingkaran setan kemiskinan (
vicious circle of poverty
) Ragnar Nurkse (1953) mengajarkan bahwaadanya keterbelakangan, ketidaksempurnaan pasar, dan kurangnya modal menyebabkan rendahnya produktifitas. Rendahnya produktifitas mengakibatkan rendahnya pendapatan yang mereka terima.Rendahnya pendapatan berimplikasi pada rendahnya tabungan dan investasi. Rendahnya investasi berakibat pada keterbelakangan, dan seterusnya seperti lingkaran yang tidak berujung. Fenomena kemiskinanstruktural dan kultural semacam ini menggambarkan bagaimana penduduk miskin tetap menjadi miskinkarena keadaan awal miskin, dan demikian terus berlaku secara terus-menerus. Penduduk miskin akansemakin terjerat dalam “kubangan kemiskinan” karena mereka mendapatkan pinjaman uang dari pelepasuang (lintah darat),
mindring 
, atau perantara, yang menagih cicilan dan bunga tinggi.
 
Sumber: Achmadi (2007)
Gambar 2.1.Vicious Circle dari Sisi Penawaran Modal 

Activity (80)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
adikunyil liked this
Ermita Yusida liked this
Khailan Mota liked this
EvaMusyarrofah liked this
Noor Shafinaz liked this
Ermita Yusida liked this
Ariey Ajha liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->