2 bersih sangat didambakan oleh manusia, baik untuk keperluan hidup sehari-hari, untuk keperluan industri, untuk kebersihan sanitasi kota, maupun untuk keperluan pertanian danlain sebagainya.Dewasa ini, air menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius. Untuk mendapat air yang baik sesuai dengan standar tertentu, saat ini menjadi barang yangmahal, karena air sudah banyak tercemar oleh bermacam-macam limbah dari berbagaihasil kegiatan manusia. Sehingga secara kualitas, sumberdaya air telah mengalami penurunan. Demikian pula secara kuantitas, yang sudah tidak mampu memenuhikebutuhan yang terus meningkat.Dari hari ke hari bila diperhatikan, makin banyak berita-berita mengenai pencemaran air. Pencemaran air ini terjadi dimana-mana. Di Teluk Jakarta terjadi pencemaran yang sangat merugikan bagi petambak. Tidak saja udang dan bandeng yangmati, tapi kerang hijaupun turut mati pula, beberapa jenis spesies ikan telah hilang. Secarakimiawi, pencemaran yang terjadi di Teluk Jakarta tersebut telah sangat parah. Indikasinya populasi kerang hijau berkembang lebih cepat dan semakin banyak, padahal hewan inimerupakan indicator pecemar. Kadar logam antara lain seng, tembaga dan timbal telahmencapai ambang batas normal. Kondisi ini sangat berbahaya, karena logam berat dapatdiserap oleh manusia atau hewan yang memakannya dan akan terjadi akumulasi(Republika, 17/02/03). Di Waduk Saguling juga terjadi pencemaran logam berat (merkuri)dan kadar H
2
SO
4
yang tinggi, sehingga pencemaran ini sangat mempengaruhi ekonomimasyarakat sekitar, ribuan petani ikan mas jaring terapung di kawasan ini terancam gulungtikar karena produksi ikan turun terus (Pikiran Rakyat, 08/06/03). Selain itu, penggunaan pestisida yang berlebihan dan berlangsung lama, juga akan mengakibatkan pencemaran air.Sebagai contoh, hal ini terjadi di NTB yang terjadi pencemaran karena dampak pestisidadan limbah bakteri e-coli. Petani menggunakan pestisida di sekitar mata air Lingsar danRanget (Bali Post, 14/8/03).Krisis air juga terjadi di hampir semua wilayah P. Jawa dan sebagian Sumatera,terutama kota-kota besar baik akibat pencemaran limbah cair industri, rumah tanggaataupun pertanian. Selain merosotnya kualitas air akibat pencemaran, krisis air juga terjadidari berkurangnya ketersediaan air dan terjadinya erosi akibat pembabatan hutan di huluserta perubahan pemanfaatan lahan di hulu dan hilir. Menyusutnya pasokan air pada